
Melihat bahaya yang mengancam dirinya, Rangga berusaha untuk menghindar, tapi apa daya walau Rangga sekilas melihat serangan Abaddon tubuhnya sama sekali tidak mendukung pergerakan apa yang diingininya, gerakannya masih kalah cepat dengan gerakan Abaddon.
Langsung saja tangan Abaddon yang semula mengarah ke kepala berubah arah mencengkram leher Rangga.
“Keik... Keik... kau merupakan ancaman dari kemenangan kelompok kami, sebelum berkembang kau harus mati.”
Cengkraman Abaddon semakin erat mencekik leher Rangga, walau sebenarnya Abaddon bisa sangat mudah untuk mematahkan leher rangga tapi entah alasan apa hal tersebut tidak dilakukannya, apa dia ingin melihat rangga mati secara perlahan lahan atau ada alasan lainnya.
Berusaha untuk membebaskan dirinya, Rangga memegang tangan Abaddon dan berusaha menarik lepas tangan yang mencekik lehernya, tapi sepertinya usahanya sia sia belaka. Mendadak kedua mata Rangga berubah hitam keseluruhan dan dengan berusaha sekuat tenaga Rangga meloloskan dirinya dari cengkraman tangan Abaddon. Tapi pada dasarnya kalau dilihat lebih teliti Abaddon sendirilah yang melepaskan cengkramannya. Segera saja Rangga mundur kebelakang sambil menjaga jarak dari Abaddon.
Abaddon sendiri malah terdiam sejenak sambil memperhatikan mata Rangga yang berubah menjadi hitam keseluruhan.
“Keik... mustahil, tidak mungkin manusia bisa memiliki kekuatan Yama, apalagi bisa menyatu dengan tubuh manusia yang lemah, tapi... Keik Keik Keik... Menarik sekali.”
Rangga segera memulihkan dirinya dengan spell penyembuhan yang dimilikinya, setelah berkurang rasa sakit yang dialaminya Rangga merasakan tubuhnya semakin kuat.
‘Dark Matter’ Tingkat A+
Tingkat penyatuan
1.3%_____________________________________
Rangga sendiri menyadari kalau tingkat penyatuan terhadap Dark Matter meningkat jauh lebih tinggi mencapai 1%, apakah ini karena meningkat karena tekadnya?.
Tapi kenapa kekuatan Dark Matter malah disebut sebagai kekuatan Yama oleh Abaddon, apakah ada perbedaan dalam penyebutan walau memiliki hal yang sama.
__ADS_1
Abaddon sendiri langsung memperhatikan tangannya yang terkena darah Rangga, melihat dengan seksama lalu memasukan jarinya yang ada darah rangga kedalam mulutnya, sejenak Abaddon diam...
“Keik... tak kusangka ada darahku yang bercampur dengan darahmu, tapi kenapa bisa?”
“Keik Keik ... apakah karena luka kecil yang Kuterima ketika bertarung dengan kakek tua itu?” Sambil menatap kearah Rangga yang masih mengatur nafasnya karena luka parah yang dideritanya.
“Keik.... bisa jadi begitu.”
Abaddon bergumam sendiri seperti bertanya dan menjawab sendiri hanya sekedar untuk mencari pembenaran.
Jika kembali ke pertarungan antara Kakek Rangga dengan Abaddon memang benar ekor Abaddon pernah tergores sedikit saja kena serangan sisi telapak tangan kakek Rangga, dan hal ini menyebabkan keluarnya darah Abaddon dan secara kebetulan juga ekor Abaddon melukai tubuh Rangga ada kemungkinan darah yang memiliki materi ‘Dark Matter’ Abaddon masuk kedalam tubuh Rangga dan menyatu dengan darah Rangga.
“Keik... keik... kau beruntung aku sama sekali tidak berminat membunuhmu lagi, ikutlah bersamaku dan bergabung dengan Kekaisaran Erang dan kita akan memenangkan peperangan dan mendapatkan kemuliaan.”
“Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan, tapi yang ku tahu kau harus mati ditanganku.”
Sambil mengerahkan kembali kekuatannya, mata Rangga pun kembali menghitam, dan lambat laun rangga sedikit mengerti menggunakan kekuatan Dark Matter dengan memusatkan Pikirannya dengan konsentrasi tingkat tinggi, walau sebenarnya apa yang dilakukan Rangga adalah memusatkan spirit soulnya ke kedua matanya dan itu tanpa disadarinya.
Lambat laun dengan sedikit peningkatan dari Dark Matter berangsur angsur kepalan tangan kanan Rangga ada sedikit resonansi cahaya gelap yang masih buram dan tidak terlihat jelas tapi cahaya gelap yang menyelubungi kepalan tangan kanan Rangga itu ada dan persentase tingkat penyatuan terus meningkat.
“JATUH...” sebuah teriakan dilakukan oleh Rangga dengan sekuat tenaga dan kebulatan tekadnya mengarahkan tujuannya kepada Abaddon yang sedang melayang tinggi diudara, karena ini adalah pertarungan Balas dendamnya dengan mempertaruhkan hidup dan matinya walau Rangga sadar dia bukan lawan Abaddon tapi lari dan membuat pembalasan dikemudian hari dengan meningkatkan kekuatan tidak mungkin, kabur dari Abaddon sangat mustahil, hanya bertarung sekuat tenaga cuma itu yang ada dipikirkan Rangga.
Sekejap Abaddon terlihat kehilangan keseimbangannya, terlihat tubuhnya tiba tiba dipaksa untuk turun ke bawah, walau kurang dari sedetik setidaknya tidaknya usaha Rangga dengan menggunakan skill Sesuai Kehendak berpengaruh pada Abaddon, sayangnya tingkat Penyelesaian skill Sesuai Kehendak masih terbilang sangat rendah sekali dan hampir tidak berpengaruh pada Abaddon.
“Keik Keik menarik, sungguh sangat menarik.” Terkesima dengan kemampuan Rangga membuat hati Abaddon semakin senang dan Abaddon sendiri terus memperhatikan perubahan pada tangan Rangga.
__ADS_1
“Keik Keik Keik... akan aku tunjukan padamu apa dan bagaimana cara menggunakan kekuatan Yama.”
Selesai berbicara ledakan cahaya gelap hitam pekat langsung menyelimuti Abaddon dengan seketika.
“Keik Keik begini caranya menggunakan kekuatan Yama.”
Sambil berlipat tangan didepan dadanya Abaddon menantang Rangga. Rangga sendiri memang udah sangat siap untuk bertarung dengan Abaddon, walaupun dia sadar akan kegagalan skillnya terhadap Abaddon tapi itu tak menghilangkan semangatnya untuk membalas dendam. Langsung saja Rangga melompat setinggi mungkin untuk menjangkau Abaddon, sambil melayangkan pukulan dan tendangannya kearah Abaddon, Rangga memulai kembali serangan dengan menggunakan kemampuan Dark Matter yang meningkat terus menerus, bahkan tingkat Penyatuannya sudah melebihi 5% dan ini terus saja meningkat, walau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi rangga senang karena semakin tinggi tingkat penyatuannya stat rangga juga bertambah dan ini merupakan keuntungan pada Rangga.
Serangan tajam yang dilakukan Rangga langsung menghantam kepala Abaddon, namun Abaddon hanya diam saja sepertinya dia membiarkan Rangga untuk menyerangnya, sayangnya Rangga tidak bisa melayang jadi selesai melakukan serangan Rangga kembali jatuh dan mendarat ditanah dengan kedua kakinya. Namun... Rangga kembali melompat lagi dan memberikan serangan kembali, dan Abaddon kembali lagi hanya berdiam diri saja karena memang pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh Rangga tidak berdampak buruk oleh Abaddon dan itu terus berulang ulang, hingga Abaddon menjadi bosan.
“Keik Keik... kuharap dengan seranganmu tadi telah membuatmu tenang akan balas dendamu.”
“Aku tidak perlu kasihanimu, yang pasti aku ingin membunuhmu.”
“Keik Keik sadar diri atas kemampuanmu, bagaimana kalau kupotong tanganku sebagai pengganti balas dendammu tapi kau ikut dengan ku.”
“Aku sama sekali tak ingin ikut denganmu.”
Selesai berbicara Rangga kembali melompat dan melakukan serangan kembali, namun kali ini hampir seluruh tangan kanan Rangga diselimuti oleh cahaya hitam gelap walau hanya sebatas buram saja.
“Keik Keik Keik... Aku sudah bosan bermain dengan mu akan kuseret kau ikut dengan ku.” selesai bicara Abaddon langsung menyerang Rangga yang sedang melompat keatas, walau Rangga sedikit terkejut namun pengalaman beberapa hari ini telah mengajarkan dirinya untuk selalu waspada, namun apa daya pukulan Abaddon langsung menghantam Rangga dengan sangat cepatnya dan Rangga sendiri sama sekali tak melihat serangan pukulan Abaddon.
Buugghh...
Rangga langsung menghantam bumi dengan kerasnya. Rangga langsung bangkit kembali walau dengan tubuh yang sempoyongan tapi tekadnyalah yang membuat dirinya bangkit walau tubuhnya tidak sanggup lagi. Dengan mengumpulkan sisa sisa tenaganya walau sebenarnya akibat pukulan tadi telah membuat tubuhnya terluka sangat parah, skill penyembuhannya pun butuh waktu untuk memulihkan tubuh Rangga tapi, Rangga tidak ada waktu... Rangga kembali melompat, namun sebelum kakinya meninggalkan bumi sebentuk tangan kekar telah menahan Rangga.
__ADS_1
https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam