Gerbang Hitam

Gerbang Hitam
Lenyapnya Rangga


__ADS_3

“Ada apa Hercules, apa kau tidak berminat lagi dalam pertempuran ini, kau membuang waktuku.”


“Bukan begitu, aku hanya ingin menyudahi pertempuran kita, kau menang hebat Siliwangi mampu menahan seranganku.”


“Apa itu tidak terbalik?”


Sejenak pertempuran antara Prabu Siliwangi dan Hercules terhenti.


“Hahaha.” Hercules tertawa dengan lepas, sambil mengerakkan kepalan tangannya, rasanya kepalan tangannya masih terasa kebas akibat berbenturan dengan kepalan tangan Prabu Siliwangi.


“Apa yang kau inginkan Hercules, kenapa kau menghalangi jalanku? ini bukan merupakan sikap dari salah satu pahlawan bumi.”


“Aku tidak menghalangi jalanmu, ini ku lakukan agar aku bisa menolong anak dan istriku.”


“Kau percaya kepada Abaddon?”


“Tentu saja tidak, aku tahu seperti apa sifatnya tapi setidaknya tidaknya aku bisa dipercaya olehnya agar aku bisa masuk ke kekaisaran Erang, dan aku akan membebaskan anak dan istriku dengan tanganku sendiri.” Sambil mengepalkan tinjunya.


“Aku turut prihatin atas apa yang menimpa anak dan istrimu, tapi bagaimana caranya kau mau mendapatkan kepercayaan Abaddon?”


Dugh...


Tiba tiba Hercules memukul dadanya sendiri dengan sekuat tenaga hingga membuat dirinya jatuh terduduk ketanah, bahkan semua benda benda yang berada dibelakangnya terhempas kebelakang akibat dari energi pukulan yang dilepaskan Hercules untuk memukul dirinya.


“Apa yang kau lakukan Hercules?”


“Tidak apa apa Siliwangi ini mungkin salah satu cara agar aku bisa mendapatkan kepercayaan dari Abaddon.” Sambil mengatur nafasnya yang kacau Hercules mencoba untuk mestabilkan kekuatan dirinya.


“Kenapa kau tidak menyuruhku saja untuk melakukannya?”


“Aku tidak sudi kena pukulan olehmu.”


“Hahaha... tidak ada salahnya jika aku memukulmu. Tapi... Mungkin kau benar, dengan temperamen Abaddon sendiri yang aku ketahui dia memang penuh kewaspadaan tinggi, ambillah ini.” Selesai bicara Siliwangi melemparkan sebutir pil kepada Hercules.

__ADS_1


“Pil apa ini?”


“Hanya pil biasa, yang bisa langsung mengatur peredaran darahmu menjadi stabil, tapi itu pil tidak bisa mengobati tubuhmu.”


Selesai berbicara Prabu Siliwangi segera membentuk celah ruang didepannya.


“Hahaha, terima kasih kau mengerti.” Herculespun menerima pemberian pil tersebut. “Tapi jawab satu pertanyaanku dulu sebelum kau pergi. Beritahu aku Siliwangi, apa kau menggunakan kemampuan ketika kita bentrok tadi?”


“Hanya jurus kecil saja. Brajamusti, itu yang kugunakan.” Prabu Siliwangi pun segera menghilang di celah ruang yang dibuatnya dengan meninggalkan Hercules salah satu pahlawan bumi.


“Huff... aku harus meningkatkan kembali skill gigantificationku lagi.” Sambil Hercules melihat kearah hilangnya Prabu Siliwangi ditelan celah robekan udara.


...****************...


Sejenak, sebelum Rangga benar benar menghilang dari posisinya yang berada tepat ditengah gapura Wringinlawang. Salah satu percikan energi yang pecah ketika bola energi Abaddon berbenturan dengan tendangan yang dilancarkan oleh Mada mengenai array lingkaran sihir. Kalau diperhatikan dengan seksama tidak ada perubahan pada array tersebut, array itu tetap stabil dan tidak rusak. Tetapi sebenarnya array itu telah berputar kearah sebaliknya selama setengah detik dan itu terlihat oleh Semar.


Rangga pun hilang dari pandangan dan keberadaannya juga telah terhapuskan dan sama sekali tidak ada frekuensi energi yang dilepaskan oleh Rangga yang terbaca oleh mereka.


“Ada apa Naya? apa kita berhasil?” Terdengar ucapan Mada kepada Naya, terlihat harapan ada dimata Mada.


“Keik Keik Keik... apa aku harus senang?” Sambil tersenyum yang penuh dengan makna sambil memandang Mada dan Naya. Ucapan Abaddon seperti mengejek Mada dan Naya.


“Keik Keik tapi setidaknya tidaknya kita sama sama tidak berjodoh pada itu anak, kalau kalian beruntung, kita bisa bertemu diakhir pertempuran kali ini. Itu juga kalau kalian beruntung. Waktu tiga harinya juga sudah hampir berakhir Keik... Keik...”


Selesai berbicara demikian Abaddon segera mengerahkan mana ya untuk menciptakan gerbang portal.


Ketika gerbang portal hitam itu mulai terbentuk, disisi lainnya muncul tiba tiba celah ruang. Muncullah Prabu Siliwangi dari celah ruang tersebut.


Abaddon terlihat heran kenapa Prabu Siliwangi bisa muncul disini. Apa yang terjadi? Apa Hercules telah dikalahkan?. Tapi itu tidak mungkin Hercules itu kuat dan tangguh, juga merupakan salah satu pahlawan bumi. Kalau tidak karena istri dan anak Hercules berada dikekaisaran Erang, mustahil memanfaatkan Hercules.


“Apa kita berhasil Mada, Naya?” tanya Prabu Siliwangi kepada mereka berdua.


Terlihat Mada dan Naya genggong menggelengkan kepala mereka.

__ADS_1


“Kita gagal Siliwangi.” Ujar Mada.


“Tapi aku sama sekali tidak melihat keberadaan Rangga ataupun merasakan kehadirannya?” Ujar Siliwangi.


“Rangga telah berhasil dipindahkan tapi aku tidak tahu apa Rangga dipindahkan kesepuluh tahun yang lalu atau ke waktu yang lainnya.” Naya memberi penjelas kepada Siliwangi dan menyambung kembali ucapnya.


“Tapi aku tahu itu telah gagal, karena sebelum Rangga dipindahkan aku merasakan lonjakan energi di array yang aku buat, walau lonjakan energi itu sangat kecil, tapi...” terlihat mata Naya yang tidak secerah sebelumnya.


“Apa kau tahu apa yang akan terjadi pada Rangga...” walau nada sepeti bertanya tapi pada dasarnya Siliwangi tidak bertanya pada Naya.


“Kalau dia tidak berhasil tercampak ke waktu yang belum kita ketahui, dia akan terjebak dalam ruang waktu untuk waktu yang tidak kita ketahui...” sambung Siliwangi.


“Aku tahu Siliwangi.” Ujar Naya.


“Itu juga merupakan salahku juga.” Ujar Mada.


“Tidak ada yang perlu disalahkan, karena aku tahu apa penyebabnya.” Sambil mengarahkan pandangan dengan tajam kearah Abaddon yang mencoba menghilang dari mereka dengan melalui gerbang portal hitam yang telah berhasil dibuatnya.


“Keik Keik Keik, kau terlambat Siliwangi, dan waktu tiga hari untuk kita para pejuang sudah hampir berakhir, dan ku duga para kreator telah menyelesaikan rapatnya, walau aku gagal membunuh Pejuang yang akan menjadi ancaman untuk kami, tapi... Keik Keik Keik dia telah menghilang itu sama saja aku telah menyelesaikan misi yang diberikan.” Ujar Abaddon.


“Tanpa kau beritahukan aku paham kalau kreator Yama yang telah mengutusmu.”


“Keik Keik Keik sesuai yang diharapkan dari Prabu Siliwangi, selamat tinggal dan sampai jumpa lagi di akhir pertempuran, kalau kalian beruntung mengumpulkan Pejuang tingkat S seribu orang. Keik Keik Keik...” dan Abaddon pun melangkah masuk ke gerbang portal hitam yang dibuatnya.


“Tidak secepat itu Abaddon!” Teriak Mada sambil menerjang kearah Abaddon dengan secepat kilat.


“Mundurlah Mada...!” Sambil berkata demikian mata Prabu Siliwangi terlihat berkedip dengan cepat mengeluarkan cahaya merah. Mada yang melihat hal itu langsung menyingkir.


Terlihat telapak tangan Prabu Siliwangi terbuka mengarah kearah perginya Abaddon yang masih terlihat. Dan dengan sekuat tenaga dan seketika itu juga mengepalkan tanganya seperti menggenggam.


Mendadak lokasi keberadaan Abaddon dan gerbang hitamnya hancur dalam sekejap, seolah-olah seluruh ruang langit dan bumi telah terkoyak dan terkompresi.


Baca artikel Gerbang Hitam di

__ADS_1


https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam


__ADS_2