Gerbang Hitam

Gerbang Hitam
Kembali 1


__ADS_3

Mengetahui ucapan langsung dari sesosok manusia yang baru muncul tadi, membuat Rangga meningkatkan kewaspadaannya. Rangga tahu kalau manusia yang baru muncul memiliki kekuatan yang sangat besar, tapi Rangga tak putus semangat, apalagi setelah lebih kurang tiga tahun Rangga telah melatih dirinya. Mengolah sedemikian rupa tenaga dalamnya dan juga memanipulasikan mana yang dia miliki.


Sebelum sesosok manusia itu muncul dihadapan Rangga, tekanan yang dipancarkan untuk mengintimidasi Rangga menerpa Rangga terlebih dahulu, tekanan tersebut membuat Rangga merasa tertekan, namun rasa tertekan itu mulai sirna perlahan.


Duarrr...


Ledakan keras terjadi ketika pukulan sesosok manusia itu ditangkis oleh Rangga. Tak disangka akibat dari bertemunya pukulan yang dikerahkan oleh sesosok manusia itu membuat Rangga terpental jauh dan menyebabkan muntah darah pada Rangga, bahkan tangan Rangga yang berbenturan dengan tangan sesosok manusia itu bergetar hebat, kotak Bipolar yang dipegang oleh Ranggapun terlepas dari genggamannya dan tercampak entah dimana, padahal Rangga telah mengerahkan sepenuhnya tenaga dalamnya belum lagi ditambah dengan stat powernya, tapi semuanya seperti tidak berarti ketika berbenturan tadi.


Rangga segera memulihkan dirinya dengan spel Heal yang dimilikinya.


Rangga segera mengambil kembali tiga serpihan batu dari ruang dimensi, dan langsung melemparkannya kearah sesosok manusia yang menjadi lawannya, tapi dengan mudahnya dia menahan laju lemparan tiga serpihan batu itu dengan tubuhnya.


Duar...


Duar...


Duar...


Terdengar tiga kali ledakan kecil ketika tiga serpihan batu yang dilemparkan Rangga menyentuh dirinya, sayangnya tiga serpihan batu itu seperti tak berarti apa apa. Tapi, kalau diperhatikan dengan seksama, sebenarnya sebelum tiga serpihan batu yang dilempar oleh Rangga menyentuh tubuhnya sudah hancur terlebih dahulu oleh pelindung kasat mata yang diciptakan oleh sesosok manusia tersebut.


“Ha... ha... ha...”


“Permainan anak anak.” Sambil tertawa sesosok manusia itu mengejek Rangga, dan menunjuk jari telunjuk kearah Rangga.


Ketika jari telunjuk itu mengarah kearah Rangga, insting Rangga merasakan kalau ada bahaya yang mengancam dirinya. Benar saja, tepat ketika jari telunjuk itu mengarah kearah Rangga terlihat ada lintasan energi kuat berwarna merah yang dilepaskan oleh jari tersebut.

__ADS_1


Merasakan adanya bahaya, Rangga langsung menghindar kesamping.


Des...


Terdengar suara pelan ketika lintasan energi itu menghantam bebatuan yang berada dibelakang Rangga, ketika rangga menoleh kebelakang ternyata batu yang berukuran besar telah berlubang hingga tembus kebelakang.


Tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Rangga, tetapi dilihat dari raut wajah Rangga yang agak pucat menandakan keterkejutan apa yang dilihatnya, yang pasti ini merupakan bahaya yang mengancam nyawa apabila terkena oleh lintasan energi tersebut.


Sebelum Rangga bernafas lega karena baru lolos dari serangan tersebut, Rangga menyadari kalau ada bahaya kembali yang mengancam dirinya, benar saja ketika Rangga melihat kerah depan terlihat lintasan energi merah kembali menyerang dirinya.


Rangga sekali lagi menghindar kesamping, namun lintasan energi yang dilepaskan oleh sesosok manusia kembali menyerang Rangga. Dengan sekuat tenaga dan mengerahkan peringan tubuhnya Rangga menghindari serangan yang dilepaskan olehnya.


Des...


Des...


Des...


Serangan lintasan energi tersebut semakin lama semakin cepat dan bertubi tubi, Rangga terus saja berlompatan dari satu batu ke batu yang lain dengan, terlihat sekali kelelahan dan panik yang tergambar dari wajahnya. Bahkan ada beberapa lintasan energi yang menyerempet dirinya karena kurang cepat menghindar.


