
‘Segera capai garis akhir dengan melewati sungai yang ada didepan’
Ketika sistem selesai memberitahukan kepada Rangga tiba tiba muncul seekor hewan besar, sebesar gajah tapi bentuknya seperti banteng, bertanduk besar berkaki dua dan segera mengejar Rangga, Rangga yang sudah mengerti apa maksud gagalnya misi harian dan dikenakan hukuman segera saja Rangga berlari sekencangnya menuju ke arah sungai, sambil melihat kearah belakang dilihatnya hewan besar itu.
‘Minotaur’ Level 5
Hewan besar yang bertulisan Minotaur, setidaknya Rangga tahu apa yang ada dibelakangnya, sambil mengarahnya peringan tubuhnya nyatanya dengan sangat mudah ranggga meninggalkan Minotaur jauh tertinggal dibelakang dan melompati sungai yang lebarnya lima meter.
‘Sanksi misi harian selesai’
Segera saja semua lingkungan kembali ke awal semula, kembali ke suasan lingkungan rumah Rangga.
Sambil membaca notifikasi yang muncul.
‘Anda mendapatkan CrystalPass’
‘CrystalPass diberikan untuk pertama kali penyelesaian sanksi misi harian’
Rangga pun membaca diskripsinya Sebuah Crystal yang berbentuk kerucut dengan panjang sejengkal dengan diameter lima cm berwarna hijau cerah.
’Digunakan hanya sekali pakai, dapat menyelesaikan sanksi misi harian secara instan’
__ADS_1
Setelah membacanya Rangga pun segera menyimpannya di laci meja dan mengambil hapenya, memeriksanya banyak sekali komentar komentar di group sekolahnya mengenai apa yang terjadi, termasuk menanyakan adakah anggota group yang terpilih menjadi Pejuang. Ternyata ada sebuah pesan dari Shinta.
‘Rangga gimana kampung kamunya, apa kamu uda balik lagi ke kota Medan setelah kamu jual kampung kamu’
Dengan singkat Rangga membalas pesan dari Shinta.
’Sudah balik’
Dilihat jam yang ada dihapenya nenunjukan jam 10 malam, dan terdengar suara yang berasal dari perut Rangga dan rasa lapar pun segera dirasakan olehnya.
Brumm....
Terdengar suara sepeda motor keluar dari rumah Rangga, melaju dijalanan yang mulai agak sepi Rangga memutuskan untuk mencari makanan, terutama makanan kesukaannya nasi goreng, segera saja menuju warung tempat favoritnya. Namun sebelum mencapai warung tempat yang menjual nasi gorengnya terdengar sebuah teriakan dari seberang jalan.
“Berhenti...”
Teriakan kuat Rangga mengejutkan warga yang ada disekitarnya dan Pria tersebut segera menoleh kearah belakang ada rasa terkejut dimatanya, namun rasa terkejutnya segera sirna dengan sigap dia mengambil sebuah pisau dibalik bajunya dan mulai menyerang Rangga dengan cepat, kecepatannya serangannya begitu cepat, warga yang berada disitu juga berteriak.
“Awasss...”
“Aaahhhhhhhh...” bahkan ada seorang ibu yang berteriak histeris.
__ADS_1
Namun semua serangan pria tersebut dengan mudah dihindari seperti tidak berguna dihadapan Rangga, sebenarnya serangan pria itu tidak kalah hebatnya, pisau yang kelihatan lemah ketika mengenai tiang penyangga salah satu papan reklame langsung terpotong seperti memotong sebuah mentega bahkan sesekali keluar cahaya dari pisau tersebut dan mengeluarkan gelombang angin tajam disekelilingnya, tetapi semua bisa terelakkan oleh Rangga hingga ketika ada suatu kesempatan dengan telak pukulan Rangga mengenai perut pria itu.
Bukk...
Dan pria itu langsung jatuh terduduk lemas, ada rasa ketidakpercayaan pada dirinya, warga yang berkumpul pun semakin ramai bahkan ada kasak kusuk diantara mereka berbicara tentang pertarungan antar pejuang dan warga sendiri juga ada yang terkejut seorang remaja bisa mengalahkan pria dewasa.
Sambil mengambil sebuah tas yang jatuh dari pria itu dan menyerahkan pada seorang wanita yang merupakan pemilik dari tas tersebut.
Tak lama kemudia sebuah mobil patroli polisi menghampiri, setelah memberi keterangan dan mengambil informasi dari warga segara sah satu polisi itu memborgol pria dewasa itu dan segera berlalu dari sana, tiba tiba ketika jarak sudah mencapai 100 meter lebih mobil patroli itu keluar dari jalur jalan dan menabrak trotoar pembatas jalan, salah satu pintu bagian belakang mobil Patroli itu tercampak keluar sesosok pria dewasa yang tertangkap itu segera kabur dengan cepat.
Sementara Rangga yang masih ditengah jalan untuk menyebrang terkejut mendengar benturan keras mobil dengan trotoar dengan pandangan matanya yang tajam, dia melihat pria yang baru keluar dari mobil patroli itu, dengan hitungan detik Rangga segera sampai di mobil patroli itu, terlihat dua anggota kepolisian terluka cukup parah, untungnya lokasi rumah sakit hanya berjarak beberapa meter dari kejadian tersebut dengan dibantu oleh beberapa warga dua polisi itu segara dibawa kerumah sakit.
Kejadian tersebut tidak terlepas dari beberapa warga yang merekam dan segera saja menjadi topik hangat diinternet, tapi kejadian tersebut bukan hanya terjadi pada hari ini, di internet kejadian tersebut sudah terjadi sebanyak delapan kali diseluruh Indonesia itu juga yang tercatat, ada kemungkinan bisa lebih dari delapan, tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang yang terpilih menjadi Pejuang, dan hal ini sangat sulit untuk ditangani oleh pihak keamanan terutama kepolisian yang memang tugasnya menjaga masyarakat dan melindunginya dan celakanya yang menjadi Pejuang dari kepolisian yang terpilih sangat sedikit dan harus segera dicari bagaimana untuk menjaga masyarakat dari kejahatan yang dilakukan oleh Pejuang nakal.
Rangga sendiri setelah lewat kejadian tersebut diperjalanan banyak melamun banyak hal yang dipikirkannya terutama mengenai kemampuannya, dia sangat jelas dan yakin ketika melawan pria dewasa tersebut tidak ada kesulitan sedikitpun melawannya, serangan serangan yang dilakukan terlihat jelas dan lambat sekali, dan dia berlari dengan sangat cepatnya, ini sangat luar biasa setidaknya tidaknya dia bisa melawan balik Mahkluk yang telah membunuh kedua orangtuanya serta kakeknya.
Sesampainya Rangga pun tiba disebuah warung nasi goreng favoritnya, terlihat disana keadaan yang cukup ramai oleh pengujung dan banyak pengujung atau pembeli yang berkumpul di tempat masak nya nasi goreng, terlihat disana sepertinya yang memasak tidak lagi menggunakan kompor, kokinya sendiri memegang langsung wajan tempat masak nadi gorengnya dan banyak para pengujung yang berteriak seperti memberi dukungan pada koki tersebut dan koki itupun sesekali menunjukan api yang keluar dar tanganya.
“Mantap bro.”
Banyak teriakan yang ditujukan kepada koki tersebut.
__ADS_1
”Mantap jiwa.”
https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam