
Sementara di lain tempat, tepatnya di daerah pedalaman kalimantan, kala itu sore baru saja bergulir, dan kini jam waktu menunjukan pukul 7 malam.
Terlihat di ruang tamu rumah panggung yg terbuat dari papan kayu, seorang tua yg umurnya kira kira 70 taunan lagi asik makan singkong godok dan kopi .dan juga saat itu di temani istrinya rosidah. Ya dia adalah pak abas, orang tua renata
'' renata!! kakakmu mana? Suruh sini ngobrol sambil makan singkong dan kopi.'' ucap pak abas yg masih kelihata wibawanya.
'' kalo nggak salah ke pancuran belakang rumah ayah, soalnya tadi renata lihat kak monik bawa peralatan mandi.'' ucap renata anak gadis semata wayangnya pak abas.
''..Oo... Ya udah. kita tunggu aja , soalanya ada yg mau saya omongkan padanya ''. Kata pak abas
Tak berselang lama, yg di omongin muncul, dari arah pintu belakang rumah.
'' kak Monik, di panggil ayah, ada perlu katanya.'' ucap renata sambil senyum manis.
'' ya.. Sebentar ya pak, tak ganti baju dulu.'' ucap monik yg di jawab anggukan pak abas.
Tak berselang lama, monikpun duduk lesehan di atas papan lantai yg terbuat dari kayu menghadap pak abas.
__ADS_1
'' nak monik, mau minum kopi, biar di buatkan renata.'' ucap ibu rosidah istri pak abas dengun senyum sumringahnya.
'' kalo tak merepotkan, boleh lah bu,'' ucap monik sungkan.
'' tidak merepotkan, jangan sungkan begitu, anggap kami ini keluargamu, ibu sama bapak aja sudah menganggapmu anak sendiri kok, ya kan pak?'' ucap bu rosudah yg di lanjutkan bertanya pada pak abas.
'' betul itu nak monik, kebetulan aku dan ibumu tak punya anak laki laki, jadi ya kalo nak monik mau, anggaplah kami ini keluargamu sendiri, biar hati ini terobati akan rindu anak laki laki.'' ucap pak abas sambil meneguk kopi sedikit. Lalu mengambil singkong yg ada di atas piring yg terbuat dari logam , maklum orang pedalaman mereka rata rata tidak mempunyai piring yg pecah belah contoh yg terbuat dari kaca. gelas pun yg terbuat dari logam tipis seperti piring juga. Awet kata mereka, tidak mudah pecah walau di banting sekalipun.
'' ini kak monik kopinya, renata buatin''. Ucap renata sambil menyodorkan gelas yg berisi kopi .
'' terima kasih adik, tentunya kopinya manis seperti yg membuat''. Goda monik yg sambil memegang gelas kopi dan mencicipinya.
Sedangkan monik, yg melihat renata juga sepertinya terpesona akan kecantikan dan kesopanan serta bersahaja.
kalao renata ke kota, munkin selangkah lebih cantik di banding gadis kota itu sendiri. walau berpakaian dan bersolek apa adanya tampa tersentuh mik up aja kelihatan cantiknya. Apa lagi kalo di dandani, mungkin jauh lebih cancik. Batin monik yg tanpa sada masih memandangi renata. Tentu saja tabiat dan perbuatan dua muda mudi itu tak luput dari pandangan orang tua renata. Dan mereka sudah bisa menilai bahwasanya mereka lagi sama sama suka, cuman masih mau mau kucing kayaknya. Batin orang tua renata yg kemungkinan asumsi pikiranya sama dari senyum kedua orang tua itu.
pelan pelan monik meminum kopi yg di suguhkan renata.sambil matanya tak lepas dari gadis itu. Sedangkan yg di pandang, jangan tanya hatinya, dakdik duk der. Mereka untuk sejenak lupa bahwasanya selain dua insan muda mudi itu masih ada dua orang tua yg memandang mereka dengan senyum senyum bahagia.
__ADS_1
'' uuup... Ah. Panas... Panas''. Ucap monik yg kepanasan lidahnya seperti terbakar rasanya.
'' pelan pelan nak monik, di tiupin dulu itu kopinnya, biar agak adem, hehe..he..he.''. Ucap pak abas memperingatkan. Namun udah telat.
'' iya nak monik, jangan buru buru minumya, ini di makan dulu singkongnya, sambil nunggu kopinya agak adem'', ucap ibu rosidah sambil menyodorkan piring berisi singkong rebus.
'' kak monik sih, main srutup aja, apa waktu di pegang gelanya nggak terasa panas?''. Ucap renata sanbil senyum senyum geli.
'' iya ya, kenapa aku tadi tak merasa panas di tanganku, apa ini karena aku tadi memandangmu sampai tak terasa air panas terasa sejuk di tangan?'' goda monik pada renata. Lagi lagi monik lupa bahwasanya masih ada orang tua di dekatnya.
''' iih kakak , gemesin deh.'' kata manja renata yg di barengi dengan tawa bahagia orang tunya atas candaan anak anak mereka.
'' oh ya pak , ada apa tadi bapak memanggil saya'' ucaap monik mengingkan pada pak abas.
'' soal namamu dan sekalian aku menceritakan kronogi dirimu'' tungkas pak abas.
Bersambung
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...