
siapa aku??
siapa kedua orang tuaku..???
di mana mereka??? kenapa kenapa?????
itulah batin suseno bingung dan sok. sehingga tanpa sadar suseno yg membawa parang yg tadinya di bawa kehutan tanpa sadar terlepas dan jatuh ke tanah.
glontaaaaang....
karena suara gaduh dari dalam rumah, mak parmi segera menghampirinya. dia terpikirkan suaminya yg sakit ada kenapa napa.
alangkah kagetnya parmi mendapati suseno yg sedang bersandar dinding kayu sambil sedikit mendongak menatap langit langit atap rumah. pandangan matanya kosong, dari manik matanya menetes air mata mengalir membentuk aliran air.
'' kamu kenapa nak'' tanya parmi
'' benarkah aku bukan anak emak parmi dan pak rukin''. bukanya menjawab pertanyaam malah balik bertanya
'' siapa yg bilang nak? aku emakmu.dan pak rukin ya bapakmu. jangan dengar omongan orang nak'' tukas mak parmi
'' aku sudah dengar sendiri pembicaraan emak sama nenek tadi'' ucap suseno
'' e...anu nak.. e... nanti setelah bapakmu sembuh saya janji akan menceritakan semuanya. tolong nak suseno ambil kotak yg ada di atas meja ruang tamu lalu kamu buka kotakya dan ambil semua yg ada di dalam kotak itu. kotak itu pemberian dari nenekmu. nomer pin kotaknya tanggal lahirmu'' ujar parmi yg awal mulanya terbata bata karena kepergok, namun sebentar sudah menguasai keadaan
'' tidak mak. sebelum emak bicara dulu siapa suseno sesungguhnya, maka aku tidak mau menyentuh kotak itu'' jawab suseno
'' baiklah. tapi biarkan napakmu sembuh dulu, minimal bisa bicara, biar apa yg saya ceritakan nanti tidak ada kebohongan'' bantah emak parmi halus.
__ADS_1
''baiklah mak. bapak sudsh tak luluri rempah rempah obat anti racun. semoga aja bapak dalam semalam nanti sudah siuman. '' ujar suseno sambil berlalu mengambil sabit yg jatuh tadi untuk di amankan
sementara sehabis menaruh parang pada tempatnya suseno penasaran dengan kotak yg di perintahkan emaknya untuk membukanya. di ambil dan di bukanya kotak itu yg ada kunci pin angka. di masukan barisan angka enam digit yg di ambil dari tanggal bulan dan dua angka belakang taun lahirnya.
di bukanya penutup kotak yg sudah terbuka dikit saat pin nya berhasil masuk terdengar klek dengan tutup peti teangkat dikit.
mata suseno melihat isi kotak dengan jeli... satu persatu di ambil kotak kardus yg pertama yg isinya sebuah hp terkini merek xxx yg menurut suseno itu mahal harganya.
karena suseno pernah mau beli hp dan coba tawar di toko saat, tapi begitu , begitu di pikir pikir sat itu belum penting maka di urungkan niatnya
selanjutnya dia memeriksa lagi dalam kardos, dan ada dua buah kartu atm. yang satu warna hitam dengan logo bang warna kuning emas. dan satunya warna biru keputih putihan . kalo yg ini dia tau bahwasanya itu kartu atm seperti waktu kuliyah dulu temen temenya juga pada menggunakan. namun yg satunya yg warnya hitam suseno tak pernah melihat sama sekali
lalu suseno memeriksa lagi kartu yg isi peti yg lain. dia mengambil amplop coklat dan membukanya. di dalamnya ada uang cas banyak sekali. suseno tak habis pikir. sekaya apa tamu kemaren yg dia dengar katanya neneknya itu.
di ambilnya lagi kertas yg ada di dalam peti dan sepertinya sepertinya sepucuk surat namun di abaikan dulu surat itu karena masih penasaran isi yg lainya. dan paling akir ada leptop. dan yg ini suseno tidak begitu suka. di karenakan sebagai orang kampung barang itu tidak terlalu berguna.
, *untuk cucuku suseno ardi prakoso.
salam manis cucuku tersayang. tentunya cucu bertanya tanya tentang nenekmu ini.dan juga tentang ayah dan ibumu serta saudaramu. tapi sebelum semuanya itu saya jawab. lebih baiknya barang yg aku berikan ini kamu aktifkan dulu hpnya. biar kita bisa berkomunikasi. untuk hp demi keamanan sudah ku aktifkan dan ku isi nomer ku saja dulu. dan juga nomer pin hp itu tanggal lahirmu juga. semua elektronik atau alat ini paswodnya nomer tanggal lahirmu dan juga kedua kartuATM itu juga . dan untuk lebih tau siapa dirimu maka lebih aman dan baiknya jika kita bertatap muka langsung. itu dengan cara men aktifkan hp mu. dan ingat.. hp kamu pergunakan hanya saat ingin bertemu dengan ku saja. ini demi ke amanan. dan jangan pernah sekali kali cucu mencari aku atau keluargamu tanpa memberitahukan aku nenekmu ini. percayalah pada nenekmu ini. ada rahasia rahasia yg sangat mengancam jiwamu tanpa kamu sadari*. .......
namun di saat suseno belum menyelesaikan membacanya, dari pintu muncul teman akrabnya heri sambil berucap salam dan mendekat ke suseno
'' assalamualalaiku....no. asik benar no baca suratnya. surat dari si juwita ya no. sampai terlihat tegang kayak gitu no''
'' ngawor wae.... kamu her. ini lo aku ada kiriman dari orang yg katanya dari nenek. cuma aku sok. pasalnya selama ini aku kan nggak punya nenek.'' jawab suseno terus terang .,karena suseno sudah paham betul dengan karakter dan sifat heri ini. mereka akrab bak saudara.
''lalu ini apa lagi kok ada kotak dan apa ini kok ada uangnya juga.. dan oh buaaanyaaaknya'' ucap heri sambil melototi uang tersebut .
__ADS_1
'' her... aku butuh pertolonganmu. maukah kamu menolongku her'' omong suseno sambil memohon.
'' minta tolong apa no. minta tolong aja pakai kamu pinta no. apa pernah aku tidak menolongmu. kita ini sahabat no. bahkan aku menganggapmu saudara angkat tuaku no. pasalnya kamu lebih tua dari aku 1tahunan. dan juga pembawaanmu yg lebih dewasa itulah yg aku saluti'' ujar heri
'' tapi ini beda her. ini mungkin permintaanku akan lama dan mungkin kamu saya ajak kesana kemari untuk menemaniku'' tukas suseno
'' ada apa sih.. kayaknya penting amat'' kilah heri yg bingung
'' entahlah her. aku sendiri juga masih bingung tentang aku. dan untuk lebih jelasnya kita tunggu ayahku dulu dari siumanya biar nanti jelas kan padaku. dan tolong nanti kamu temani aku, itung itung buat meminta pertimbangan'' pinta suseno
'' oh ya.. aku datang kemari tujuanku ya mau nengok orang tuamu. denger denger sakit di gigit ular , apa benar no?'' tanya heri.
'' benar. tapi semuanya udah aman dan terkendali. udah saya obati. mungkin bentar lagi juga bangun'' jawab suseno
'' terus ayahmu mana? '' tanya heri
'' itu di dalam kamar lagi di tungguin emak'' jawab suseno
'' tak lihat dulu ayahmu ya no. gimana kondisinya?'' ucap heri
'' iya ' tapi jangan terus pulang ya. '' pinta suseno.
'' iya iya. ih bocah nggak percayaan amat'' gerutu heri sambil jalan ke kamar.
sengaja hanya menotok pintu kamar pelan pelan,tidak memberi salam , karena tidak mau menggangu istirahatnya pak rukin heri pun asal melihat keadaan pak rukin dan ............
bersambung
__ADS_1