Garis keturunan yg terabaikan

Garis keturunan yg terabaikan
harus belajar gengsi


__ADS_3

'' aku juga tak mau kamu layani, tolong panggilkan sales atau marketing yg lain'' ucap monica sedikit emosi.


'' baiklah, bila itu kehendakmu demikian bu,'' jawab marketing itu mengalah,


monicapun langsung memanggil salah satu sales , dan meminta menunjukan mobil terbaru dan bermerek,


sementara suseno sudah tertarik dengan mobil yg harganya paling murah dan sudah bertanya pada salah satu sales, karena takut atmnya kurang,


''mas suseno kok di sini , dan emang mas udah dapat mobilnya ya, ?'' tanya monica yg tiba tiba ada di belakang.


'' sudah, itu... mobilnya tolong di periksakan , aku kurang mengerti tentang mobil, ,'' pinta suseno pada monica sedikit tersenyum malu.


'' lo... kok milih yg itu sih mas, mas ini pewaris atp grub. harusnya yg bonafit mas, nanti di marahin nenek lo, '' ujar monika tidak setuju.


'' aku takut kalo duit dalam atm yg menek kasih kurang'' bela suseno


'' lah... emang nenek kasih kartu apa sama mas '' tamya monika lagi


'' ini kartunya '' jawab suseno sambil menunjukan dua kartu


'' haaaa...haaa..hiiii, mas suseno lucu'' tawa monica serelah tau suseno memegang dua kartu,


'' lucunya '' tanya suseno yg merasa tidak mengerti


'' udah ayo ikut aku aja mas, nyari yg bagusan'' ajak monika sambil menggandeng tangan suseno


suseno yg selama ini belum tersentuh tangan wanita apalagi di gandeng, suseno langsung gelagapan dan nurut aja.


hatinya berdetak tak karuan, rasa senang , bahagia, malu , dan tak menentu pikiranya.


'' te..... te... terus i...it..u mobil yg udah aku beli sangat mahal gimana. ?'' tanya suseno glagapan


'' ya udah beli aja buat nanti belajar nyetir. nanti kalo udah bisa baru naik mobil yg saya cariin'' ucap monica sambil menggelandang suseno.


'' itu saya beli teramat mahal lo, harganya 480 juta lo'' ucap suseno bangga menunjukan nilai uang yg belum pernah kemiliki uang segitu.


'' itu harga mobil paling murah di sini mas, udah ayo ikut aja. nanti tak tunjukan yg paling top'' ucap monika sambil mengankat tangan dan menunjuk kan ibu jarinya.


merekapun sampai ke tempat deretan mobil yg mewah, mereka pun di dekati sales dan salah seorang wanita yg tadi menghina suseno. namun karena monica malas untuk berurusan dengan wanita itu, maka di abaikanya wanita itu.

__ADS_1


'' mobil yg di dalam ruangan kaca itu berapa mas harganya, '' tanya monica pada sales .


'' itu mobil terbaru dan hanya satu di sini bu. harganya empat koma delapan m , bu'' saaut sales itu sambil menjelaskan aksesoris mobil mewah tersebut.


beda dengan suseno yg kurang paham maksut kalimat sales tersebut.


'' maksut mas empa koma delapan m itu berapa mas?'' tanya suseno antusias.


beda dengan pemikiran wanita yg menghina suseno, dia berfikir. so k gaya tanya mobil itu, paling paling nanya saja biar di kira wah


'' empat milyar delapan ratus juta pak'' jawab sales tersebut


mendengar kalimat sales tersebut, suseno melongo, harga yg sangat fantastik menurutnya.


'' udah lah ca... nggak usah mobil itu, toh aky tadi udah membeli mobil tadi, aku takut duitnya kurang. '' ujar suseno agak cemas.


'' betul bu, nanti dari pada ibu malu , lagian susah susah ibu keluar duit banyak pada gembel itu,'' kali ini marketing wanita yg sejak tadi diam sambil senyum sinis terhadap suseno


'' haiii diam kamu. lagian siapa yg beli mobil, dia ini yg beli sendiri mobil ini, '' emosi monica saat ini sudah tak terbendung, mendengar suseno di samakan gembel.


