
setelah pulang dari rumah abah kosim . ( kenapa autor sebutkan rumah, bukan padepokan atu sejeninya . karena abah kosim walau orang mumpuni dan ber ilmu tapi dia mendidik anak asuhnya dengan suka rela dan tidak memungut biaya atas jerih payahnya. ) dan abah kosim orangnya sangat tertutup dan tidak banyak ulah. itulah sedikit gambarn tentang guru silatnya suseno.
suseno pulang kerumah dan bersiap untuk persiapan besok pagi.
ketika fajar menyingsing . suseno sudah bangun untuk mandi dan persiapan berpuasa untuk berpuasa. setelah makana ala kadarnya,suseno sabil menunggu waktu subuh dia mempersiapkan segala sesuatu untuk berdagang. subuhpun tiba.. setelah suseno solat subuh. dan segera pamit kepada kedua orang tuanya untuk menjalankan rutinitasnya untuk berdagan buah buahan di pasar tradisional.
sebelum sampai pasar seperti biasa suseno menghampiri teman berdangnya berna sutando .
" pagi tando. apa sudah siap. biar aku bantu ndorong grobakya. " sapa suseno
" pagi juga no. ayolah. berat ni no. makasih ya no" ucap tando
" ayolah mumpung masih pagi . kita sambut rejeki sepagi mungkin" ucap suseno
" enakan kamu no. nggak seperti aku. pagi ndorong grobak baso. sore ndorong grobak lagi. apa lagi kalo dagangan nggak habis. hadeh.... kadang jengkel dalam hati. tapi mau gimana lagi emang udah rejeki ya terima dengan iklas dan sabar."
" sabar ndo. rejeki tak akan tertukar. bahkan salah alamat. iklas aja"
" la iya no. lagian mau apa lagi...keahlianku cuma ini. .....:" lanjut tando. namun belum selesai bicara dari depan ter lihat mobil mewah jalan pelan di depan. suseno dan sutando berhenti sebentar ndorong grobaknya. mereka saling pandang. pasalnya di desa mereka jangankan mobil mewah. sepeda motor aja jarang. bahkan di bilang hanya orang terkaya aja yg punya .
dalam hati mereka bertanya tanya . siapa mereka dan mau kemana mereka. apa mungkin mereka tesesat.itulah yg ada dalam pikiran mereka berdua. ?
sampai mobil itu berhenti didepan mereka, dan keluarlah seorang lelaki umur 50 an yg pakainya serba hitam dan dan sepatutnya yg hitamengkilat. di lihat dari cara berpakain sepertinya dia orang pengusaha kaya. entahlah.. yg jelas sepertinya ada sesuatu yg sangat penting. tak mungkin orang jalan dini dini bahkan sinar mentari aja bari kelihatan sinar urain di ufuk timur kalo tak terlalu penting
" selamat pagi selamat pagi mas..mas.. bolehkah aku numpang bertanya." sapa sopir itu.
" selamat pagi pak. " jawab suseno dan sutando secara bersamaan. dan di sambung suseno. " oh ya. ada perlu tanya apa pak. insya ALLAH. akan aku jawab bila saya tau pak'
" maaf sebelunya. saya panggil mas aja ya! nggak apa apa kan?". kelah sang pria tersebut
" iya pak . nggak apa apa. ada perlu apa ya pak." jawab suseno
"apa mas mas ini tau rumahnya bu patemi dan pak rukin?" tanya bapk tersebut.
" eee...kenal pak. kebetulan itu kedua orang tua aku. ada apa ya pak?" tanya suseno balik nanya.
__ADS_1
sementara si tando juga heran dan berbisik ke suseno. " aada apa no. kok orang tersebut nyari orang tuamu"?
" entahlah.. aku juga bingung"
"alhamdulillah... ketemu juga akhirnya". ucap bapak yg bawa mobil yg membuat tambah bingung suseno.
"sebentar ya tuan muda. aku tak berbicara dulu sama nyonya sebentar. ohya kenalkan. nama saya supandi. saya asisten sekaligus sopir pribadi nyonya besar yg ada di dalam mobil.sebentar ya tak ber bicara dulu sama nyonya."
" i.... iya.... pak". . jawab suseno gugub.dan bingung. apalagi tadi.... kok bapak tadi memanggilku apa tadi? tuan muda. batin suseno yg makin bingung.
apa lagi si tando. makin bingun dan nggak habis pikir. kok bisa bisanya temanya di panggil tuan muda. batin sutando.
tampak pak supandi menngetok kaca mobil pelan pelan tiga kali. entah yg di bicarakan apa. yg jelas pak supandi menunduk sedikit dan terus berjalan menuju ke suseno dan tando.
" maap mas suseno. bisakah mas mengantarkan saya dan nyonya sebentar. karena saya terus terang tidak tau jalanan ini dan juga takutv salah jalan." ucap sang sopir " dan nanti saya ganti kerugian waktu mas suseno. sebagai tanda terima kasih" lanjut sang sopir
" maap pak pandi. tak perlu imbalan pak. dan juga tolong jangan panggil saya dengan tuan muda. nggak enak kedengaranya pak" ucap suseno. me
" ya udah no, sana anterin tamu orang tuamu dan tak pergi ke pasar sendiri aku. ". ucap sutando.
