Gerbang Hitam

Gerbang Hitam
Kegagalan sistem


__ADS_3

Tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh Rangga, dia hanya duduk bersandar berdiam diri, berpikir sambil menghemat energinya, kegagalan spell Healnya diluar perkiraannya.


Rangga hanya bisa berdiam diri, rasa dahaganya semakin menjadi jadi dan lambungnya sudah terasa semakin sakit. Rangga mencoba untuk duduk bersila melakukan konsentrasi, entah kenapa Rangga tiba tiba teringat ajaran yang pernah diajarkan kakeknya kepada dirinya, yaitu dengan melakukan semedi.


Sambil bersila dengan meletakkan dua tangannya di kedua pahanya, Rangga mencoba untuk mengkosongkan pikirannya, dan berusaha untuk menghilangkan nafsunya, itu yang pernah dikatakan kakeknya kepadanya.


Dahulu ketika Rangga diajarkan kemampuan tenaga dalam, Rangga sering liat kakeknya sering melakukan semedi pada malam hari, Rangga yang kala itu masih sekolah tingkat SMP hanya ikut ikutan saja bahkan kebanyakan main mainnya. Tetapi sekarang Rangga betul betul berkonsentrasi untuk mengkosongkan pikirannya.


Satu menit berlalu, setengah jam berlalu, Rangga membuka matanya.


“Tidak bisa kulakukan, susah sekali melakukan semedi...” lirih Rangga.


“Sakit sekali...” sambil Rangga menekan kuat perutnya dengan kedua tangannya.


“Heal...”


Rangga mencoba lagi melakukan spell Heal, tetapi tetap tidak berhasil, tubuhnya semakin lemas.


Sambil menarik nafas dalam dalam Rangga melakukan upaya semedi lagi.


Waktu terus berlalu, bagi Rangga waktu sangat berjalan dengan pelannya, setengah jam berlalu kembali, Rangga kembali membuka kedua matanya.


Brukk...


Rangga tiba tiba terjatuh berbaring kesamping, Rangga sudah tidak kuat lagi. Berbaring sambil mengucapkan spell lagi, upaya terakhir yang dilakukan oleh Rangga, tidak ada bantuan yang diharapkan disini.


“Heal...”


“Heal...”


Tiba tiba Rangga tersentak, tubuhnya kembali segar, walau tidak dengan rasa haus dan laparnya, tubuhnya benar benar segar kembali. Berdiri dan melakukan lompatan, Rangga sepertinya merasa senang, tapi rasa senangnya segera hilang, kembali Rangga duduk mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


Memeriksa skill yang dia miliki dimasing masing kelas yang dia miliki.


“Heal...” gagal


“Fire wall...” gagal


“Ice cyrcle...” gagal


“BODOHNYA AKU!” Teriak Rangga


“kenapa aku tidak melakukan spell atribut es, es kan bisa mencair...” sambil memukul mukul kepalanya dengan tangannya.


“Ah... aku terlalu terkonsentrasi dengan Heal.”


Rangga pun melakukan banyak spell skill.


Hampir semua skill dicoba oleh Rangga tapi semua mengalami kegagalan. Ini merupakan hal yang buruk sekali, tanpa bisa melakukan spell terutama spell beratribut es yang baru kepikirannya, Rangga hanya bisa meratapi nasibnya, dan menghitung berapa lama dia mampu untuk bertahan dan berharap ada keajaiban.


Entah kenapa kata kata keajaiban terlintas dibenak Rangga, apakah karena Rangga telah mencapai keputusan asaannya berada dilorong waktu, seorang diri, kesepian dan juga kesedihan bercampur satu, tak ada air dan juga makanan.


Rangga kembali melakukan semedi lagi dan berusaha mencapai kekosongan diri dengan menghilangkan nafsunya sesuai kata kata kakeknya, dengan kondisi tubuhnya yang sudah pulih dan segar, Rangga betul betul berkonsentrasi. Mau tidak mau dia harus memaksakan dirinya untuk semedi.


Waktu terus berjalan dengan perlahan lahan, seiring waktu dengan memaksa dirinya untuk berkonsentrasi, sudah dua jam telah berlalu, Rangga masih terus melakukan semedinya.


Tak terasa Rangga telah melakukan semedi selama lima jam, dengan kondisi tubuh yang tidak banyak bergerak kondisi lelah yang Rangga rasakan tidak berkurang banyak, tidak seperti tiga hari yang lalu menjelajah lorong waktu membuat dirinya cepat lelah.


