
Sambil melihat disekeliling rumahnya, Rangga melihat kolam kecil yang ada didepan rumahnya walaupun isinya cuma ada sedikit ikan mas dan ikan nila hanya beberapa ekor saja, Rangga pun segera mengambil joran pancingnya, segera saja mengambil posisi yang enak.
“Huf...” sambil melempar mata kail pancingnya ke tengah kolam dengan gaya yang profesional walau sebenarnya kolam itu hanya kurang lebih 1 meter persegi Rangg memulai misi hariannya, memancing.
Kalau diperhatikan lebih teliti ternyata Rangga tidak memakai umpan di mata kailnya , kosong tidak ada cacing atau sesuatu yang bisa dijadikan umpan untuk memancing ikan yang ada didalam kolam.
Dua puluh menit telah berlalu terlihat Rangga sudah mulai bosan dan mengantuk, sambil memegang joran pancingnya dengan setengah hati tak ada satu ekor ikan pun yang mendekat. Tak berapa lama tanda notifikasi pun muncul, sebuah nada yang ditunggu tunggu oleh Rangga sampai dia bosan menunggunya, memancing memang hal yang jarang dilakukannya dan bukan hal yang dia sukai atau Rangga membencinya, memancing adalah hobi ayahnya, bahkan joran itupun milik ayahnya. Kalau dia sadar dan berpikir memancing bisa melatih konsentrasinya dan kesabarannya tapi dia memang tidak menyukainya.
Misi harian
Memancing ( 30 / 30 menit )
Push up ( 100 / 100 )
Berlari ( 10 / 10 km )
Anda telah berhasil menjalankan misi harian. Anda mendapatkan tambahan poin.
Kekuatan : 10 ( + 137 ) + 5
Ketangkasan : 10 ( + 83 ) + 2
Daya tahan : 10 + 1
Insting : 10
Kecerdasan : 10
\~\~\~\~\~
Poin + 5
Rangga mendapat poin tambahan untuk statnya dan juga mendapatkan tambahan 5 poin yang bebas dia tambahkan kemana saja.
Sambil membuka status nya Rangga memperhatikan penambahan statnya
Kekuatan : 15 ( + 137 )
Ketangkasan : 12 ( + 83 )
Daya tahan : 11
Insting : 10
__ADS_1
Kecerdasan : 10
\~\~\~\~\~
Poin 5
Rangga berpikir keras akan tambahan 5 poinnya yang harus ditambahkan kemana, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia urungkan menambahkan ke statnya untuk sekarang.
.................
Aktifitas sehari hari Rangga tidak terlepas dari misi hariannya, hari hari pun berlalu, sambil menonton televisi pada sore hari Rangga melihat salah satu stasiun televisi yang menunjukan hitungan mundur akan fenomena yang terjadi, kurang lebih satu jam lagi akan mencapai angka 00:00 untuk lingkaran yang berwarna merah, bahkan diacara televisi tersebut kesibukan semakin terlihat, hampir semua satuan keamanan bersiaga penuh akan apa yang akan terjadi, sambil mengenakan peralatan tempur dengan senjata lengkap. Polisi dan tentara berbaur menjadi satu, hampir semua lingkaran aneh itu telah terjaga.
Polemik terjadi ketika salah seorang nara sumber di televisi tersebut berkata, untuk semua lingkaran yang ada dan diketahui bisa dijaga tapi, bagaiman jika sebuah lingkaran tersebut jauh dari jangkauan, bisa jadi daerah yang tidak ada penghuninya, hutan, pegunungan atau malah bisa jadi didalam air, semua kemungkinan dilontarkan oleh nara sumber tersebut dan hal itu menjadi pekerjaan besar.
Menurut laporan yang terdata di Indonesia terdapat
Lingkaran merah 34
Lingkaran jingga 21
Lingkaran kuning 10
Lingkaran biru 2
Dan semua lingkaran tersebut telah terjaga oleh pihak keamana gabungan polisi dan tentara dan beberapa polisi dan tentara merupakan Pejuang dan bu Ratna juga bertugas untuk menjaga salah satu lingkaran tersebut, sementara untuk para Pejuang dari masyarakat ada juga yang terlihat disana.
‘Untuk pertama dan terakhir kali, diharapkan untuk semua Pejuang untuk bersiap’
Rangga sempat terkejut sebuah notifikasi pemberitahuan yang bisa berubah menjadi ancaman, dan hampir semua Pejuang yang terlihat oleh Rangga di televisi menunjukan reaksi, sepertinya bukan Rangga saja yang mendapatkan notifikasi tersebut kemungkinan seluruh Pejuang yang ada di Indonesia mendapatkan notifikasi tersebut dan bukan hanya Indonesia tapi bisa jadi untuk semua Pejuang yang ada diseluruh penjuru dunia.
00 : 00 : 05
00 : 00 : 04
00 : 00 : 03
00 : 00 : 02
00 : 00 : 01
00 : 00 : 00
‘Pertempuran dimulai’
__ADS_1
Notifikasi muncul dihadapan Rangga, langsung saja Rangga berdiri tegak karena keterkejutannya.
“Pertempuran, pertempuran apa...?”
.............
Terlihat salah satu lingkaran merah yang berdiameter kurang lebih empat meter yang lokasi tepat ditengah lapangan merdeka telah menunjukkan angka 00 : 00 dan waktu menunjukan jam delapan malam, hal itu terkonfirmasi oleh seorang pejuang kelas Support dari pihak polisi, dan polisi tersebut juga berkata kalau hitung mundurnya telah diriset kembali dan dimulai dengan waktu 24 jam lagi.
23 : 53 : 23
Tapi polisi tersebut berkata kalau warna angka hitungan mundurnya telah berubah yang semula berwarna hijau sekarang menjadi warna merah, dan hal ini terus menambah kebingungan, kebingungan dan kebingungan lainnya.
Seorang atasan yang bertanggung jawab terhadap lokasi tersebut memberi perintah kepada Polisi kelas Support itu untuk menyelidiki lingkaran itu, dan polisi itu mendekati lingkaran merah yang terus menerus berputar dengan perlahan lahan, dia pun menyentuh lingkaran tersebut, terlihat tangannya masuk kedalam lingkaran itu, dan rekan rekannya yang dibelakang lingkaran tersebut tidak melihat tangan polisi kelas Support itu tembus kebelakang, segera polisi itu menarik kembali tanganya , dan kembali memasukkan tanganya lagi lebih dalam hingga mencapai lengan tangannya.
“Tunggu sebentar...”
Terlihat seorang polisi wanita mendekati polisi Support itu, dan segera polisi kelas Support menarik tanganya kembali , ternyata yang mendekati polisi itu adalah Bu Ratna yang bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di lapangan merdeka.
“Biar aku saja.”
Dengan menggantikan polisi kelas Support itu Bu Ratna memasukkan tanganya perlahan lahan ke lingkaran merah tersebut dan berkata.
“Kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi jadi biarkan aku yang akan maju, lagi pula aku juga Pejuang kelas A yang aku pikir ini merupakan tingkatan tertinggi yang ada disini dan tidak akan mengambil resiko untuk bawahan ku.”
“Tapi biar saya ikut bersama ibu.“ terdengar ucapan dari polisi kelas Support itu.
“Tidak usah Ira, lagi pula kamu kelas Support Grade D, akan sulit membela jika terjadi sesuatu.”
“Tapi Bu, saya juga polisi yang sudah terlatih.”
“Baiklah kamu temani saya, yang lainnya harap bersiaga penuh.”
Tak berselang lama mereka pun masuk kedalam lingkaran merah tersebut, kurang lebih 10 menit mereka pun keluar kembali dari lingkaran tersebut.
“Sebuah hutan, didalam sana ada sebuah hutan lebat yang daunnya berwarna biru.” Bu Ratna berkata dengan keras memberitahukan kepada semua rekan, bawahannya dan juga beberapa wartawan yang mendapatkan izin untuk meliput apa yang terjadi dan Bu Ratna menyambung kembali ucapannya.
“Dan lingkaran merah yang terus berputar putar perlahan lahan ini adalah sebuah pintu untuk menuju kesana.”
“Pintu?”
“Pintu?”
“Tapi Bu Ratna sepertinya penggunaan kata pintu kuran tepat “ terdengar ucapan salah satu wartawan yang ada disana.”
__ADS_1
“Bagaimana kalau kita menyebutnya sebuah gerbang, gerbang yang melebihi cakupan sebuah pintu karena ada hutan lebat disana.”
https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam