
“Sudah cukup anak muda, kau telah bertarung dengan sangat hebat tapi biarkan kami para orang tua yang melanjutkannya.”
Sesosok pria setengah baya muncul dibelakang Rangga sambil tanganya memegang pundak Rangga.
Rangga memperhatikan sesosok pria yang ada dibelakangnya, pria yang bertubuh agak gemuk bertelanjang dada dan terlihat otot otot kekar yang dimilikinya sangat terlihat gagah sekali. Rangga juga terlihat bingung karena ucapan pria gagah tersebut yang mengatakan kami, padahal diperhatikan Rangga hanya pria itu saja yang ada tidak ada yang lainnya.
“Hei Abaddon tak Malukah kau menyerang seorang bocah? Ha ha ha dan sangat lucu kau akan memotong tanganmu kalau bocah ini akan ikut denganmu, bukankah tanganmu bisa tumbuh lagi, membodohi bocah yang masih dibawah umur.”
Walau pria tersebut berkesan memprovokasi Abaddon, Abaddon hanya diam saja tetapi pandangan langsung mengedarkan kesegala arah seperti mencari sesuatu.
Tiba tiba muncul sesosok pria gagah disamping Rangga, muncul dengan secara tiba tiba hingga Rangga tak menyadarinya, Rangga sendiri sampai terkejut dibuatnya, seseorang yang membuat Rangga merasa yakin kalau orang orang yang hadir pada saat ini termasuk Abaddon adalah sesuatu yang tak bisa dilangkahinya.
Namun tiba tiba sebuah notifikasi muncul kembali dihadapan Rangga.
‘Sebuah sistem peninggalan terdahulu kembali terdeteksi’
Rangga sedikit heran jika ada sebuah notifikasi kembali yang menyatakan kalau ada sistem peninggalan terdahulu, berarti ada dua sistem peninggalan terdahulu pada saat ini dan di lokasi sekitar Rangga.
“Apakah kau mencariku Abaddon?”
“Keik... keik... Siliwangi akhirnya kau muncul juga, akan aku balaskan tanganku yang telah kau putuskan.”
Rangga terus berpikir kalau notifikasi yang pertama muncul ketika Abaddon hadir dan yang kedua ketika sesosok lelaki gagah yang disebut oleh Abaddon sebagai Siliwangi.
“Tangan yang mana Abaddon? Bukankan tanganmu sudah ada dua.”
“Keik... keik... jangan banyak bicara kita tuntaskan pertarungan terakhir kita.”
“Abaddon apa kau sudah pikun, bukankah kau yang kabur ketika pertarungan kita sedang berlangsung dan sekarang kau ingin menuntaskan pertarungan kita, aku tidak begitu yakin kalau kau tidak akan kabur kembali.”
“Keik Keik Keik apakah itu tidak terbalik Siliwangi ?”
“Hahahaha kenapa kau tidak mencobanya sekarang, kau yang akan turun atau aku yang akan naik semua sama saja.”
“Keik Keik Keik...”
Abaddonpun turun secara perlahan lahan hingga kedua kakinya menjejak bumi kembali.
__ADS_1
“Keik Keik Siliwangi sebelum kita bertarung bagaimana kalau kita taruhan?”
“Taruhan?”
“Keik Keik iya taruhan, bagaimana apa kau setuju?”
“Siliwangi berhati hatilah akan siasatnya, dia itu sangat licik”
“Tenang saja Mada aku tahu itu, aku hanya ingin tahu apa taruhannya dan itu mungkin merupakan keinginannya.”
“Baik Abaddon kau ingin taruhan apa?”
“Keik Keik aku ingin anak itu ikut denganku.”
“Kau sangat lucu Abaddon apa kau tahu kalau dia itu seorang manusia.”
“Keik Keik aku tahu, tapi aku menginginkannya.”
“Apakah kau mengacu karena anak ini punya kekuatan Yama?”
“???...”
“Keik Keik... memang benar, tidak ada yang bisa disembunyikan dari seorang Prabu Siliwangi.”
Rangga yang mendengar pembicara mereka terus berpikir apa ini Prabu Siliwangi beneran yang pernah dibacanya dalam sejarah sejarah kuno Indonesia atau apa? Bahkan Rangga juga mencuri dengar kalau pria yang menahannya adalah seseorang yang dipanggil Mada, apa mahapatih Gajah Mada? benak Rangga terus berpikir keras, apa yang sebenarnya terjadi pada saat ini.
