Gerbang Hitam

Gerbang Hitam
Kegagalan


__ADS_3

“Keiiikkkk... a..pa... yang... ka... u... laku... kan... si..li... wa.. ngi.” Suara pilu Abaddon memecah kesunyian, rasa kesakitan yang dideritanya seperti suatu himpitan yang sangat kuat menghantam dirinya.


Walau keadaannya semakin lama semakin menyedihkan tapi tampaknya Abaddon sendiri masih bisa bertahan dari serangan yang dilancarkan oleh Prabu Siliwangi. Darah yang juga berwarna merah mulai keluar dari mulut dan hidungnya, bahkan matanya juga sudah mengeluarkan darah. Tapi tampaknya Abaddon sendiri tidak akan menyerah. Itu terlihat dari pekat ya cahaya hitam yang semakin meluas mengelilingi tubuhnya, berangsur tapi pasti, derita yang dialami oleh Abaddon semakin berkurang.


Prabu Siliwangi juga tahu akan hal itu, bahkan kepalan tangannya yang tergenggam kuat sudah mengeluarkan air keringat pertanda mendapatkan serangan balik yang cukup kuat dari Abaddon.


Tapi, kabut kabut tipis mulai mendatangi Prabu Siliwangi, kabut kabut tipis itu bukan menyebar melainkan membentuk lintasan garis yang bergerak dengan bebas, dan lintasan garis garis kabut itu semua menuju kearah Prabu Siliwangi. Lintasan garis garis kabut tersebut sangat terlihat jelas seperti penyebaran kabut yang berserakan dijadikan menjadi satu yaitu lintasan.


“Aliran mana alam yang sangat kuat.” Kata Naya. Ucapan tersebut seperti ada rasa kekaguman, karena Naya yang merupakan basiknya kelas support sangat familiar dengan mana. Hampir semua kegiatan yang berhubungan dengan skill pejuang selalu mengacu pada mana, jadi tidak heran jika seseorang seperti Naya merasa takjub melihat aliran mana yang sangat terkonsentrasi yang ditunjukkan oleh Prabu Siliwangi. Karena Naya tahu Prabu Siliwangi basiknya adalah seorang petarung dan bukan seseorang yang menggunakan spell seperti dia atau kelas mage atau Priest.


Aliran mana yang masuk ketubuh Prabu Siliwangi langsung meresap ketubuhnya, menjalar diseluruh aliran darahnya dan menjadikan kekuatannya.


Seiring waktu tapi pasti, himpitan ruang yang menekan tubuh Abaddon semakin kuat. Kilatan petir mulai bermunculan akibat rusaknya ruang.


“Keeiikkkkkk...........” Jeritan menyayat keluar dari Abaddon, bahkan tubuh abaddon mulai terkikis sedikit demi sedikit meninggalkan luka luka disekujur tubuhnya.


Abaddon yang terluka parah karena serangan Prabu Siliwangi yang sangat hebat yang serangannya juga mempengaruhi ruang disekitar Abaddon yang menciptakan retakan ruang membuat luka Abaddon semakin parah. Rasa sakit yang diderita sungguh sangat kejam, bernafaspun bahkan sangat susah sekali. Entah sejak kapan Abaddon telah memegang sebuah bola kristal berwarna hitam pekat. Bola dengan seukuran segenggam tangannya langsung pecah ketika Abaddon dengan mudah meremukkannya.


Trangggg...


Suara pecahnya kristal tersebut begitu nyaring dan menggema, bahkan menimbulkan lapisan gelombang angin saling tindih.


“Keiiikkk... tung.. gu pe.. m.. ba..la... san ku... Si.. li.. wa.... ngi.” Dengan terbata bata ucapan Abaddon menggema.


Dan seketika itu juga Abaddon lenyap. Keberadaannya betul betul lenyap, lenyap seperti ditelan oleh bumi. Prabu Siliwangi juga tidak tinggal diam, dengan memperluas persepsinya segera mencari keberadaan Abaddon.


1 km... 10 km... 20km...

__ADS_1


sama sekali tidak merasakan keberadaan Abaddon.


“Dia lolos lagi...” ujar Prabu Siliwangi.


“Dia memang pintar melarikan diri.” Sambung Mada dengan nada penyesalan sambil menghembuskan nafasnya.


Sesaat kemudian segera Prabu Siliwangi duduk bersila, memejamkan mata, mengatur peredaran nafasnya dan juga mengalirkan mana yang ada disekitarnya kembali masuk kedalam tubuh.


Tak lama kemudian Prabu Siliwangi membuka matanya.


“Siliwangi, rencana yang telah kita buat mengalami kegagalan, aku tidak tahu apa yang terjadi pada Rangga, aku kehilangan kontrol arrayku sebelum Rangga menghilang.”


“Tidak apa apa Naya, selama Rangga tidak terjebak dipusaran waktu dia akan kembali kebumi, walau kita tidak tahu kapan waktunya, karena sulit untuk diprediksi.”


“Aku paling dekat pada saat itu Siliwangi, Naya. Aku tahu bahwa putaran array berubah ke arah sebaliknya, apa kau merasakan Naya?” Ujar Mada.


“Aku tidak merasakannya, pada saat itu aku sudah kehilangan kendali akan array ku, walau hanya sepersekian detik saja.”


“Benar, bisa saja muncul hari, besok atau hari hari kedepannya.”


“Atau bisa jadi, setahun atau lebih dari setahun.”


“Tapi tidak kita duga bahwa orang yang kita cari merupakan keturunan dari Jayasabha, sehingga kita tidak susah susah untuk mencari Pejuang yang berpotensi tinggi.”


“Berkat Jayabaya yang masih memantau keturunan dari Jayasabha.” Ujar Mada.


“Tapi... “ sambil pandangan Naya mengarah ke arah gapura Wringinlawang yang terlihat beberapa bagian yang rusak.

__ADS_1


“Tidak apa apa, Rangga adalah seorang Pejuang yang kuat dan juga tidak mudah putus asa, tekadnya sangat kuat dan dia akan selamat.” Sambung Prabu Siliwangi.


“Kukira tak ada yang bisa kita lakukan lagi, apalagi kemungkinan para kreator telah kembali dari pertemuan mereka untuk membahas pertempuran kali ini, kalau kita teruskan berada disini dan ketahuan kalau kita ikut campur kemungkinan bumi akan kena sanksi.” Ujar Naya.


“Itu benar, kita sebagai Pejuang tingkat atas sebelumnya tidak dibolehkan ikut campur pada pertempuran berikutnya kecuali jika sudah diakhir akhir pertempuran.” Sambung Mada sambil mengarahkan pandangannya kearah Prabu Siliwangi.


Prabu Siliwangi yang paham akan maksud Mada segera menggelengkan kepalanya.


“Aku tidak bisa masa, aku juga tidak bisa bergerak bebas walau pada dasarnya aku bukan pejuang, aku sudah dalam pengawasan para kreator lainnya. Jika aku turut campur bumi juga akan terkena sanksi, dan yang pasti itu akan merugikan para Pejuang bumi.” Jelas Prabu Siliwangi.


“Kalau begitu kita kembali ke kahyangan.” Naya segera mengerahkan mananya, tak lama kemudian muncul segera gerbang portal hitam.


Segera Mada dan Naya masuk kedalam gerbang portal tersebut.


“Aku akan menyusul, ada urusan yang aku selesaikan dulu.” Kata Prabu Siliwangi.


Mada dan Naya saking bertukar pandangan.


“Baiklah, jika sudah selesai segera kembalilah ke kahyangan.” Ujar Mada.


“Baiklah.”


Mada dan Naya pun menghilang didalam gerbang portal hitam tersebut, tinggallah Prabu Siliwangi yang segera membuka celah ruang dan celah ruang itu segera lenyap.


Suasa gapura Wringinlawang yang tadi diwarnai dengan pertempuran sengit. Pertempuran sengit yang sangat singkat kembali sepi seperti sedia kali. Malam pun semakin larut suara burung hantu pun mulai terdengar.


...****************...

__ADS_1


Baca artikel Gerbang Hitam di


https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam


__ADS_2