'' hah... orang macam gitu kok mampu bayar mobil termewah di sini. kalo memang dia mampu bayar, aku akan keluar dari kerja sini dengan senang hati'' ejek wanita marketing itu.


sales lelaki yg pada dasarnya memang tidak senang dengan atasanya itupun bergegas menemui manejernya ,


'' tapi ingat bu, kalo memang orang siapa itu., pacar ibu itu tidak mampu membayar maka konsekoinsinya dia harus keluar dari deler ini dengan merangkak. gimana bu, setuju'' ujar marketing itu menantang


suseno yg tidak merasa bersalah dan tak tau apa apa di jadikan taruhan oleh wanita marketing itupun sempat mau menampar wanita sok centilan itu. tapi di tahan oleh monica.


'' sabar mas , percayalah pada monica mas'' tahan monica


'' gengsi harus di pertahankan mas, dan mulai saat ini mas suseno harus belajar gengsi, '' lanjut monica pada suseno.


selang beberapa saat menejer sowrum tersebut datang.


'' selamat pagi ada yg saya bantu bu'' sapa menejer propesional.


'' begini pak, marketing bapak ini telah menghina teman saya ini, dan teman saya ini mau membeli mobil yg itu, anak buah bapak yg ini malah bertaruh bahwasanya kalo temen saya ini mampu membayar mobil itu, maka dia dengan suka rela mau mengundurkan diri dari kerja di sini, dan bapak saya minta menjadi saksi. '' monica menjelaskan duduk permasalahanya pada manajer,.


menejerpun melihat ke suseno, menerjen pun berguman sama seperti bawahanya, yaitu mana mungkin orang ini mampu. tapi karena dia propesional , maka dia hanya diam.

__ADS_1


'' baiklah bu, karena urusan mobil yg satu itu, pembayaran harus lewat manajer langsung, atau saya sendiri, dan ngomong ngomong kalo nggak salah saya ini berhadapan dengan ce i o dari atp grup, apa betul bu? '' tanya manajer itu yg pernah melihat monica beli mobil di sini.


'' betul pak dan ini...'' belum sempat monica menyelaikan bicaranya sudah di kode untuk tidak membeberkan siapa dirinya oleh suseno .


'' ooo... selamat datang bu, dan mohon maap bila penyabutan di sini kurang berkenan, baiklah.. mari selesaikan pembayaranya satu unit mobil itu '' ucap menejer itu membukuk hormat pada monica.


namun sebelum mereka beranjak , mereka di dekatin sales yg tadi mengurus surat pembelian mobil


'' mohon maap pak bu, ini surat pembelian mobol xxx seharga 480 juta , mohon di urus pembayaranya ke kantor menejer, dan kebetulan belio, bapak menejer kami ada di sini. ini kwitansi pembayaranya. silahkan bu -pak,'' ucap sales itu sambil menyerakan kwitansi.


'' lo terus yg mau di beli yg mobil yg mana bu'' tanya manajer bingung.


'' dua duanya pak'' jawab monica


menejer itupun melongo , beda dengan marketing wanita itu. dia tersenyum miring., rasakan nanti kamu bakal malu, siapa suruh berurusan dengan saya. ujar marketing wanita iru dalam hati. dia sangat yakin kemenangan ada padanya. membeli mobil yg termurah aja belum tentu mampu , apalagi ini dengan mobil mewah. hah... rasakan nanti. monolok hati marketing .


setelah mereka sampai di ruangan menejer.


'' mau bayar pakai apa ini'' tanya menejer


'' mas suseno, tolong keluarin kartu yg di beri nenek'' pinta monica pada suseno.


'' yg ini '' jawab suseno mengeluarkan kartu atm biasa


melihat suseno mengeluarkan kartu atm biasa marketing itu tersenyum sinis.


'' bukan... yg satunya. '' jawab monica


''oo yg ini'' sambil menunjukan kartu warna hitam.


melihat suseno memegang kartu blakcart, semua mata terbelalak...


bagaimana mungkin orang yg berpenampilan kelihatan seperti gembel, tapi memegang kartu yg di negara ini hanya beberapa orang, dan orang yg memegang kartu itu adalah orang yg terlalu tinggi statusnya.


marketing wanita itu mulai tak enak perasaanya, kekawatiranya sepertinya sudah terlambat namun dia masih menguatkan perasaanya dengan membatin. paling kartu itu palsu.


bersambung


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2