GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam

GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam
Ingin bersekolah lagi


__ADS_3

Gendis melihat Agam yang sedang tertawa, ia pun memprotes dengan apa yang dilakukan oleh Agam.


"Kenapa Tuan tertawa? Memang nya ada yang lucu!!" ucap Gendis. Kemudian Agam pun berhenti tertawa dan menatap wajah polos Gendis.


"Kamu masih sangat polos sekali, Gendis! Itu yang aku suka darimu, ayo masuk!!" Agam membuka pintu mobil dan mempersilahkan Gendis untuk masuk ke dalam mobil. Gendis pun menuruti perintah Agam.


Agam pun masuk ke dalam mobil dan membawa Gendis ke suatu tempat yang pastinya akan membuat Gendis tidak percaya. Selama dalam perjalanan, pandangan mata Agam tak pernah lepas dari gadis yang duduk di sampingnya, sehingga membuat Gendis tampak malu-malu dan berkata, "Tuan lihat ke depan aja! Jangan lihatin saya mulu, awas nabrak loh!!" seru Gendis sambil menutupi wajahnya dengan tas yang ia bawa dan membuat Agam tersenyum.


"Hei jangan ditutup dong! Aku tidak bisa melihat wajah manismu lagi," protes Agam.


"Nggak mau, Tuan fokus aja nyetirnya, bisa-bisa saya ganggu konsentrasi Tuan nanti," ucap Gendis sembari tersenyum malu.


Agam pun menatap lurus ke depan, hingga akhirnya ia mengatakan sesuatu yang membuat Gendis terbang melayang.


"Kau tahu, Gendis! Sejak pertama aku melihatmu, ada sesuatu yang membuatku tertarik untuk mendekatimu, aku tidak tahu kenapa, aku merasakan ada getaran-getaran halus yang datang begitu saja, melihat senyummu, melihat apapun yang ada dalam dirimu, semua itu sangat membuatku penasaran, hingga akhirnya tercetus ide untuk mendekatimu dengan cara itu, aku tahu kamu sangat tidak menyukai sosok Tuan Agam, iya kan? itulah kenapa aku melakukan semua itu," ungkap Agam dengan penuh penyesalan.


"Iya sih! Dulu saya gedek banget loh sama, Tuan! Udah tua belagu lagi, masa beraninya sama anak SMA," sahut Gendis yang seketika membuat Agam tertawa lagi.

__ADS_1


"Heh apa kamu bilang? Aku tua? Sekeren ini kamu bilang tua?" sahut Agam yang tak terima jika Gendis mengatakan dirinya tua.


"Memang itu kenyataannya kan, Tuan! Anda itu sudah tua, udah nggak usah protes soal umur, gara-gara Tuan saya harus putus sekolah, padahal saya masih ingin bersekolah, Tuan! Saya masih ingin melanjutkan pendidikan saya, hmm terpaksa pupus sudah harapan saya," ungkap Gendis bersedih. Agam pun akhirnya memutuskan untuk menyekolahkan Gendis lagi dengan satu syarat.


"Kamu ingin bersekolah lagi?" tanya Agam serius. Tentu saja Gendis menyambutnya dengan senang.


"Iya iya mau banget lah, Tuan!" balas Gendis dengan cepat.


"Aku akan menyekolahkan mu, tapi ada satu syarat," ucap Agam yang membuat Gendis mengernyitkan dahi.


Agam menatap wajah Gendis dan meraih tangannya, setelah itu ia pun berkata, "Kita menikah dulu, setelah itu aku akan mengizinkanmu untuk bersekolah, bahkan kamu minta sampai ke perguruan tinggi, aku tidak masalah, asalkan hubungan kita sah itu saja, bagaimana?" pernyataan Agam nyatanya membuat Gendis garuk-garuk kepalanya.


"Apa, Tuan! Kita harus menikah dulu? Tapi apa boleh sekolah mengizinkan siswinya yang sudah menikah untuk bersekolah, itu nggak mungkin, Tuan!" ucap Gendis.


"Iya ... aku tahu itu, kita bisa merahasiakan pernikahan ini, itu sangat mudah Gendis, tidak akan ada orang yang tahu jika kita sudah menikah, hanya kedua orang tuamu saja dan orang-orang kepercayaanku, dengan begitu kamu bisa melanjutkan sekolahmu tanpa ada beban, dan aku akan tetap sabar untuk tidak menyentuhmu, semoga saja aku bisa," ungkap Agam yang berharap dirinya masih bisa menahan diri meskipun Gendis sudah menjadi istrinya, mengingat Gendis masih harus melanjutkan pendidikannya.


"Baiklah, Tuan! Saya setuju, tapi bener ya! Anda tidak akan menyentuh saya dulu? Saya masih kecil, Tuan!" balas Gendis sembari cengar-cengir.

__ADS_1


"Tergantung!!" sahut Agam cepat.


"Maksudnya?" Gendis tampak membelalakkan matanya.


"Kalau kamu tidak menggodaku, aku tidak akan menyentuhmu, tapi ... jika keadaannya mendesak, bisa saja itu terjadi," jawaban Agam seketika membuat Gendis komat-kamit.


"Huuuhh dasar laki-laki, katanya nggak bakalan nyentuh, eh ujung-ujungnya ...."


Agam melihat Gendis yang sedang komat-kamit, pria itu pun tertawa, lantas Agam pun berkata, "Udah nggak usah gitu, aku cuma bercanda, aku janji tidak akan menyentuhmu sebelum kamu mengizinkan nya, karena aku tidak mau memaksamu untuk melakukannya, kamu menjadi istriku saja aku sudah sangat bahagia,"


Gendis tersenyum mendengar penuturan dari Agam, ia pun merasa jika sosok Agam adalah pria yang bertanggung jawab dibalik kesan arogan dan kesombongannya selama ini.


...BERSAMBUNG ...


Mampir dulu yuk ke karya kak Hilmiath!! 🥰


__ADS_1


__ADS_2