“Ice cyrcle...”


“Masih gagal juga...”


Rangga terus memeriksa spell atau pun skill yang tertera dimasing masing kelas yang dimiliki, terus memperhatikan sekaligus membaca dan juga mengingat nama namanya. Hingga Rangga melihat salah satu skill Archer.

__ADS_1


‘Deep eye’ 3 MP


‘Melihat jarak sejauh 100 meter selama 10 detik’


“Deep eye...”


Dengan jelas Rangga melihat kearah depan sejauh 100 meter dengan jelas bahkan objek batu batu kecil bisa terlihat dengan detail, seperti dia melihat dengan jarak 10 meter. Selang 10 detik Rangga pun mencoba mengaktifkan skill Deep eye lagi.


“Deep eye...”


Ternyata skill Deep eye gagal diaktifkan.


Seperti mendapat pencerahan Rangga berjalan bolak balik sambil berpikir, dan kunci jawaban sudah didapatkan walau masih akan diuji lagi.


Langsung saja Rangga mengaktifkan gelarnya


‘Pejuang tangguh’. Ketika gelar itu diaktifkan maka regenerasi mana Rangga akan meningkat sebanyak 5% setiap detiknya, ini berati mana Rangga akan pulih dengan cepat. Dan entah kenapa Rangga tersenyum senyum sendiri.


Gelar


* Pejuang Tangguh


Aktifkan Ya Tidak


Langsung saja Rangga memilih opsi Ya. Tapi sama sekali tidak ada notifikasi dari sistem kalau gelar sudah diaktifkan.


“Sistem.”


Nama : Rangga Grade E


Job : DemiGod


Level 7


HP 1700


____________________________________ 1700


MP 430


_____________________________________ 430


Tenaga dalam : 1876


Peringan tubuh : 83


\~\~\~\~\~


Kekuatan : 35 ( + 1876 )


Ketangkasan : 23 ( + 83 )


Daya tahan : 20


Insting : 27


Kecerdasan : 20


\~\~\~\~\~


Poin 0


‘Dark Matter ‘ Tingkat A+

__ADS_1


Tingkat penyatuan


4.6 %__________________________________


‘ Sesuai Kehendak ‘ Tingkat S


Tingkat penyelesaian


5.3 %___________________________________


Misi harian


Memancing ( 30 / 30 menit )


Push up ( 100 / 100 )


Berlari ( 10 / 10 km )


Peringatan


Akan ada sanksi jika gagal dalam penyelesaian misi harian.


Sisa waktu 00 : 00 : 00


Ruang Dimensi


( 7 / 9 )


Kotak Bipolar


Kristal Almerik


5135 Yar


342 gr Kar Stone


Kujang Alam Gaib


Koin Maung


Cincin Orion


“Apakah sistem yang ku miliki eror?”


Memeriksa ruang dimensinya Rangga pun mengeluarkan Kujang Alam Gaib. Selain ruang penyimpanan yang masih berfungsi dikarena merupakan sistem terdahulu yang dipasangkan kedalam sistem, sistem yang dimiliki Rangga memang benar benar mengalami kegagalan. Apalagi sistem sama sekali tidak mendeteksi sistem terdahulu yang terdapat di Kujang Alam Gaib, yang sebelumnya sistem telah mendeteksi sistem terdahulu ketika Rangga bertemu dengan Prabu Siliwangi.


Tapi Rangga tidak patah semangat, walau gelar gagal diaktifkan dia masih memiliki senjata pemberian dari Prabu Siliwangi yaitu Kujang Alam Gaib, menurut keterangan dari paman Gajah Mada, Kujang Alam Gaib ini mampu menyerap mana disekitarnya dan mana tersebut bisa disakurkan kepenggunanya.


Sambil menarik nafas yang dalam Rangga kembali duduk bersila dan Kujang Alam Gaib diletakan dipangkuannya.


Pelan tapi pasti aliran mana disekitar Rangga mulai Rangga rasakan, walau tidak tahu rasa atau sensasi nya seperti apa, tapi Rangga yakin bahwa mana disekitar Rangga telah terhisap oleh Kujang Alam Gaib, dan perlahan masuk kedalam tubuh Rangga.


“Ice crycle...”


Bola es sebening kristal mulai muncul dihadapan Rangga dan bergerak mengikuti gerakan tanganya.


“Yeahhhh...”


“Berhasil...”


Baca artikel Gerbang Hitam di


https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam

__ADS_1


__ADS_2