
Gendis terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Agam, ia masih merasa kesal kepada pria itu.
"Lepaskan saya, Tuan! Nggak usah pegang-pegang tangan saya!" seru Gendis yang masih saja menghindari Agam.
Agam menghela nafasnya dan menatap wajah Gendis dalam-dalam. Agam memang melepaskan tangan Gendis, tapi kali ini Ia menarik pinggang Gendis dan menyandarkannya pada bodi mobil, sehingga kini Gendis tidak bisa lari dari Agam.
"Apa mau, Tuan! Biarkan saya pergi, saya mau pulang!" ucap Gendis sembari mencoba mendorong tubuh Agam. Namun, Agam justru semakin menahan Gendis untuk tidak pergi darinya.
"Kamu tidak boleh pergi, tetaplah bersamaku Gendis! Aku tidak bisa hidup tanpamu," balas Agam sembari menatap kedua bola mata Gendis yang tampak bercahaya.
"Tapi, Anda sudah membohongi saya, Tuan! Kenapa? Kenapa Anda tega sekali melakukan hal itu, Anda sudah mempermainkan perasaan keluarga saya, dimana hati nurani, Tuan?" seru Gendis yang mengungkapkan kekesalannya kepada Agam.
__ADS_1
Gendis menangis, betapa ia sangat bersedih saat sang Ayah diancam di penjara oleh Agam, masih teringat dengan jelas, bagaimana Agam sangat tega membuat Ayah dan Ibu nya berpisah dari sang anak yang terpaksa harus menebus hutang-hutang sang Ayah. Dan ternyata itu adalah sebuah kebohongan yang terbungkus begitu sempurna, ia harus menjadi pembantu di rumah Agam demi melunasi hutang-hutang sang ayah, Gendis juga harus merelakan sekolahnya, ia terpaksa putus sekolah karena ia mengabdi kepada Agam.
"Aku minta maaf padamu, aku akui aku memang salah, tapi jujur Gendis! Aku benar-benar sayang sama kamu, mungkin apa yang aku lakukan itu memang konyol, tapi percayalah! Semua itu ku lakuku karena aku ingin merebut hatimu, saat pertama kali aku melihatmu, aku merasakan sesuatu yang berbeda, hingga akhirnya aku tahu jika kamu adalah anak pak Sulaiman, dan akhirnya aku merencanakan hal itu karena aku tahu kamu sangat membenciku, aku ingin mendekatimu secara personal, agar kamu tahu bagaimana aku sangat mencintaimu!!" ungkap Agam yang membuat Gendis terdiam.
"Tapi kenapa harus dengan cara seperti ini, Tuan? Anda tahu betapa sedihnya perasaan saya ketika saya harus berjuang keras agar ayah saya tidak masuk penjara, dan ternyata semua itu hanya prank? Ayolah Tuan, ini sangat tidak lucu," sahut Gendis dengan rasa kecewanya. Agam pun bukan pria yang lemah, ia tahu jika Gendis masih sangat marah padanya, ia berusaha untuk bersabar menghadapi sifat Gendis yang tentunya masih labil, mengingat usianya masih remaja.
"Baiklah! Sekarang katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa memaafkan aku, apa aku harus memohon kepadamu dan bersimpuh di hadapanmu?" Agam tampak duduk dengan lututnya sebagai penyangga dan menatap wajah Gendis dengan sendu.
Tentu saja mereka berdua menjadi pusat perhatian, pasalnya mobil Agam berhenti di pinggir jalan raya, tentu saja setiap kendaraan yang lewat memperhatikan Agam yang saat itu bersimpuh di hadapan Gendis.
Gendis rasanya malu dan tidak enak dengan orang-orang sekitarnya, ia pun terpaksa berkata sudah memaafkan Agam, agar pria itu segera berdiri dan masuk lagi ke dalam mobil, sehingga tidak membuat macet dan menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
"Tuan sudah! Iya iya saya maafkan, Anda! Dan sekarang berdiri lah! Malu dilihat banyak orang, saya mohon!" ujar Gendis.
Akhirnya Agam pun berdiri dan mengucapkan terima kasih banyak kepada Gendis. Setelah itu sang duda pun meminta Gendis untuk ikut dengannya.
"Ikutlah denganku Gendis!!" Agam langsung membawa masuk Gendis di dalam mobil.
"Ta-tapi, Tuan! Untuk apa Anda mengajak saya? Saya nggak mau di apa-apain sama Tuan," mendengar ucapan dari Gendis yang polos, sehingga membuatnya tertawa kecil dibuatnya.
"Gendis Gendis! Yang mau apa-apain kamu itu siapa lagi sih! Memang nya aku nafsu dengan gadis yang masih bocil sama kamu, belum tumbuh dengan sempurna, palingan juga masih kecil itunya!!" seru Agam yang spontan membuat Gendis membulatkan matanya.
"Apa? Tuan bilang apa? Saya masih bocil? Kalau saya masih bocil kenapa Anda naksir saya, huu dasar pedofil!!!" umpat Gendis yang semakin membuat Agam tertawa.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...