GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam

GENDIS Pembantu Manis Tuan Agam
Udah bolong


__ADS_3

"Itu Bu. Si Arif ditangkap polisi karena sudah dilaporkan oleh orang tua gadis yang sudah ia hamili, astaghfirullah amit-amit punya anak seperti itu, Bu!" seru sang tetangga.


Bu Farida pun tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan Bu Sukoco, ia pun hanya tersenyum kemudian pamit pulang ke rumah. Meskipun ia tahu jika keadaan Bu Sukoco tampak marah-marah.


"Oh ... begitu! Ya sudah saya pulang dulu, mari Ibu-ibu!" pamit Bu Farida sembari beranjak pulang.


"Ya ampun, Bu Farida baik banget ya Allah, dia nggak membalas sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh Bu Sukoco, padahal kita tahu bagaimana Bu Sukoco dulu ngata-ngatain Gendis," sahut yang lainnya.


Sementara itu, Bu Sukoco yang sudah telanjur kesal itu meminta para tetangganya untuk meninggalkan rumahnya.


"Bubaarrr! Ngapain semuanya di sini! Bubar, ini bukan tontonan gratis, bubar bubaaaaar!!" teriak Bu Sukoco sambil menunjuk dengan tangannya. Tentu saja para tetangga menjadi takut dan mereka pun bubar.


"Waduh gawat Bu ibu, Bu Sukoco mengamuk, pulang aja yuk!"


"Ayuk Ayuk! Ngeri ya kalo ngamuk, hiii!!"


Para tetangga pun kabur pergi meninggalkan halaman rumah Bu Sukoco.

__ADS_1


"Sudah, Bu. Sabar! Jangan teriak gitu, malu!" ucap Pak Sukoco yang berusaha untuk menenangkan istrinya.


Bu Farida pun akhirnya tiba di rumah, ia masuk ke dalam rumah dan melihat pak Sulaiman yang sedang duduk-duduk sambil membaca koran.


Bu Farida ikut duduk di samping Pak Sukoco, terlihat Bu Sukoco mengambil air minum dan ia tampak membutuhkan minum untuk menenangkan dirinya.


"Ibu kenapa? Sepertinya ibu baru saja melihat sesuatu yang aneh? Muka Ibu tegang gitu? Ada apa, Bu?" tanya Pak Sulaiman penasaran.


"Ibu baru saja dapat kabar, Pak!" jawab Bu Farida sembari mengatur nafasnya.


"Kabar? Kabar apa?" pak Sulaiman tampak sangat penasaran. Gendis yang baru saja turun dari kamarnya, ia pun ikut duduk di samping sang ayah.


"Arif ditangkap? Siapa yang menangkap, Bu? Polisi?" sahut pak Sulaiman yang tidak percaya.


"Iya, polisi. Katanya Arif dituduh sudah menghamili anak gadis tetangga desa, dan Arif tidak mau tanggung jawab, karena orang tuanya tidak terima, makanya Arif dilaporkan dan ditangkap oleh polisi," ungkap Bu Farida menjelaskan. Pak Sulaiman pun hanya bisa geleng-geleng kepalanya.


"Astaghfirullah! Anak jaman sekarang udah pinter bikin anak, padahal Arif itu masih seusia Gendis," seru pak Sulaiman tak habis pikir.

__ADS_1


"Hah ... Arif ditangkap polisi karena menghamili anak gadis orang, ya salaam! Untung saja Gendis sudah lama putus dari dia, kalau enggak bisa-bisa Arif ... hiiii nggak bisa bayangin, Yah! Untung saja suami Gendis udah ingetin, kalau Arif itu bukan laki-laki yang baik," sahut Gendis yang bangga kepada suaminya.


"Ingat Gendis! Suamimu itu lebih dewasa dan tentunya dia lebih tahu, oh ya! Kapan suamimu pulang? Bukankah sebentar lagi kamu kelulusan, apakah dia tidak ikut mengantarmu ke acara wisuda?" tanya sang ayah.


"Sebentar lagi katanya, Yah! Pekerjaan dia banyak banget katanya, kasihan juga sebenarnya, Daddy pasti nggak ada teman di sana," ucap Gendis. Sang ayah pun menggoda sang anak yang sedang rindu-rindunya itu.


"Halah! Kamu juga kangen kan sama suamimu?" sindir pak Sulaiman sembari tersenyum kepada sang anak.


"Ihh ... Ayah! Ya jelas kangen lah!" sahut Gendis malu-malu. Bu Farida pun ikut tersenyum melihat Gendis yang tampak malu-malu.


"Ibu berharap, kamu segera memberikan kami cucu, Ibu sudah nggak sabar ingin segera menggendong anak kalian, ibu mau tunjukkan kepada para tetangga jika ibu sudah punya cucu," seru Bu Farida yang membuat pak Sulaiman menyelanya.


"Loh kok minta cucu dulu! Ya kita harus umumkan dulu pernikahan mereka, Bu! Biar para tetangga tahu kalau Gendis ini sudah menikah, nanti ujug-ujug Gendis hamil dan melahirkan, pasti para tetangga ngomong aneh-aneh, tahu sendiri tetangga kita banyak yang kepo, dan Ayah yakin jika Gendis ini masih belum disentuh oleh suaminya, iya kan Gendis?" tanya Pak Sulaiman yang mengira jika sang anak masih suci alami.


Gendis pun hanya cengar-cengir saat sang Ayah berkata seperti itu.


"Hehehe!" Gendis meringis sambil garuk-garuk kepalanya.

__ADS_1


"Eh aku masih gadis? Aduh Yah ... Ayah nggak tahu aja kalau Gendis udah bolong, abisnya penasaran Daddy nakal banget sih, suka godain Gendis tiap malam nunjukin terong nya yang panjang itu, ihhh geli!!" batin Gendis sembari senyum-senyum.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2