GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam

GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam
Diintip


__ADS_3

Gendis mengikuti pelajaran dengan baik, ia pun terlihat begitu rajin, Gendis merupakan salah satu siswi yang cukup berprestasi, hanya saja Gendis memiliki keterbatasan biaya, tak jarang Gendis mendapatkan beasiswa dari sekolah karena prestasinya. Tapi, meskipun begitu teman-teman Gendis tetap saja memandang sebelah mata kepada Gendis, karena Gendis bukanlah dari kalangan orang kaya.


Beruntung ia memiliki teman sebangku yang baik seperti Dina, di saat jam pelajaran, Gendis tampak ditelepon oleh suami tercinta, tentu saja Gendis sembunyi-sembunyi saat Agam menghubungkan sang istri.


Kebetulan di dalam kelas, semuanya siswa sedang beristirahat, tinggal dirinya sendiri di dalam, begitu juga dengan Dina yang sedang keluar sebentar ke toilet. Di saat keadaan sepi, Gendis pun menerima telepon dari sang suami.


"Halo, Dadd!"


"Halo, Honey! Bagaimana sekolahmu? Kamu baik-baik saja, kan?" seru Agam yang saat itu sedang berada di kantornya.


"Gendis baik-baik saja kok, Dadd! Hmm Daddy lagi ngapain?" tanya Gendis.


"Lagi mikirin kamu!"

__ADS_1


"Aaaa ... Daddy bisa aja! Eh Daddy udah makan belum?" tanya Gendis yang masih memikirkan tentang kondisi sang suami.


"Udah! Tapi belum kenyang," jawab Agam sambil menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya. Membayangkan dirinya kini sedang bersama istrinya.


"Loh kok belum kenyang, emang Daddy makan apa? Bukan makan angin, kan?" goda Gendis sembari tertawa dan memperhatikan sekitar, bila saja ada teman-temannya yang melihatnya.


"Ya makan nasi dong! Masa makan orang," balas Agam yang membuat keduanya saling tertawa.


"Ihh ... Daddy sukanya gitu deh! Gendis serius, nanti kalau Daddy sakit, Gendis juga ikut sedih, Dadd!" sahut Gendis sembari memainkan ujung rambutnya.


"Loh! Kok makan Gendis sih! Idiiih Daddy tuh kanibal, ya?" celetuk Gendis yang memaksa Agam untuk selalu menggodanya.


"Ya enggak dong, Sayang! Mana mungkin aku memakan kamu. Aku kangen banget sama kamu, Sayang!" balas Agam dengan suara manjanya.

__ADS_1


"Ya ampun, Daddy! Gendis ini masih sekolah, nanti kita juga ketemu di rumah, Daddy bisa puas-puasin semau Daddy," balas Gendis yang semakin menggoda Agam untuk terus menggoda istrinya.


"Ya ... masih lama dong! Sekarang masih jam 10 pagi, kamu pulang jam dua belas siang, keburu keriting!" ucapan Agam seketika itu Gendis berkata, "Bukannya dari dulu juga udah keriting ya, Dadd? Apa sekarang ganti penampilan, dicatok biar lurus gitu?" seloroh Gendis yang membuat Agam tersenyum sumringah menghadapi istrinya yang lugu itu.


"Bukan cuma dicatok, tapi juga di smoothing, Sayang. Pasti penampilan terbarunya sangat gokil, iya kan sayang." ucap Agam sembari meletakkan ponselnya pada telinga yang satunya, mereka berdua pun tampak saling bercanda. Hingga secara tak sadar ada dua pasang bola mata yang sedang memperhatikan mereka di luar kelas.


Di sisi lain di luar kelas, terlihat Rina dan Nita yang sedang mengintip Gendis yang sedang berbicara mesra dengan seseorang lewat telepon.


"Coba lihat deh! Ya ampun kampungan banget sih iya, kan?" celetuk Nita yang tanpa sengaja melihat Gendis yang sedang berbicara dengan sang suami dengan manja.


"Eh sebenernya Gendis itu kerja apa sih di rumah Tuan Agam? Kok dia langsung punya iPhone semahal merek "Jeruk," ya!" tanya Rina melihat iPhone yang digunakan oleh Gendis adalah iPhone keluaran terbaru dan harganya yang cukup fantastis.


"Halah! Ya pasti ngelonthe lah, tuh lihat aja dia ngobrol seperti apa? Kalau gadis baik-baik, mana mungkin Gendis berkata dengan manja gitu, ihhh menjijikkan," sahut Nita yang terlihat sinis ketika Gendis berbicara dengan suaminya sendiri.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2