“Kenapa kau tidak tanya langsung pada orangnya, apakah bocah ini mau ikut dengan mu, itupun kalau kau bisa menang.”
“Keik Keik Keik jangan terlalu sombong kau Siliwangi, ya terus terang aku heran kenapa manusia bisa bertahan dari kekuatan Yama.”
“Bukankah kau juga memiliki kekuatan Yama, lagi lagi kalian berbuat curang, aku tak heran kalau Creator Yama memberikan kekuatan kepada kau, atau bahkan jangan jangan dia memberikan kekuatnya juga pada yang lainnya terutama untuk delapan pilarnya.”
“Keik Keik kau terlalu banyak berpikir Siliwangi.”
“Bocah apa kau ingin ikut Abaddon?” Tanya tiba tiba Siliwangi kepada Rangga.
“Aku tidak ingin ikut dengannya, tidak sama sekali bahkan aku ingin membunuh karena dia telah membunuh ayah, ibu serta kakek ku.” dengan tegas Rangga menjawab pertanyaan dari Prabu Siliwangi.
__ADS_1
“Kau dengar itu Abaddon.” sambil tangan Prabu Siliwangi mengambil sebilah kujang yang terselip dibajunya dan memberikan kepada Rangga.
“Untuk kamu bocah, walaupun kujang alam gaib ini belum sempurna setidaknya itu berguna bagi dirimu, Mada lakukan sesuai yang kita rencanakan.”
Ketika tangan Rangga menyentuh kujang alam gaib pemberian dari Prabu Siliwangi, notifikasi tentang sistem terdahulu kembali muncul.
‘Anda telah menemukan sistem terdahulu’
Apakah anda akan Mengintegrasikan ke sistem anda
ya Tidak
Rangga yang sedikit heran langsung menatap Prabu Siliwangi dan Rangga sampai lupa akan jawaban terima kasihnya, tapi hal yang sama juga berlaku pada Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi juga menatap heran pada Rangga.
“Sistem terdahulu.” Kata Rangga dengan bernada pelan, walaupun pelan tapi itu masih terdengar jelas oleh Prabu Siliwangi dan juga seseorang yang disebut Mada. Namun Mada langsung menanyakan kepada Rangga tentang sistem terdahulu.
“Bocah apa maksud dari ucapanmu tentang sistem terdahulu, apakah itu sistem yang bisa menyatu dengan sistem Pejuang yang kamu miliki?”
“Benar...” Rangga dengar jujur membenarkan ucapan Mada.
“Ternyata ada, seorang dijaman sekarang yang sistem Pejuangnya bisa bergabung dengan sistem pejuang terdahulu mirip dengan sistem Pejuang yang dimiliki oleh Kanjeng Gusti Ratu Tribuana Tungga Dewi.”
“Tunggu bentar Mada, ada yang ingin aku tanyakan pada bocah, bocah apa kau memiliki tenaga dalam? karena ketika jariku bersentuhan tanganmu ketika menyerahkan kujang alam gaib aku merasakan getaran halus, yang sepertinya berasal dari tenaga dalam.”
“Benar...”
“Tapi itu mustahil.” potong Mada dan Mada kembali menyambung ucapannya kembali.
”Seseorang jika dia terpilih menjadi seorang pejuang maka kemampuan bawaannya akan hilang dan tidak akan memiliki kembali kemampuan bawaannya, hanya kemampuan sistemlah yang akan dimilikinya.” sambil Mada menatap serius kepada Rangga sambil sesekali melihat Prabu Siliwangi.
Ketika Mada ingin melanjutkan pembicaraannya Prabu Siliwangi memotongnya.
“Masih banyak yang harus kita kerjakan Mada dan ini akan menambahkan pekerjaaan kita.” sambil berkata, tiba tiba telapak tangan Prabu Siliwangi menekan dengan lembut punggung Rangga.
“Kusalurkan sedikit tenaga dalamku untukmu bocah, kau memang bocah yang sangat beruntung.”
Ada seperti riak energi yang Rangga rasakan seperti gelombang hangat yang mulai masuk ketubuh Rangga melalui punggungnya. Dan notifikasi muncul dihadapan Rangga dimana bagian tenaga dalamnya terus mengalami peningkatan. Dan mata Rangga terus tertuju pada angkanya terus meningkat bahkan sudah melewati angka 1000 dan itu tidak berhenti.
__ADS_1
Namun tiba tiba sebuah gelombang energi yang menghancurkan mengarah kepada Rangga dan yang lainnya...
https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam