Gerbang Hitam

Gerbang Hitam
Serangan tiba tiba


__ADS_3

Hampir semua gerbang portal yang ada telah didatangi oleh banyak pejuang, pasukan keamanan yang menjaga baik itu polisi atau tentara telah mengizinkan mereka memasuki ke area terdekat dari gerbang portal, keputusan tersebut diambil dari berhasilnya Pejuang Bagas dan kelompoknya dalam menghilangkan salah satu gerbang portal yang ada, dan juga gagalnya dari satuan khusus dalam penanganan gerbang portal.


Disamping banyaknya para Pejuang yang berkumpul, pihak keamanan terutama pihak angkatan darat telah mengerahkan kendaraan taktis ringannya dan juga pihak kepolisian, dengan siaga penuh mereka menjaga gerbang portal yang waktunya kian lama kian berkurang.


Menurut laporan yang diminta keterangan dari pasukan satuan khusus yang gagal dalam misinya, pada dasarnya senjata yang mereka gunakan berhasil melukai bahkan bahkan membunuh mahkluk mahkluk aneh yang ada didalam gerbang portal itu, tetapi mereka menghadapi masalah kebingungan pada mereka, menurut laporan yang didapat mereka merasakan kebingungan, ketakutan bahkan ada yang tidak bisa bergerak sama sekali, hal inilah yang menyebabkan mereka gagal sepenuhnya, menyebabkan banyaknya yang terluka dan terbunuh oleh mahkluk mahkluk aneh tersebut.


Rangga sendiri ketika mendengar ucapan Bagas dari televisi, segera menuju ke lapangan Merdeka dengan menggunakan motornya. Tapi ditengah jalan utama menuju lapangan merdeka Rangga meninggalkan motornya akibat kemacetan yang cukup parah, dengan berlari Rangga menuju kesana, kecepatan lari Rangga menarik banyak perhatian orang orang karena larinya sungguh sangat cepat, diselingi dengan lompatan lompatan Jauhnya melompat dari satu mobil ke mobil lainnya tanpa meninggalkan suara ketika kaki menginjak atap mobil.


Ketika sampai sudah banyak pejuang yang berkumpul disekeliling lapangan merdeka, kalau mereka ingin masuk kedalam yang dijaga oleh pihak keamanan mereka harus menunjukan skil Pejuang mereka untuk menandakan kalau mereka benar benar Pejuang. Rangga sendiri tidak mencoba untuk masuk, dia hanya berdiri dipuncak salah satu gedung yang berada disana sambil mengawasi keadaan gerbang portal yang terlihat jelas dari atas. Diatas puncak gedung bukan hanya Rangga saja, ada sekitar tujuh orang yang juga berada diatas puncak gedung yang berbeda beda dan berjarak agak berjauhan tapi itu terlihat jelas oleh Rangga, bahkan ada beberapa sniper berada juga diatas gedung gedung yang tinggi.


Waktu terus berlalu, para Pejuang semakin banyak berkumpul, jika dihitung dengan kasar ada sekitar 48 Pejuang termasuk didalamnya Rangga, demikian juga aparat keamanan bersiaga penuh, raut raut wajah mereka menunjukan ketegangan atas ketidaktahuan apa yang terjadi selanjutnya.


Sebuah jam digital dengan ukuran besar telah terpasang, waktu hitung mundur jam tersebut telah disesuaikan dengan waktu mundur gerbang portal agar semua orang tahu berapa sisa waktunya lagi tidak harus menanyakan terus menerus kepada kelas Support.


Waktu terus berkurang hingga.


00 : 00 : 05


00 : 00 : 04


00 : 00 : 03


00 : 00 : 02

__ADS_1


00 : 00 : 01


00 : 00 : 00


Gerbang portal lapangan merdeka ketika waktu menunjukan angka 00 : 00 : 00.


menampakan kemunculan jari jari berukuran besar, sebuah jari yang ukurannya sebesar tiga jari ukuran orang dewasa dan berwarna antara hitam kehijau hijauan perlahan lahan keluar dari gerbang portal tersebut, jari kemudian lengan diikuti dengan kepala dan tubuhnya, terlihatlah sesosok mahkluk aneh yang tidak diketahui, mahkluk yang hanya mengenakan cawat saja yang telihat terbuat dari bahan kulit hewan sambil memegang sebuah balok kayu pepohonan besar digenggamannya, tapi para pejuang telah mengkonfirmasi dengan bantuan sistem kalau mahkluk tersebut ada Ogre. Demikian juga Rangga telah mendapatkan informasi tersebut dari sistem


Ogre Level 10


Kemunculan Ogre tersebut membuat kepanikan bagi masyarakat disitu yang melihat dari jauh, para Pejuang terlihat bersiap siap tapi ada juga beberapa Pejuang yang mundur sepertinya mereka ketakutan akan munculnya Ogre tersebut, bahkan ada yang terduduk tidak siap apa yang dilihatnya, ketakutan terlihat dimata mereka. Ogre dengan tubuh dan penampilan yang baru pertama kali mereka lihat telah membuat mereka jatuh mental, walau ada sebagian dari mereka cepat pulih dari keterkejutannya. Bu Ratna yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lapangan merdeka tersebut dengan menguatkan diri maju untuk menemui Ogre itu.


“Salam, siapa anda?”


Tanda notifikasi telah memberitahukan kalau Mahkluk itu adalah goblin shaman


Goblin Shaman Level 7


“Siapa?”


Ternyata goblin shaman itu bisa berbicara, Bu Ratna menghela nafasnya merasakan kelegaan didalam hatinya, mungkin ini sebuah harapan...


“Iya, salam dari kami, anda siapa?”

__ADS_1


“Siapa?”


Goblin shaman itu terdiam sejenak, tiba tiba dia menghentakkan tongkatnya kebumi, tak berapa lama muncul sebuah lingkaran yang membentuk suatu pola, pola yang berbentuk lingkaran dan campuran segitiga.


“Curse...”


Seketika itu juga orang orang yang berada dalam radius 20 meter mengalami trauma, banyak yang terduduk memegang kepalanya terutama untuk pihak keamanan yang bukan Pejuang, apa yang mereka alami rasa sakit ketakutan terlihat dari mata mata mereka bahkan ada yang mengeluarkan air matanya. Bu Ratna juga mengalami hal yang sama namun tidak separah apa yang dialami pejuang atau pun rekan rekannya sesama, sambil mencoba berderi tangannya mengarah kedepan.


Bug...


Satu hantaman balok kayu telah mengenai tubuhnya, sebuah hantaman yang dilakukan oleh Ogre yang terdekat telah mengenai tubuh Bu Ratna menghempaskan hampir sejauh 10 meter, terlihat Ira mendekati Bu Ratna.


“Cure...”


“Heal...”


Spell dikeluarkan langsung terlihat Bu terbalut cahaya lembut tak berapa lama bu Ratna menunjukan tanda tanda kebaikan. Spell curse yang dikeluarkan oleh goblin shaman itu ternyata tidak terlalu efektif terhadap Ira seorang kelas Support yang telah memulihkan dirinya dengan spell Cure, hingga dengan leluasa Ira bisa bergerak bebas.


Ketika serangan tiba tiba dilakukan oleh goblin shaman itu, terlihat mahkluk mahkluk kecil hijau yang menggunakan cawat berhamburan keluar dari gerbang portal tersebut, mulai menyerang orang orang yang berada di dekatnya, darah pun bertumpaham membasahi bumi, korban mulai berjatuhan.


Goblin Level 5


Suara sirine mulai terdengar sambung menyambung, para sniper yang berada jauh diluar jangkauan spell curse tersebut tanpa diperintah mulai melakukan tembakan, peluru peluru mulai menembus para goblin, para goblin pun mati satu persatu, melihat hal itu goblin shaman pun mulai menyerang para sniper, menghentakkan tongkatnya kembali, segera saja bola bola berapi jatuh satu persatu dari langit dan mengarah ke para sniper, beberapa sniper yang tidak siap menghindar langsung terbakar, beberapa kobaran api terlihat dipuncak puncak gedung tempat sniper berada.

__ADS_1


https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam


__ADS_2