
''Baik , dan memang nak monik juga cepat atao lambat harus tau yg terjadai selagi bapak tau.
kurang lebih satu tahun yg lalu, sya sedang berburu binatang, tepatnya di lembah daerah selatan sana, saat saya lagi mengintai menjanagan dan akan melepaskan busurku,tiba tiba menjangan itu berlari. Dan dari larinya sepertinya menjangan itu kaget akan sesuatu. Saya pun tidak mau kehilangan buruanku. Aku kejar buruan ku itu dan memang aku tidak menemukan menjangan itu. Yg aku lihat malah sebuah mobil di bawah jurang yg sudah ringsek , dan aku pun melihat nak monik sudah tak sadarkan diri dengan tubuhmu yg penuh dengan darah, apalagi saya lihat kakimu juga terjepit dan sepertinya patah tulang juga, susah payah aku mengeluarkan mu dengan maksut seandinya dirimu sudah meninggal , maka akan ku kebumikan durimu. Namun tuhan berkehendak lain, ku amati dirimu dan kurakan denyut nadimu masih ada, walaupun kecil kemungkinan dirimu sembuh, maka dirimu saya bawa pulang dan ku obati dengan kasiat obat daun daunan yg ada di hutan ini, namun dirimu mengalami masa tak sadarkan diri cukup lama, hampir tiga bulan lamanya. dan sebagai pemilik mobil , tentunya dirimu mempunyai identitas, namun kucari lagi di tempat kamu kecelakaan mobilmu sudah berbentuk lain. Kulihat mobilmu sudah habis terbakar tanpa sisa. Hanya kerangka mobil yg ada. Dan di sekitar tempat kamu jatuh ku lihat bantak bekas telapak kaki , dan menurut perhitungan sepertinya lebih dari lima orang dan munkin lebih. Aku pun terlambat, untuk mengetahui siapa dirimu, maka bapak hanya menunggu sampai dirimu sembuh. Namun saat dirimu sudah siuman dan waktu saya tanyakan namamu, kamu hanya menyebut nama monik. Jadi untuk memanggilmu aku menggunakan nama yg kamu sebut.'' panjang lebar pak abas menceritakan kejadian naas monik.
monikpun diam dia berfikir keras dan mengingat ngingat siapa dirinya. namun semakin di paksakan semakin kepalanya berdenyut sakit.
'' sudah lah nak, tak usah dipaksakan , nanti kalo udah sembuh juga nak monik akan tau sendiri siapa sebenarnya nak monik ini. '' ucap pak abas. Yg melihat monik kesakitan dan memijit kepalanya sendiri.
'' tapi ,aku nggak enak hati untuk bersama dan menumpang bapak dan ibu terus terusan, sedangkan aku mau keluar, arahku ke mana kalo nama saya sendiri saja tidak tau.'' ucap monik dengan sedih.
__ADS_1
'' nak monik jangan bucara seperti itu, kami sekeluarga tidak pernah keberatan sama sekali, dan jangan pernah pergi dari kami sebelum nak monik ingat betul keluargamu, karena bila nak monik memaksakan pergi, kami yg kepikiran nantinya nak monik mau kemana dan menuju kemana. Jadi jangan pernah sungkan dan itung itung kami malah bahagia bila nak monik tinggal di sini selamanya,karena kami tak punya anak laki laki, '' kali ini ibu tua yg berbicara.
'' betul itu kata ibumu rosidah, nak monik jangan sungkan. Pergi dan kembalilah nak monik ke keluarga nak monik bila memang nak monik sudah benar benar siapa nak moni.'' ucap pak abas.
'' iya kak , di sini aja bersama renata''. Ucap renata sambil tersenyium manis.
'' baiklah bapak abas dan ibu rosidah,dan tentunya juga buat dik renata. Bila nanti kaliyan sudah merasa keberatan saya ada di keluarga ini, tolong usir saya aja.'' pinta monik
'' iya nak monik, jangan sungkan dan banyak pikiran, fokus aja pada kesehatanmu.'' ucap pak abas.
__ADS_1
''Baiklah pak , terima kasih sudah membantu saya , saya berjanji untuk membalas budi bapak dan ibuk juga dik renata. '' ucap monik.
''oh ya nakvmonik, kamu nggak usah banyak fikiran, supaya patah tulangngmu cepat sembuh , soalnya baru satu taun, jadi tulng itu belum sembuh benar. Masih butuh waktu lama untuk pulih. '' pesan pak abas.
'' sudah satu taun?'' ucap monik lirih seakan bertanya pada dirinya sensdiri.
'' ternyata udah cukup lama? tapai kenapa sampai sekarang aku belum ingat siapa aku ini dan dari mana aku? ''tanya suseno dalam hatinya.
Bersambung
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...