
suseno terperanjat kaget saat sudah sampai di sawah. bagaimana tidak ternyata. di sawah mendapati ayahnya yg tertidur di pematang sawah.
''pak..... bapak kenapa---?....pak...bangun pak'' ujar suseno cemas.
namun yg di panggil tak kunjung bangun. dengan agak risau suseno memeriksa tubuh ayahnya. dan dia merasa kaget setelah rau penyebab ayahnya pingsan.
ada luka di kaki ayahnya dan sepertinya luka itu di sebabkan gigitan ular berbisa. tanpa pikir panjang suseno membuat sayatan kecil pas di atas luka gigit ular.
dan selanjutnya dia menghisap luka tersebut d3ngan mulutnya agar racun atau bisa ular bisa di keluarkan.
'' huuueeek... cuiih... cuiiih..'' suara suseno memuntah kan racun yg bercampur darah di mulutnya. dan menghisap lagi seperti semula ber ulang ulang sampai di rasa racun di kaki ayahnya sudàh banyak yg ber kurang. selanjutnya dia berlari ke semak semak untuk mencari dedaunan yg kiranya bisa untuk obat penangkal racun ular. selanjutnya dia menumbuk dedaunan obat tersebut dan meluluri luka gigit ular yg ada di kaki ayahnya. untung suseno mempelajari juga obat obatan tradisional dari gurunya abah kosim
dengan kekuatan yg dia miliki, akirnya suseno membawa ayahnya pulang dengan cara di gendong,
suseno berjalan cepat bahkankesanya seďkit berlari. untuk bisa cepat sampai rumah. bila ada yg melihat pemandangan bagaimana cara suseno menggendong orang dan bahkan sambil berlari. maka di pastikan orang tersebut akan terheran heran dan melongo tidak percaya. namun beda dengan orang kampong. hal semacam itu akan lumprah dan wajar wajar aja.
sesampai di rumah... mak parmi heran dan gelisah. pasalnya dari jauh parmi melihat suaminya di gendongan suseno dalam keadaan lemas dan tak sadarkan diri.
parmi pun segera bertanya tentang semua itu
'' no... kenapa ayahmu dalam keadaan begini'' tanya emaknya suseno
'' nggak tau mak . sepertinya ayah di gigit ular di sawah, dan sudah saya obati untuk sementara waktu. nanti aku pamit keluar lagi untuk mencari ramuam dan obat obatan di hutan yg paten. biar ayah cepat sembuh.'' ujar suseno.
lain lagi dengan neneknya dan sang asistenya. mereka memandang suseno dengan takjub. pasalnya dari sawah ke rumahnya katanya satu jsm jalan kaki. ini orang sambil menggendong dan juga alhli dalam pengobatan. semakin takjub aja neneknya sama cucunya itu.
'' aku semakin bangga padamu cucuku, tapi maap nenek belum bisa bersamamu dulu, beri waktu satu tahun lagi untuk menjemputmu'-'' batin neneknya
'' apa nggak sebaiknya di antar kerumahsakit aja, biar ditangani dokter ahlinya, biar di antar pardi mi'' saran nenek erika kepada suparmi.
'' terima kasih nyonya, sepertinya tidak perlu.'' ucap parmi menolak halus lalu lanjut berucap
__ADS_1
'' selain rumah sakit di sini sangat jauh, juga suseno mampu menangani ini dengan baik nyonyah''
'' apa parmi yakin'' ucap sang asisten pardi sedikit risau
supardi adalah atasan suparmi dan juga rukin dulu. bedanya kalo pardi kepala asisten rumah tangga, sedangkan parmi sebagai pembantu di mension nenek erika. kalo pak rukin dulunya pembantu bagian tukang kebon
'' saya sangat yakin pak pardi, kerna ini bukan yg pertama kejadisnya'' tukas parmi
'' maksutmu mi,'' sela nenek erika
'' dulu pernah bapaknya di gigit ular kobra. dan semua itu di obati suseno sendiri. slhamdulillah.. sembuh dan selamat sampai sekarang. ''
''o....o...o gitu'' ucap nenek erika dan pardi hampir bersamaan.
namun beda dengan apa yg ada di benak suseno. suseno ber fikir bahwasanya tamu dari kedua orang tuanya pernah saling kenal dan tidak kemungkinan mereka pernah saling akrab . itulah yg di batin suseno saat ini. cuma mau menanyakan nanti di kira anak yg tidak sopan. lebih baik nanti tak tanyakan sendiri bila tamu orang tuanya sudah pada pulang.