Ketika serangan lintasan energi itu telah berhenti, memperlihatkan banyaknya batu batu yang telah berlubang lubang dan Rangga yang terluka akibat serangan lintasan energi merah tersebut, banyak yang menggores tubuhnya hingga mengeluarkan darah dan bahkan paha kaki kiri Rangga memperlihatkan adanya lubang akibat terkena salah satu lintasan energi merah tersebut.


Rangga mencoba untuk tetap berdiri, namun kaki kirinya tidak kuat hingga Rangga terjatuh, Rangga mencoba bangkit dengan hanya berdiri bertumpu dengan kedua lututnya.


Degh...

__ADS_1


Sebuah tendangan telah menghantam Rangga hingga terpental kebelakang, Rangga hanya bisa terbaring lemah dibebatuan.


Bugh...


Rangga langsung merasakan rasa sakit yang amat sangat ketika kaki sesosok manusia itu menghantam dan menginjak perut Rangga dengan kuat. Rangga mencoba bertahan dan melawan injakan tersebut dengan meronta dan juga mendorong kaki tersebut dengan kedua tangannya. Tapi, kaki tersebut begitu kokoh dan tak bergerak bahkan semakin kuat menekan perut Rangga. Rangga merasakan lemas pada tubuhnya, kesadarannya mulai menghilang, darah semakin banyak keluar terutama dari lubang paha kirinya. Bahkan spell Heal yang dimiliki oleh Rangga tidak bereaksi lagi, itu membuktikan kalau mana yang dimiliki oleh Rangga telah habis.


Sambil mendekatkan kepalanya ke wajah Rangga, seperti ingin melihat rasa kesakitan yang diderita oleh Rangga.


“Manusia bodoh, Ha Ha Ha.”


Rangga yang setengah mati menahan rasa sakit dan menahan dirinya agar tidak hilang kesadaran melihat ada satu kesempatan. Dengan mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya baik itu tenaga dalam atau tenaga luar mencoba menyerang wajah sesosok manusia itu. Dan dengan tiba tiba sambil mengambil senjata kujang alam gaibnya dari ruang dimensinya langsung menyerang wajah yang ada dihadapnnya.


Sedikit terkejut akibat serangan yang tidak terduga oleh Rangga, dia mencoba menghindar, namun karena jarak yang sangat dekat dan juga tiba tiba dan ditambah dari menganggap remeh Rangga menyebabkan ketidak siapan darinya.


Cess...


Walau dengan cepat menghindar kebelakang, tetap saja senjata kujang alam gaib mengenai mata kiri nya, menggores dari bawah hingga keatas, meninggalkan luka sepanjang kurang lebih sepuluh senti. Namun pada saat itu juga dia langsung menendang Rangga dengan sangat kuat hingga terpental sangat jauh.


Sambil memegang mata kirinya yang terluka dan mengeluarkan darah dia tidak habis pikir bisa terluka. Kebingungan terlihat di wajahnya, dia sangat yakin akan dirinya akan kekuatan tubuhnya, kemampuannya tetapi kenapa bisa terluka. Rasa kebingungan berubah menjadi rasa marah, marah yang sangat luar biasa.


“MATI KAU...”


Dengan bergetar penuh amarah sesosok manusia itu menerjang kearah Rangga. Walau dilihatnya Rangga sama sekali tidak bergerak entah hidup atau sudah mati, dia sudah tidak perduli, dia ingin dengan kedua tangannya menghancurkan tubuh Rangga hingga berkeping keping.


Dengan cepat dia berlari kearah jatuhnya Rangga, namun tiba tiba sebelum sampai kearah Rangga dengan cepat pula dia berbalik arah menjauhi Rangga. Dan kembali kearah tubuh Mahkluk yang berbentuk kelinci dan mencoba mengambil sesuatu darinya, namun gerakannya segera terhenti, sambil menoleh kearah Rangga, dia segera melompat kearah gerbang portal yang sudah tercipta dari retakan ruang yang dibuat oleh kedua makhluk yang mirip kelinci tersebu.

__ADS_1


Baca artikel Gerbang Hitam di


https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam


__ADS_2