Garis keturunan yg terabaikan

Garis keturunan yg terabaikan
ternyata masih di dalam masalah


__ADS_3

Sementara suseno menggandeng pak sungkono seperti menggandeng temanya sendiri walau mereka beda usia. selanjutnya menuju lif yg di ikuti oleh wardi dan harman.


'' sebaiknya pak sungkono jangan manggil aku tuan bila aku berpakaian tidak formal seperti ini. Cukup panggil namaku yg belakang untuk mengelabuhi orang orang yg tidak suka dengan keluarga suseno.'' ucap suseno setelah mereka dalam lif.


'' apa tuanku tidak bermasalah ?'' tanya pak sungkono


'' tidak pak. Bahkan seharusnya memang begitu, Karena usia bapak jauh lebih tua di banding aku.'' kata suseno.


'' baiklah kalo begitu, dan jangan salahkan aku bila aku tidak sopan pada atasanya.'' kata pak sungkono.


'' tidak pak aku lebih terhormat bila orang tua memanggilku apa adanya dari pada kesopanan yg di paksakan .'' kata suseno


tiiiiing.. Suara bel lif yg menunjukan bahwasanya lantai yg di tuju sudah tercapai.


merekapun keluar dan selanjutnya mereka menuju kevruangan monica.


''oh ya,tadi sepertinya ada masalah dengan dua repsesionis, apa perlu saya tindak tuan, '' tanya pak sungkono


'' tak usah pak, dia melakukan tugasnya dengan baik. Cuma ya itu dia kurang menghargai orang dengan memandang orang lain lewat fisiknya aja. Menurut aku lebih baik di tegur aja, mungkin itu lebih baik.'' bela suseno merasa kasian bila mereka harus di pecat. Bagaianapun mereka punya keluarga.


'' Baiklah kalo gitu. Akan aku panggil mereka berdua dan yg ini ruangan saya dan yg itu ruangan bu monica dan sebentar sepertinya ada telpon masuk, biar saya angkat dulu dan kalo tuan pingin ke ruangan ibu monika dulu ,biar nanti aku nyusul.'' ucap pak sungkono


'' biaralah aku tunggu sebentar dicsini pak. Kita keruangan ibu monica bareng saja.'' ucap suseno


''baiklah, biar aku angkat pesan dulu'' kata sungkono sambil memegang telpon meja kantornya.


'' selamat pagi pak, di bawah ada seorang perempuan paroh baya yg bernama mbok kasiati ingin bertemu dengan ibu monica apa di ijinkan pak?'' tanya suara yg ada di telpon yg ternyata dari salah satu repsesionis.

__ADS_1


'' oh ya kamu antarkan menemui ibu monika setelah itu kalian berdua menemui saya.'' perintah pak sungkono.


'' baik pak'' jawab repsesionis


'' mari tuan , kita keruangan ibu monika, '' ajak pak sungkono pada suseno .


''Ayo pak'' jawab suaeno


Setelah mereka ada di depan pintu ruangan monica, pak sungkono pun mengetuk pintu.


'' masuk'' terdengar suara merdu dari balik pintu dan itu suara monika.


merekapun masuk , terlihat oleh suseno dan teman suseno ruangan kantor yg luas dan sejuk, semua barang tertata rapi dan nyaman dalam pandangan mata. Apalagi melihat monica yg berpakaian modis layaknya orang kantoran, terlihat monica saat itu kelihatan cantik dan mempesona, tidak hanya suseno yg melongo terpana kecantikan monica, namun juga wardi dan harman. Mereka terpaku diam bak patung hidup.


Begitu juga dengan monica, dia kaget dan diam sambil memandangi wajah orang yg selama ini di rindu. Siapa lagi kalo bukan suseno.


Melihat suasana kaku dan nuansa ruangan tak hidup, sungkono pun berdehem


suseno dan monica jadi malu, mereka jadi memerah wajahnya. Sedangkan harman dan wardi hanya saling pandang dan tersenyum senyum.


'' pak , sebaiknya jangan pergi dulu , soalnya suseno datang membawa dua temanya untuk di tempatkan di perusahaan ini, bagaimana kalo hal ini aku serahkan pada bapak aja. Soalnya sebentar lagi aku ada meting dengan perusahaan asing.'' ucap monica


'' baiklah, biar aku tangani, tapi sebelum aku bertindak tidak ada salahnya bila aku bertanya pada tuan dulu, '' tanya pak sungkono pada suseno.


'' silahkan pak.'' jawab suseno.


'' apa menurut tuan, ada permintaan kusus buat teman teman tuan. Misalnya kedudukanya.'' tanya sungkono

__ADS_1


'' terserah bapak aja. Yg jelas temanku yg bernama wardi dia lulusan aity dan perkompyuteran. Sedangkan harman dia lulusan sarjana ekonomi. Di lamaran kerjanya di situ lengkap termasuk pengalaman kerja.'' jawab suseno.


'' baiklah... Berhubung memang perusahaan ini tidak ada tenaga heiker maka saudara wardi aku tempatkan di sana. Sedangkan harman sebagai wakil ku saja, karena memang aku sudah tua, jadi sebelum aku purna, sudah ada pengganti yg handal nantinya.'' ucap pak sungkono membagi tugas mereka.


wardi dan harman pun burucap hampir bersamaan karena girangnya.


'' terima kasih pak , '' ucap wardi dan harman bersamaan.


Tok..tok...tok. mereka semua menoleh ke arah pintu karena ada yg mengetuk pintu.


pak sungkono beranjak ke arah pintu untuk melihat siapa yg datang.


'' selamat siang pak, ini saya mengantarkan tamu yg mau menemui ibu monica pak.'' ucap salah satu pengantar yg ternyata dua repsesionis .


'' oh ya, dan kalian berdua tolong antar bapak bapak ini menuju ruang kerjanya, yg bapak wardi ini tolong kamu antar keruang sebelah saya. Dan yg pak harman, tolong kamu antarkan ke ruang setelahnya lagi. '' perintah pak sungkono pada dua repsesionis bawahanya.


'' baik pak'' jawab dua repsesionis hampir bersamaan.


merekapun bernafas lega karena tadi mereka beramsumsi akan kena phk atau serendah rendahnya kena marah karena telah menghina orang yg pak sungkono sendiri hormad.


Baru saja mereka melepas nafas lega, kini mereka harus membawa beban di dada yg menyesakkan setelah mendengar pak sungkono berbicara lagi.


''Habis nganterin kalian ke ruangan saya'' ucap pak sungkono sarkas pada dua repsesionis itu.


'' baik pak'' ucap mereka bersama.


mereka pun berlalu untuk menghantar wardi dan harman sambil membatin di hati masing masing. Ternyata masih di dalam masalah, belum selesai to urusanya. Batin mereka

__ADS_1


Bersambung


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2