'' oh ya. saya pamit dulu mau ke hutan untuk mencari bahan bahan buat obat ayah mak'' ijin suseno.
'' mari nyonya, dan pak pardi. aku pamit sebentar ''
'' iya cu..... eh.. nak. '' jawab nenek erika sambil menutup mulutnya sendiri dengan tangan karena hampir keceplosan ngomong.
sedang kan pardi agak sedikit tegang sambil membatin . hampir saja ketauan nyonya.?
setelah suseno tak tampak barulah obrolan mereka di lanjutkan
'' mi ...'' panggil nenek erika
'' iya nyonya ada apa nyah'' jawab parmi balik tanya.
'' berhubung suamimu si rukin sakit, dan juga waktuku yg terbatas, aku lebih baik tak pulang dulu. nanti bila waktunya tepat, aku tak kesini lagi dan tolong rahasiakan dulu siap aku dan ada hubungan apa dengan suseno,.'' ucap nenek erika.
__ADS_1
'' oh ya... pardi. tolong ambil kotak yg sudah aku persiapkan dalam mobil..'' lanjut nyonya erika yg disertai berlalunya pardi serta pandangan heran dari parmi.
'' ini nyonya. kotaknya'' ucap pardi
''letakkan di atas meja di,'' perintah nyonya erika.
'' ini semua tolong berikan pada suseno, di dalamnya ada hp terkini, leptop, kartu atm yg jumlah uang nya 20 milyar. dan juga uang cas 100 juta. masalah pin untuk atmnya, nanti suruh suseno mengaktifkan hp nya dulu dan langsung suruh menghubungi nomer saya yg sudah terprogram di hp tersebut. dan mengenai kamu parmi, kamu jangan membuka dan mengambil apa yg ada dalam kotak ini. ini semua harus suseno yg membukanya. mengenai pin kotak ini, pinya tanggal lahir suseno sendiri. paham kamu mi' ' ulasan nenek erika
'. ngerti nyah. '' tukas parmi
'' dan ini, untuk mu , jangan bilang itu gaji atao upah selama kamu mbesarkan cucuku. itu tak sebanding dengan pengorbarnanmu dan kesetiaanmu pada kami mi, anggaplah itu semua sebagai tanda kekeluargaan dan terima kasih kami mbok mi'' ucap nyonya erika sambil mengeluarkan amplop coklat yg masih ada cap logo bank xxx
'' sudah kewajiban kami untuk berbakti pada keluarga nyonya . dan pemberian uang yg dulu juga sudah lebih dari cukup nyah. maap, uang yg nyonya berikan tak buat beli rumah ini dan juga sebidang tanah sawah untuk menyabung hidup kami. ini semua atas nama suseno nyah. bila di minta nanti pun kami iklas nyah.'' jawab parmi
'' itu semua punya dan hakmu mi. yg nanti saya minta hanya suseno. urus surat surat tanah dan balik nama atas dirimu apa suamimu,'' perintah nyonya erika
'' baiklah nyah. tapi... bolehkah aku minta satu permintaan nyah.'' mohon parmi.
'' apa itu mi, kalo aku mampu luluskan kan ku ijinkan'' ujar nyonya erika
'' ijinkan aku dan swamiku menganggap tuan muda suseno sebagai bagian dari diri kami. atao lebih jelasya sebagi anak kami. '' pinta parmi
'' yaa.. terserah kamu lah mi. toh selama ini sudah berjalan seperti itu mi'' tukas nyonya erika
''terima kasih nyanya. '' jawab parmi.
'' baiklah mi, aku tak pulang dulu dan untuk keamanan suseno tolong jaga cucu saya itu dan kalo suseno tau asal muasalnya tolong suruh menghubungi saya dulu. jangan menyusul saya tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, ini demi keselamatanya.'' ucap nyonya erika smbil mohon diri untuk pulang
'' iya nyonyah.... dan hati hati di jalan nyonyah dan pak pardi''....ucap parmi sambil berdiri di halaman dan mengiringi kepergian nyonya besarnya dengan pandanganmata.
namun setelah tamunya berlalu mereka tak tau bahwasanya di balik dinding papan ruang tamu , ada sepasang mata yg memerah karena menahan air mata sambil berfikir.. siapa saya sebenarnya.
__ADS_1