
Sementara di pedalaman kalimantan, tampak terlihat seorang pemuda yg agak kurus, namun tidak menghilangkan wajah tampanya bahkan kegagahanya. Dia berjalan keluar dari huran menuju ladang di bawah lembah yg dia berjalan agak terseok sepertinya ada bekas luka sayatan di wajahnya. Dia menuruni jalan setapak yg terjal juga agak licin, di tangan kanan menyadang parang sedang di pundak bahu bertengger cangkul. beberapa lama sampailah dia di gubuk di situ sudah ada tiga orang , dua orang tua yg berlainan jenis, dan sepertinya suami istri dan seorang perempuan yg cantik, kulitnya putih bersih dan tubuhnya semampai, walau tanpa riasan namun wanita itu tak kalah cantik dengan orang kota. Anggun dan cantik alami itulah gambaran wanita itu.
'' lo nak monik kok nyusul kemari, kan sudah ku bilang tidur di rumah saja, perjalanan dari sini ke rumah sangat berbahaya untuk nak monik yg masih sakit, soalnya di sini banyak binatang buas'' ucap pak tua itu memperingatkan pada orang yg di sebut bernama monik.
'' sudah agak mendingan sepertinya pak, oh ya nak sini ikut di gubuk aja nggak usah kerja, udah siang . Kita makan siang sekalian di sini, itu renata sudah masak masakan enak kayaknya'' ucap ibu tua itu.
'' iya bu , makasih dan sekalian juga aku ingin berbicara sama ibu dan bapak, tentunya juga pada dik renata yg udah merawat dan mengobati sakit ku selama ini'' ucap pria itu yg di panggil pak tua dengan nama monik.
'' udah ayo masuk dan makan dulu, nanti aja bicaranya. pak abas tolong ambilkan daun pisang sana itu untuk tempat makan !'' perintah ibu tua itu.
'' iya bu, '' pak tua yg bernama abas itu hendak beranjak.
__ADS_1
'' biar saya aja pak. Bapak disini aja, istirahat dulu.'' ucap monik
'' eee.. kaki nak monik masih sakit, biar bapak abas aja.'' laeang ibu tua itu
'' nggak kok bu. Biar sekalian latihan gerak bu''. Ucap monik.
monikpun beranjak sambil membawa parang dan mengambil dua pucuk daun pisang . selanjutnya daun itu di serahkan pada renata. renata pun mengambil daun itu sambik tersenyum manis.
monik yg melihat senyum renata pun sempat terpaku dan terpesona
Melihat dua insyan yg saling pandan dan saling senyum diam , pak abas pun pura pura batuk untuk menyadarkan mereka, bahwasanya di sekitar mereka ada orang lain.
__ADS_1
monik dan renata jadi salah tingkah dan malu setelah mereka sadar dengan perbuatan mereka yg tanpa sadar telah mengabaikan orang lain, karena saling terpesona akan karisma masing masing.
'' renata, mana nih nasinya kok tidak di tuang ke daun , supaya ayahmu ini bisa makan, dan juga masmu monik juga udah lapar lo'' ucap pak abas menyindir renata supaya tidak terlalu ber kayal. Namun pak abas sadar, seharusnya memang renata sudah mengenal pria, tapi yg namanya pedalaman, jarang ada yg tau pak abas punya anak perempuan, karena rumah yg di tempati pak abas jauh dan terisolir dari penduduk lainya.
'' sini ibuk bantu, '' ucap ibuk tua itu yg membuat si wanita muda tambah malu dan hanya bisa menunduk malu.
merekapun makan dengan nasi dan ikan bakar yg di campur dengan sambal yg di taruh di atas daun pisang. Namun bagi monik, itu terasa nikmat , monikpun sampai nambah beberapa kali, kalo tidak malu, mungkin monik akan menghabiskan masakan yg dirasa nikmat tiada tara itu . Sehabis makan mereka berbicara santai di ruangan itu. yag namanya gubuk untuk pesawahan ya cuma ada dua bilik, satu bilik kicil tempat tidur lain jenis dan ruangan depan untuk bersantai. Ukuran gubuk itu sendiri kurang lebih dua meter persegi. Sedangkan untuk memasak di lakukan di luar gubuk. gubuk itu di buat di atas panggung supaya terhindar dari hewan buas.
'' pak , buk. Tujuan saya datang kemari sebetuknya pingin tau, siapa saya ini dan kenapa bisa ada di sini. Soalnya berbulan bulan saya di rawat bapak sama ibu juga dik renata selama ini belum sempat bertanya tentang siapa saya ini dan kenapa bisa bersama dengan bapak dan ibu?'' tanya monik yg memang belum tau siapa dirinya .
'' baiklah, sepertinya memang sudah waktunya untuk nak monik ketahui, walaupun kami ini berharap nak monik mau metap di sini selanya, tapi itu tidak baik untuk kami bila nak monik pingin tau asal usul nak monik, sedangkan kami tidak memberitahukan yg kami tau.'' ucap pak abas mulai menceritakan namun berhenti sejenak untuk menghirup udara panjang. Sepertinya ada beban fikiran yg berat untuk menceritakan.
__ADS_1
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...