" udah sana anterin dulu. tamu itu raja. apalagi tamu keluargamu sendiri." tando berucap dambil tersenyum pada sang sopir sambil berucap. " maap pak saya permisi dulu. dan biar teman saya suseno aja yg nganterin . nggak apa apa kan pak?"
" cukup satu orang aja yg nganterin . dan terimakasih ya mas atas bantuan " ucap sang sopir pada sutando.
" nggak masalah pak. dan mari" ijin sutando mohon diri sambil dorong grobak baksonya
" ayo no saya duluan "
" iya ndo . dan hati hati. moga laris manis daganganmu hari ini. " kilah suseno dan di lanjutkan dengan berbicara dengan pak supandi
" mari pak. saya antar ke rumah orang tua saya. dan mohon bapak ikuti saya, saya akan berlari saja. itung itung olah raga."
" mas suseno ikut kedalam mobil itu aja. lagian nggak enak dilihat orang. masak sudah di tolong kok nggak berterima kasih ."
" nggak pak. bapak cukup ikuti saya berlari dari belakang saja sambil bawa mobil. biar aku berolah raga. tenang aja pak deket aja kok pak" tolak suseno halus
__ADS_1
" gimana ya mas.. apa nggak capek. dan lagian saya sangat nggak enak hati sama emasnya juga nyonya saya yg ada di dalam mobil itu" kelah sang asisten sekaligus sopir yg bernama supandi.
" nggak pak. justru aku yg berterima kasih. karena ada teman yg menemani saya berolahraga lari pagi." ucap suseno sambil tersenyum ramah. sebetulya suseno menolak secara halus. dan lagi nggak enak naik mobil pribadi yg tak di kenalya. takut sih nggak. (suseno murit dari abah kosim kok takut. hahha.. sombong dikit nih ceritanya suseno.)
" sebentar mas suseno. biar aku bicara dulu sama tuan saya dulu ya"
" IYA silahkan pak"
lalu pak supandi balik ke mobilnya dan berbicara sama orang yg ada di dalam mobil . entah siapa yg pasti, dari cara bicara , sang sopir itu sangat hormat dan segan.
" nyonya.. pemuda yg saya pikir dia cucu nyonya dan yg mau mengantar nyonya itak mau masuk kedalam mobil. " lapor sang sopir.
" terus dia mau naik apa ndi? sepertinya dia juga nggak mbawa kendaraan apa apa kok" ucap sang nyonya yg usianya suda tua. berkisar 80 an. namun karena pakaian yg di kenakan dan juga karena orang kaya maka walaupun sudah tua namin masih kelihatan sisa sisa kencantikanya
" katanya kita di suruh mengikuti dia berlari dari belakang nyonya" kelah sang sopir
" hahhhhh... kamu jangan kurang ajar ndi. kalo memang anak itu yang hidup bersama bik patemi dan rukin . itu ber arti anak itu cucuku sendiri ndi. masak dia lari kita naik mobil , apa perlu aku yg bicara ndi . " nyonyanya supandi sambil memperlihatkan wajah murung dan sedih.
" maap nyonyah. tapi ... aku udah memaksa nyah, tapi anak itu tidak mau. makanya saya berbicara dulu sama nyonyah. lagian kalo nyonyah berbicara denngan cucu nyonya sekar
ang apa nggak kebongkar dulu rahasia yg selama ini kita jaga nyah " kelah sang sopir." tadi saya hampir ketauan kok nyah. keceplosan ngomong nyonya"imbuhnya
" keceplosan ngomong gi mana ndi...?" tanya si nyonyanya
"anu nyah... ee.. tadi saya panggil dia dengan sebutan tuan muda" ucap supandi sambil cengengesan dan garuk garuk rambut keningnya yg tidak gatal
nampak si nenek berpikir sambil memperlihatkan wajah murung.
" terserah lah ndi. tapi kamu pelan pelan aja nyopirnya ,biar dia ngak capek . nggak tega aku ndi, kalao nggak ada masalah sepelik ini sudah dari tadi saya peluk itu cucuku. aku sangat rindu cucuku . dari umur satu minggu anak itu . aku harus dan merelakan berpisah demi keselamatanya.dan setelah bertemu dari sekian lama, saya harus melihat dia berlari di depanku sedangkan nenekya melihat dari dalam mobil sambil mengikutinya. coba bayangkan perasaan yg ada di hati ini ndi? " ucap sang nenek sambil tertunduk menahan beban rindu bak gunung yg mau meletus. nyesek di hati. tampak air mata sang nenek mengalir dari kelopak matanya. namun di tahanya untuk tidak menangis.
" gimana nyah.... " ucap supandi meminta pertimbangan.
" ya udah ndi. mau gimana lagi... tega nggak tega ya harus kita jalankan dulu rahasia ini sampai semuanya aman" ucap sang nyonya pasrah dan sedih
bersambung
__ADS_1
---'xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx------