Gerbang Hitam

Gerbang Hitam
Pejuang Tingkat Tinggi


__ADS_3

“Kau tidak sabaran sekali Abaddon.”


Sebuah gelombang energi menerjang kearah Rangga, sebuah energi yang cukup besar yang bisa menghancurkan apa saja yang ada dihadapannya.


“Jangan bergerak Siliwangi biar aku saja.” teriak Mada.


Segera saja Mada menuju kedepan menghadang lajunya gelombang energi yang dilepaskan oleh Abaddon, gelombang energi yang berlapisi energi Yama sambil membawa gelombang angin yang sangat kencang menghancurkan tanah yang dilaluinya.


“Gerbang pertama, ‘ Semua Awal ‘.“ segera saja tubuh Mada terlihat di lapisan energi kasat mata, segera tanganya mengarah kedepan sambil muncul sebuah pelindung kasat mata.


Duarrr...


Sebuah ledakan terjadi akibat benturan antara gelombang energi Abaddon dengan pelindung yang diciptakan oleh Mada, gelombang energi yang tertahan sejenak selama kurang dari dua detik berangsur angsur menghilang, melihat hal itu Abaddon tidak heran, segera saja Abaddon kembali menyerang dengan melepaskan tiga gelombang energi yang sama yang mengarah langsung kepada Mada, Rangga dan juga Prabu Siliwangi.


“Mainan anak anak” ucapan tersebut keluar dari Prabu Siliwangi sambil mengibaskan tanganku yang penuh dengan energi tenaga dalam telah menghancurkan gelombang energi yang dilepaskan oleh Abaddon sebelum mencapai sasarannya, ternyata Prabu Siliwangi telah selesai menyalurkan energi tenaga dalamnya kepada Rangga.


“Sayang sekali Rangga hanya sedikit yang bisa kusalurkan padamu karena aku takut jika aku teruskan kau bisa terluka karena ikut campur Abaddon, aku tidak ingin membahayakanmu jalanmu masih panjang.”


“Terimakasih atas anugerah yang eyang berikan kepada Rangga.”


“Aih aih sejak kapan aku jadi eyangmu, hehehe.“ sejenak Prabu Siliwangi bercanda kepada Rangga.

__ADS_1


“Bersiaplah Mada bawa Rangga menjauh dari sini, dan jalankan apa yang kita rencanakan.”


Segera saja Mada menyuruh Rangga untuk mengikutinya menjauh dari area pertempuran.


Sambil mengumpulkan energinya tiba tiba Mada mengibaskan sisi telapak tangan kanannya diudara kosong, mendadak ditempat udara kosong tersebut muncul sebuah celah seukuran manusia, walau dibilang celah tapi pada dasarnya terjadi keretakan disekitar hadapan Mada.


“Segera masuk Rangga , jangan buang buang waktu.”


Walau terlihat Rangga bingung apa yang terjadi dia tetap saja menuruti apa yang dikatakan oleh Mada.


“Jika kau masih bingung Rangga, Mada akan menjelaskan padamu nanti.” kata Prabu Siliwangi.


Ketika Rangga mulai melangkahkan kakinya masuk terlihat kepanikan pada Abaddon segera dia melesat dengan kecepatan tinggi menuju Rangga, melihat hal itu Prabu Siliwangi tidak tinggal diam segera dia menghadang laju Abaddon dan pertarungan antara Abaddon dan Prabu Siliwangi terjadi, pertarungan yang tidak bisa dikuti oleh mata hanya terlihat banyak pohon pohon telah hancur, tanah banyak yang tiba tiba berlubang bahkan rumah Rangga telah hancur sebagian akibat dari pertempuran tersebut.”


“Keik Keik cukup bermain mainnya Siliwangi.”


Mendadak muncul kembali gerbang portal hitam dekat dengan Abaddon, tampaknya Abaddon telah membuka kembali gerbang portal lainnya. Sepertinya selama pertemuan antara dia dengan Prabu Siliwangi dan lainnya Abaddon telah mengatur rencana, karena untuk membuat gerbang portal membutuhkan banyak energi dan juga waktu, dan itu terlepas dari pandangan Prabu Siliwangi.


Gerbang portal tersebut mulai sempurna dan keluarlah sesosok manusia yang kekar dan berbadan besar.


“Aih ini semakin buruk saja kenapa ada pahlawan bumi yang berpihak pada Kekaisaran Erang?”

__ADS_1


“Kau tidak akan berbohong padaku untuk membantu membebaskan anak dan istriku, Abaddon?”


“Keik Keik kapan aku berbohong padamu Hercules, jika kau membantuku akan kubantu kau.”


Sesosok manusia yang telah keluar dari gerbang portal hitam tersebut ternyata adalah Hercules, seorang manusia yang kekuatan fisiknya sangat luar biasa bahkan dengan pukulan kasarnya dia mampu untuk menghancurkan sebuah gunung. Seorang manusia yang disebut Prabu Siliwangi sebagai pahlawan bumi. Pahlawan bumi yang jika diartikan berarti Hercules merupakan penyelamat bumi dan juga pelindung bumi tetapi kenapa bisa berkerja sama dengan kekaisaran Erang yang dengan kata lain merupakan lawan dari bumi. Apakah semuanya berhubungan dengan istri dan anaknya?.


“Sedikit dengar aku pernah mendengar namamu. Seorang yang memiliki dedikasi tinggi untuk bumi khususnya untuk negeri Nusantara, tapi aku mempunyai alasan khusus, maafkan aku.” selesai bicara Hercules langsung menyerang Prabu Siliwangi dengan pukulannya yang sangat luar biasa. Prabu Siliwangi juga tidak tinggal diam sambil mengatur posisi kakinya memasang kuda kuda Prabu Siliwangi mencoba menahan serangan pukulan Hercules.


“Aku tidak tahu apakah kau termasuk orang tolol atau bukan, tapi orang yang menahan pukulanku berakhir menyakitkan.” sambil berkata demikian Hercules menambah daya gempur pukulannya ke Prabu Siliwangi.


“Kita akan lihat.” seketika itu juga kedua kepalan tangan dan kaki Prabu Siliwangi diselimuti dengan energi yang kuat.


Duaarrrrrr.....


Terdengar suara ledakan yang sangat kuat ketika kepalan tangan Hercules bertemu dengan kepalan tangan Prabu Siliwangi, tapi bukan hanya suara ledakan yang keras saja tercipta tetapi tanah yang mereka injak menciptakan lubang yang cukup besar berdiameter lebih dari sepuluh meter bahkan angin yang tercipta akibat pertemuan pukulan tersebut telah meratakan area disekitar mereka sejauh seratus meter telah rata oleh tanah, pohon pohon bertumbangan bahkan rumah Rangga telah rata oleh tanah. Untung saja rumah Rangga agak jauhan dari rumah tetangga, tapi hal itu tak mengurangi dampak benturan, banyak sekali rumah tetangga yang sudah hancur. Serine tanda bahaya pun mulai terdengar mengaung, para Pejuang yang terdekat sudah mulai berdatangan dan segera memberikan pertolongan bagi warga penduduk yang terluka dan itu dilakukan oleh Pejuang kelas Support dan berharap saja tidak ada yang mati.


Sekilas ketika Hercules menyerang dengan serius kepada Prabu Siliwangi, Abaddon sendiri tidak membantu menyerang Prabu Siliwangi tapi malah menciptakan celah diudara seperti halnya yang dilakukan oleh Mada. Dan segera masuk kedalam celah tersebut dan sekilas melihat benturan yang terjadi sambil tersenyum puas.


Akibat benturan tersebut Hercules dan Prabu Siliwangi terpental cukup jauh. tanpa jeda sama sekali ketika terpental Prabu Siliwangi langsung menyerang Hercules, Hercules sendiri yang masih mengatur dirinya ketika terpental sepeti belum siap.


“Bajingan ini...” terdengar suara pelan yang keluar dari mulut Hercules sepertinya Hercules masih belum bersiap.

__ADS_1


“Tunggu Siliwangi, tunggu sebentar Siliwangi...” teriak Hercules sambil bergerak mundur dan berkata pada Prabu Siliwangi yang menyerang dirinya dengan kecepatan tinggi.


https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam


__ADS_2