
Ditengah tengah area lapangan merdeka segera timbul pertempuran antara para goblin dan para Pejuang, para Pejuang kelas Support segera melakukan spell untuk menyembuhkan orang orang yang terkena spell curse.
“Cure...”
“Cure...”
“Cure...”
Segera saja spell Cure digunakan berkali kali, hingga orang orang yang terkena curse bisa memulihkan dirinya dan bergerak melakukan perlawanan. Tiga kendaraan taktis militer ringan segera menyerbu kedepan medan pertempuran, mengabaikan pagar pagar pembatas lapangan merdeka langsung menerobos.
Tet tet tet tet tet......
Suara senapan mesin memekakkan telinga, puluru peluru segera berhamburan keluar dari moncong senjata yang terletak diatas kendaraan taktis ringan, para goblin yang terkena tembakan berjatuhan satu persatu layaknya daun yang berjatuhan dari pepohonan. Segera tiga Ogre maju kedepan menghadang kendaraan taktis militer tersebut, ayunan balok kayu pohon segera menghantam kendaraan taktis tersebut.
Bugh...
Bugh...
Walau tembakan terus diarahkan ke Ogre tersebut tapi Ogre itu mengabaikannya, bagaimana tidak, peluru peluru tajam yang menembus tubuh para goblin hanya mampu masuk ketubuh Ogre kurang dari dua cm, bukan itu saja tanah disekeliling kendaraan itupun mulai retak dan terbelah menelan kendaraan taktis tersebut, terlihat goblin shaman menghentak tongkatnya kembali dan korban dipihak manusia berjatuhan.
Bu Ratna yang telah terbebas dari spell curse segera menyerang goblin shaman.
“Arrow freze.”
Segera anak anak panah yang terbuat dari es bermunculan dan mulia menyerang goblin shaman, melihat hal itu goblin shaman itu tersenyum kecil memperlihatkan gigi gigi tajamnya.
Sebuah lapisan pelindung kasat mata muncul didepan goblin shaman dan menetralisir serangan Bu Ratna, dia pun tertawa.
“Beginikah serangan manusia terkuat disini ?”
Ucapan itu keluar dari goblin shaman, apakah goblin shaman itu mengetahui kalau Bu Ratna memang orang yang terkuat yang berada di lapangan merdeka, Bu Ratna seorang Pejuang Grade A kelas Mage, orang yang satu satunya dengan tingkatan Grade A tapi sayang karena levelnya yang masih level 1 serangannya tidak mengakibatkan luka pada lawannya bahkan serangannya tak mampu untuk menebus lapisan pelindung goblin shaman itu.
Pertempuran terus berlanjut, korban pun semakin banyak berjatuhan, Rangga yang awalnya hanya untuk melihat situasi dan kondisi dipaksa untuk bergabung dalam pertempuran, walau bisa saja untuk kabur dan tak terlibat dalam pertempuran tapi hati dan jiwanya menolak untuk melarikan diri. Melompat dari ketinggian sebuah gedung dan langsung bergabung dalam pertempuran, pertempuran untuk pertama kalinya.
Menerobos langsung kedepan, setiap goblin yang ditemui langsung terhempas akibat dari pukulan dan tendangan Rangga yang menghantam mereka, ketika Rangga telah menghempaskan tiga goblin dan menyebabkan mereka meregang nyawa, notifikasi muncul memberitahukan akan kenaikan levelnya.
Status
Nama : Rangga Grade E
Job : DemiGod
Level 2
672________________________________/1500
HP 230
_____________________________________ 230
__ADS_1
MP 37
______________________________________ 37
Tenaga dalam : 137
Peringan tubuh : 83
\~\~\~\~\~
Kekuatan : 21 (+ 137 )
Ketangkasan : 13 ( + 83 )
Daya tahan : 13
Insting : 13
Kecerdasan : 16
\~\~\~\~\~
Poin 0
‘Dark Matter ‘ Tingkat A+
Tingkat penyatuan
‘ Sesuai Kehendak ‘ Tingkat S
Tingkat penyelesaian
0.02%___________________________________
Rangga terus saja maju, pandangannya tertuju kedepan, kearah pertempuran yang terjadi dipusat lapangan merdeka. Bu Ratna yang semakin lama semakin terdesak oleh goblin shaman tak bisa berbuat banyak, semua serangannya terbelokir oleh lapisan pelindung yang ada pada goblin shaman tersebut, situasi buruk juga dialami oleh para Pejuang lainnya, perbedaan level dan pengalaman yang didapat membuat mereka terdesak, bahkan tiga kendaraan taktis ringan sudah hancur kena hantaman para Ogre.
Duarrrr...
Duarrrr...
Dua kali ledakan terdengar ketika dua peluru peluncur roket RPG menghantam barisan para goblin dan menghancurkan mereka, membuat para goblin untuk mencari perlindungan, terdengar teriakan teriakan mereka yang melengking tinggi. Dua peluru peluncur roket RPG segera diluncurkan kembali.
Duarrr...
Duarrr...
Sebelum mencapai sasaran sebuah lapisan pelindung kasat mata yang cukup besar telah menghalangi lintasan peluru roket RPG itu mencapai sasaran, meledak ketika menyentuh lapisan pelindung itu, bukan itu saja segera anak anak panah dan tombak dilemparkan oleh para goblin dan mengarah ke tentara yang meluncurkan serangan roket RPG tersebut, lemparan tombak dengan kecepatan diatas rata rata segera menghantam dan menewaskan tentara tersebut. Para pejuang baik itu Mage, Support, Warrior dan yang lainnya sama sekali tidak bisa berbuat apa apa untuk menyelamatkan para tentara atau pihak keamanan yang bukan Pejuang, bahkan untuk menyelamatkan diri sendiri juga sulit. Goblin goblin terus berdatangan dari gerbang portal tersebut, pertempuran yang kacau balau tanpa ada koordinasi kalah oleh jumlah, para Support dan Priest dengan mana yang semakin lama semakin sedikit menyebabkan para Pejuang semakin terdesak.
Segera Rangga mengambil sebuah tombak yang tergeletak ditanah dan segera bergabung dalam pertempuran, menuju kesalah satu Ogre yang terdekat.
__ADS_1
Trang...
Clang...
Suara suara beradunya senjata dari dalam pertempuran membuat suasana semakin mencekam.
‘Naik level’
‘Naik level’
Notifikasi memberitahukan kepada Rangga kalau dia naik level ketika tombak yang dipegangnya menembus leher salah satu Ogre yang ada dihadapannya, tubuh Ogre yang sangat sulit ditembus oleh peluru tajam dengan sangat mudahnya ditembus oleh Rangga. Pertempuran terhenti sejenak, para Pejuang terdiam, tak lama terdengar beberapa Pejuang berkata.
“Naik level... kita naik level.”
“Naik level.”
“Yeahh...”
Semua mata tertuju kepada Rangga yang berdiri diatas tubuh mayat Ogre tersebut termasuk Bu Ratna, hampir semua Pejuang menyadari kenaikan stat mereka, walau beberapa pejuang telah lebih dulu naik level sebelum Rangga membunuh salah satu Ogre, tapi yang naik level hanya segelintir saja karena mereka berhasil membunuh satu atau dua goblin, tapi akibat Rangga telah membunuh satu Ogre menyebabkan para pejuang yang ikut bertempur naik level juga.
Sambil mencabut dan mengangkat tombak mengarah keatas.
“Aarrgggg...”
Teriakan Rangga membelah udara, segera para Pejuang juga berteriak mengikuti Rangga, moral para Pejuang yang sebelumnya runtuh mulia bangkit kembali.
“Atur barisan, Support, Priest berada dibarisan belakang, yang kehabisan mana segera mundur dari pertempuran.” sebuah maklumat dikeluarkan Rangga.
“Warrior ikut bersama ku, Priest dan Support dukung kami.”
Pertempuran kembali berlanjut, berkat adanya koordinasi dan adanya kenaikan level pertempuran berangsur angsur berpihak pada manusia ketika Ogre terakhir tumbang. Goblin shaman yang melihat situasi terlihat kelihatan marah, segera bola bola api berjatuhan dari langit dan menyerang para Pejuang, berkat dukungan para Support dan Priest serangan bola bola api tersebut dapat ditahan dan juga dihindari.
Para Mage termasuk Bu Ratna segera Melakukan serangan balik, namun sayangnya semua spell dapat dinetralisir oleh pelindung yang dibuat oleh goblin shaman itu. Rangga yang melihat situasi tersebut langsung mengarahkan tombaknya ke arah goblin shaman itu, sambil memegang erat tombak.
zzztttttt...
Percikan listrik mengalir pada tombak yang dipegang oleh Rangga, ketika Rangga memilih salah satu skill yang ada distatusnya dan menggabungkan dengan skill yang lainnya.
Mage
Thunder spark 23 MP
Archer
Throw straight 10 MP
menggunakan dua skill yang dijadikan satu membentuk skill baru, sebuah notifikasi muncul.
‘Pencapaian untuk pertama kali penggabungan dua skill, menganugerahkan gelar “ Pejuang Tangguh “ ‘.
__ADS_1
https://rairinproject.blogspot.com/p/gerbang\-hitam