
'' nenek..... '' ucap suseno menghentikan ucapan neneknya karena malu , lalu lanjutnya,
'' biarlah berjalan dulu sesui takdir nek, aku takut bila monica tidak suka pada saya nek. aku malu''
'' suseno cucu ku yg tersayang, saya ini wanita no, kamu tau sendiri hati wanita sensitip. jadi yo... tanpa di ucapkanya, wanita itu udah bisa mereka reka isi hati lawan bicaranya. '' ujar neneknya.
'' iya nek, tapi kan biarkan lah berjalan murni apa adanya dulu nek.'' bantah suseno , yg terlihat sedikit memerah wajahnya.
di sela sela obrolan antara nenek dan suseno, suara terdengar langkah kaki yg sepertinya lebih dari satu pasang kaki. lalu munculah dua orang beda jenis dan beda usia mendekat.
'' selamat siang nek , selamat siang mas sus, '' sapa monica yg sudah mendekat.
'' selamat siang tuan muda, selamat siang nyonya'' kali ini giliran pak sungkono menyapa suseno dan neneknya, yg di jawab anggukan neneknya.
'' ayo kita makan siang bersama sambil ngobrol'' ajak nenek erika ketika pak sungkono dan monica sudah sampai.
mereka pun berjalan ke arah ruang maksn. di mana menu makan siang sudah tersaji.
sesampai di meja makan suseno duduk dekat monica, sedang nenek berdekatan dengan pak sungkono,
mereka makan dulu dengan kidmad dan juga santai, setelah selesai mereka pun melanjutkan ngobrol masih di tempat meja makan sambil makan makanan penutup.
'' pak sungkono, bagaimana tentang surat surat pemindahaan kekuasan. atas nama saya ke cucu saya suseno adi prakoso sudah sudah selesai'' tanya nenek pada sungkono.
'' sudah nyonya. besok saat di adakan pesta penyambutan akan aku serahkan ke tuan muda secara langsung.'' jawab sungkono
'' baiklah.. kamu urus semua tentang surat surat itu dan juga pesta penyambutan cucu saya suseno, untuk sementara kamu urus sendirian. karena pak supandi lagi cuti.'' perintah nenek
''iya nyonya'' jawab sungkono.
''maaf nek, maksut pesta penyabutan itu, penyambutan siapa nek?'' tanya suseno curiga. jangan jangan dirinya nanti yg di publikasikan.
''ya dirimu cucuku'' ucap nenek.
'' ku mohon nek, tak usah ada penyambutan terlebih dahulu, biarlah aku berdiri di belakang layar, sampai mereka tau sendiri. sampai manti aku meminta sendiri nek, ku mohon nek'' pinta sungkono melas.
''bagaimana menurut mu pak sungkono.? mengenai pendapat cucuku suseno ini, dan juga kamu monica''? , tanya nenek pada sungkono dan monica.
__ADS_1
'' aku terserah tuan muda aja, nyonya'' jawab sungkono
'' dengan kamu monica, apa sependapat dengan sungkono juga.'' tanya nenek juga
'' baiklah... aku pasrah aja atas keputusan voting kali ini.'' ucap nenek pasrah.
'' oh ya nek, jadi nggak nek untuk mengantarkan mas suseno hari ini.'' tanya monica.
'' iya , bagaimanapun suseno harus punya kendaraan , dan mengenai kendaraan terserah dia mau ngambil apa dan berapa itu terserah suseno. cuma yo pakai kartu blekcar yg aku berikan pada mu no. '' ucap nenek.
''tunggu bentar ya mas. tak ganti pakaian kerja ku delu dengan yg rilek. '' pamit monica
'' dan bagimana pak sungkono nek , dia tadi kesininya dengan monica,kok nek'' lanjut monica.
'' biar nanti di anter sopir sini dengan mobilsini'' ucap nenek.
'' baiklah nek. ayo mas suseno kita berangkat'' ajak monica
'' katanya mau ganti pakaian dulu cu, '' kata nenek pada mpnica sambil tersenyum misteri.
'' oh iya nek aku lupa,'' ucap monika agak malu
sambil malu erika pun berjalan naik ke lantai atas menuju kamarnya.
beberapa saat barulah monica turun dengan pakain yg modis.
selanjutnya monika mengajak suseno untuk
didalam mobil suseno tak banyak bicara. karena memang dia tak pandai bicara dengan lawan jenis. apalagi bila wanita itu di sukainya. begitu juga monica, sebetulya juga hampir sama dengan suseno , dia malu bila dia yg memulai bicara takutnya di kira cewek ceriwis.
selang beberapa menit. akirnya sampai juga di sowroom terbesar di kota ini. di sini lengkap, tidak hanya mobil , motorpun ada,
'' mas suseno masuk dulu aja, aku ada panggilan dari relasi kerja mas, ucap monica '' ucap monica yg saat itu memang ponselnya berdering.
suseno pun masuk melihat lihat dulu, di stand mobil, tanpa di sadari ada marketing wanita yg mendekati suseno , marketing itu melihat suseno dari arah belakan dengan intens, bagai mana ada gembel mau beli mobil di sini, kalo dilihat celananya si ok , tapai sendal jepitnya itu.
ok lah kalo memang pakai sendal jepit karena terburu buru, ini kaosnya , kaos loakan dan topinya... hiii...hiii itu berapa taun tak di cuci. itulah pemikiran marketing wanita itu yg nampak berpakaian seksi dan dandannya menor habis.
__ADS_1
'' maaf, bisa saya bantu, mas, '' sapa marketing tersenyum ramah yg sedikit di paksakan
'' ada mobil yg harganya tidak mahal dan tidak murah mbak. yg sedang sedang aja.mbak, biar di lihat nggak nggaya.'' ucap suseno di sertai humor.
'' gimana kalo yg termurah mas, tapi harus cas, kalo yg kelas menengah ke atas boleh credit. itupun harus surfai rumah mas, '' ucap marketiing.
'' boleh, tunjukan tempatnya mbak, tak lihat dulu'' ucap suseno ingin tau. karena memang yg termurah sekalipun dia ragu duit yg ada di kartunya cukup apa tidak.
''mas... mas ini kesini mau beli apa cuma numpang berteduh, kalo mau beli mobil rongsok bukan disini tempatnya mas , di sini mobil dan motor reyen semua mas, alias baru.''
'' lo... kok mbaknya marah. tidak melayani pembeli dengan baik malah marah marah.'' ujar suseno masih sabar.
'' halah... udahlah, aku tau , orang macam mas ini, lagak mau beli ujung ujungnya nanya aja, udahlah mas, aku kerja nih , janagan ganggu aku, itu masih ada sales, yg lain. malas aku , buang buang waktuku saja. '' ucap marketing itu sambil ngeloyor pergi.
suseno pun clingak clinguk untuk mencari seseorang yg mau melayani niat beli mobil. namun sekian lama tak ada yg mendekatinya , hingga telihat monica tampak baru masuk yang di ikuti marketing yg menghina suseno tadi.
'' udah dapat mas yg menjadi pilihan mas,'' tanya monica
'' belum dik. aku bingung , cari model yg gimana, takutnya uang yg ada dalam kartu ini tidak cukup'' comentar suseno sambil mengeluarkan kartu atm warna biru. ,
''emang yang di berikan nenek cuman ini'' tanya monica
'' ya ada kartu lain sih, cuma yg kuketahui debetnya cuma ini.'' ujar suseno sambil memberikan kartu warna baru.
''udahlah bu, orang ini cuma numpang berteduh disini,. nggak usah di layani. mari saya tunjukan kebutuhan ibu'' ucap marketing yg mengabaikan suseno.
,, maksut saudari siapa yg numpang berteduh" tanya monica pada marketing
" itu bu, mas yg bawa topi " tunjuk marketing itu masih belum mengerti
" sebaiknya anda meminta maap sebelum menejermu memecatmu.
" emangnya kenapa?" tanya marketing itu ,
" aku juga tidak mau kamu layani, tolong panggilkan marketing atau sales yg lain aja," ujar monica sedikit emosi.
bersambung
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...