GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam

GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam
Menyenggol Nita


__ADS_3

Ketiga siswanya menoleh seketika ke arah Bu Titin, lantas sang guru meminta penjelasan kepada Nita tentang apa yang baru saja Ia katakan.


"Apa yang kamu katakan tadi ada buktinya dan bisa dipertanggungjawabkan?" tanya Bu Titin menyelidik.


"Tentu saja, Bu! Saya tidak mungkin bohong, nih saya sudah punya rekaman video saat Gendis bermanja-manja menelepon Daddy nya, sekarang ibu pikir deh! Siapa coba yang dipanggil Gendis dengan Daddy kalau bukan Tuan Agam atau mungkin Om-Om yang memelihara dia," jelas Nita.


"Nita benar, Bu! Kami berdua melihat dengan mata kepala sendiri kalau si Gendis itu bicara lemes banget, kayak dibuat-buat, ya iyalah itu kan cara dia buat merayu, Bu Titin harus segera bertindak, Bu. Apa jadinya jika sekolah ini ditempati oleh siswi yang nakal seperti Gendis, pasti nama sekolah kita ikut menjadi buruk, ihhh!" timpal Rina.


Bu Titin pun mulai berpikir mencari tahu apakah Gendis benar-benar seperti yang dituduhkan oleh kedua siswinya itu, apalagi itu menyangkut Agam, pasti wanita yang sampai usia matang belum menikah itu, terlihat sedikit geram. Apalagi Agam adalah pria incarannya sedari dulu, tapi sayangnya Agam tidak pernah memperdulikannya.


"Sepertinya aku punya saingan baru, bagaimana mungkin Agam mau dengan gadis ingusan seperti Gendis? Ya ampun! Seleranya sangat rendah sekali, ya jauhlah dari aku yang masih terlihat seksi, pokoknya Agam harus kudapatkan, apapun caranya, hmm dia kan seorang duda," batin Bu Titin yang berniat untuk mendekati Agam.


Bu Titin tampak meminta bukti yang dimiliki oleh Nita tentang Gendis yang seorang gadis-gadis nakal simpanan hidung belang.


"Ini buktinya, Bu! Dan Ibu bisa lihat sendiri bagaimana cewek miskin itu sedang berkata dengan manja dengan seseorang," seru Nita yang semakin memanas-manasi gurunya itu agar dirinya mendapatkan pembelaan.


Bu Titin yang merupakan wali kelas Gendis, wanita itupun segera melihat sebuah video saat Gendis sedang bertelepon ria dengan suaminya.


"Apa? ini tidak mungkin, Gendis ... sungguh keterlaluan kamu gadis sialan!!" umpat Bu Titin yang terlihat begitu kesal saat melihat video Gendis bertelepon dengan seseorang yang dipanggilnya dengan Daddy itu.


Sementara itu, Gendis terlihat santai menuju ke kantin, dan Ia tampak memesan makanan. Setelah menunggu giliran, akhirnya Gendis memperoleh sepiring nasi goreng yang sudah dipesannya. Setelah itu Gendis segera duduk di sebuah bangku panjang dan ia pun mulai memakai nasi goreng pesanannya.

__ADS_1


Tak berselang lama, Nita dan Rina ikut datang ke kantin, tanpa sengaja Ia melihat Gendis yang sedang duduk sembari menikmati makanannya.


Rina memberi tahukan Nita jika ada Gendis yang sedang duduk sendirian sambil menikmati makanannya. Nita pun tampak tersenyum smirk dan Ia akan menyindir Gendis di depan teman-temannya yang ada di sana.


Setelah kedua gadis itu memesan makanan, keduanya pun sengaja mencari duduk yang berdekatan dengan Gendis. Dan kebetulan ada beberapa teman-temannya yang sedang duduk di sebelah Gendis berada.


"Hai Guys! Boleh gabung nggak?" seru Nita kepada beberapa temannya.


"Gabung aja!" balas salah seorang diantaranya.


Nita dan Rina pun duduk sembari berbaur dengan teman-temannya. Hingga akhirnya, disela-sela mereka makan, tiba-tiba Nita berkata sesuatu yang menyindir tentang Gendis.


"Eh kalian tahu nggak sih, gue tuh punya temen dan temenku itu punya kakak yang dulunya itu jadi sugar baby alias simpanan om-om gitu," seru Nita yang masih tidak dipedulikan oleh Gendis.


"Ya ampun! Tahu nggak sih pekerjaan nya itu, idihhh menjijikkan sekali, kakaknya temen ku itu bekerja di rumah orang kaya, eh nggak tahunya ya dia itu merangkap sebagai simpanan si Tuan rumah, ihhh pokoknya jijay banget sama kelakuannya, sok suci, sok naif, padahal duit yang dia punya itu hasil dari ngelonthe, iyuuhhh duit haram, Guys!! Gitu kok nggak malu sih datang ke sekolah, kalau aku sih udah malu banget kali sekolah lagi, tahu dirilah seenggaknya," celoteh Nita yang tak sengaja terdengar di telinga Gendis.


"Nita bener, Guys! Tahu nggak sih, sebenarnya di sekolah kita tuh ada loh siswi yang seperti itu, ihh najis!" sahut Rina yang membuat teman-temannya terkejut.


"Ya ampun! Masa sih?"


"Siapa dia, kepo nih?"

__ADS_1


Beberapa siswa di tempat itu sempat heboh dan bertanya-tanya siapa siswi yang digosipkan menjadi simpanan om-om.


Gendis pun merasa jika temannya itu sengaja menyindirnya karena nyatanya mereka berdua tidak menyukai Gendis bersekolah lagi.


Gendis pun tampak diam sampai ia menghabiskan makanannya, setelah itu ia pun beranjak pergi untuk mengambil air minum di dalam kulkas.


Nita dan Rina tampak memperhatikan kemanapun Gendis pergi, seolah Gendis tie memperdulikan ucapan mereka berdua yang sengaja menyindir dirinya. Setelah Gendis mengambil minuman, ia pun kembali ke tempat duduknya yang kebetulan melewati Nita dan Rina.


Gendis pun berpura-pura tersandung sehingga dirinya menyenggol Nita yang sedang duduk menikmati makanannya.


"Awwww ... sorry-sorry, aku nggak sengaja, ya ampun sorry banget, Nit!!" seru Gendis saat melihat Nita yang tampak rambutnya basah karena terkena tumpahan air minum yang dibawa oleh Gendis.


"Ihhh ... kamu punya mata nggak sih! Kalau jalan lihat-lihat dong! Jadi basah kan rambutku," kesal Nita sambil memegangi rambut yang basah. Gendis pun terlihat menahan rasa ingin tertawanya.


"Ya punya lah, nih mataku di depan dan selalu melihat ke arah depan bukan di belakang, kamu aja yang nggak lihat aku datang," sahut Gendis dengan santai.


"Tutup mulutmu! Nggak usah sok tahu, ya!" sahut Nita yang masih sangat kesal.


"Uppss sorry! Tapi setidaknya aku tidak sok tahu, karena aku berkata apa adanya, bukan berkata ngawur dan sok paling benar," ucap Gendis tegas, dan setelah itu Ia pun meninggalkan teman-temannya.


"Ck! Sialan si Gendis! Aku akan membuatmu menyesal, Ndis. Tunggu saja!! Ihhhh lengket banget, jijik!!" seru Nita tanpa sadar dirinya mendapatkan tertawaan dari teman-temannya, karena rambutnya tercium aroma minuman manis.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2