
'' eeengg... Ada apa dengan namaku pak, apa bapak menemukan jati diri saya pak, terus siapa saya ini?'' tanya monik yg nerocos sambil nanyanya tanpa henti, seperti monik lupa bahwa dia menghadapi orang tua.
'' ya... Sekalinya nanya, nggak satu satu. Gimana aku menjawabnya?'' tanya pak abas sambil tersenyum .
Dalam hati pak apas membatin. ''pemuda ini sebetulnya baik. Cuma kasihan nasibnya. Sepertinya dia di celakai musuhnya sehingga seperti ini, seandainya anakku masih hidup, mungkin sebesar dirimu monik''. Batin pak abas.
monikpun jadi malu atas apa yg di perbuatnya tadi,
'' maaf kan saya pak , bukan niat untuk membuat bapak bingung, namun aku juga pingin tau siap saya ini sesungguhnya''. Ucap monik sedikit malu
'' ha...ha...ha.. Udah udah, nggak usah bersedih seperti itu, aku makah suka denganmu nak monik, kamu itu orang baik dan jujur,aku bisa lihat dari pancaran matamu itu,'' ucap pak abas sambil tertawa renyah dan pelan, kesanya tidak mentertawakan merendahkan,
__ADS_1
'' oh ya nak monik, kamu ini kan laki laki, mosok kami harus memanggilmu seperti wanita, padahal kamu ini laki laki gagah dan sejati tentunya, bagaimana kalo saya kasih nama baru buat kamu untuk sementera sampai kamu betul betul ingat siapa dirimu.biar terdengar lebih tidak merendahkan martabatmu sebagai lelaki. Gimana nak monik?'' tanya pak abas meminta persetujuan.
'' sepertinya itu lebih bagus pak, dan saya ikut atas saran dan petunjuk bapak.'' jawab monik sambil meminum kopi yg sudah tak terlalu panas.
'' baiklah, mulai sekarang aku dan keluargaku akan memanggilmu dengan nama brahim mahardika, dan untuk nama itu bisa kamu pakai atao kamu buang setelah kamu ingat dirimu nanti''. Ucap pak abas yg di angguki oleh bu rosidah dan renata.
'' terima kasih pak, oh ya.. Terus katanya pak abas tadi menyebutkan biar bisa mengobati anak laki laki kalo nggak salah dengar tadi, bisa di kasih tahu saya pak, apa arti yg sebenarnya kalimat itu.'' tanya monik yg kini ganti nama brahim mahardika.
sedangkan yg di tanya , sedikit terdiam dan mengambil nafas dalam , seakan mengumpulkan kenangan kenangan masa lalu yg sangat berat. Melihat hal itu brahim merasa tidak enak hati karena merasa telah merusak suasana.
'' tidak nak brahim , sebetulnya juga hal ini mau saya omongkan, takutnya nanti kamu membenci kami.'' ucap pak abas sedikit pelan
__ADS_1
'' apa alasan saya untuk membenci keluarga yg telah menyalamatkan nyawa dan badan saya ini, bahkan saya merasa kayaknya tak mampu untuk balas budi untuk bapak , ibu dan renata yg dengan setia merawwat saya selama saya sakit''.
'' jangan bilang balas budi terhadap kami nak mon.. Eh.. Nak brahim maksut ibu, kami iklas lahir batin tanpa pamrih sekil debu pasir pribahasanya''. Kali ini ibu rosidah yg berucap yg hampir salah sebut nama .
'' iya nak brahim, seandainya kamu tinggal di sini selanya pun sedik pun tak keberatan. Malah sebaliknya, kami teramat senang karena rindu anak laki laki yg tak mungkin aku peluk selamanya''. .ucap pak abas menimpali.
''' maksut pak abas dengan tak bisa di peluk selamanya itu....?'' ucap brahim mahardika yg tidak di lanjutkan ucapanya karena takut salah presepsi.
'' ya.... Nak brahim , kami ini sebetulnya bukan penduduk asli sini., saya dulunya adalah orang kota xxx. Dulu saya punya perusahaan di kota , dan sebenarnya istri saya ini yg kamu kenal bukan istri saya , istri saya yg dahulu entah masih hidup atao tiada, yg jelas saat itu istri saya dalam ke adaan di larikan kerumah sakit karena mau melahirkan anak kami yg pertama. Saat itu aku ada di luar negeri untuk mengurus bisnis.
begitu aku mendapat kabar bahwasanya istriku mau melahirkan akupun segera balik untuk menunggui istriku yg ada di rumah sakit seorang diri. Namun di tengah jalan setelah saya turun dari pesawat saya langsung mencegat taksi , namun tak ku sangka sopir taksi itu ternyata salah satu orang yg mau mencelakai kami sekeluarga,.
__ADS_1
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...