Godaan Sahabat Suamiku

Godaan Sahabat Suamiku
Bab 15


__ADS_3

Flashback Raka dan Lala


Dulu Raka memang  mengenal dekat gadis cantik  bernama Lala Adelia. Itulah nama lengkap yang diberikan oleh orang tuanya. Pak Haris dan Bu Lasmi. 


Dari kecil mereka selalu bersama, sampai dewasa pun, karena memang dulu mereka bertetanggaan.


Raka mempunyai rasa suka terhadap Lala, namun rasa suka Raka hanya sebatas teman, walaupun lebih, hanya sebagai adik kakak. Raka dari dulu tak ingin mempunyai rasa cinta terhadap Lala sebagai pasangan, karena Raka sadar diri, bahwa Raka hanya orang biasa, jauh dari kata orang kaya.


Berbeda terbalik dengan Lala, dia orang berada. Lala mempunyai sifat lembut, ramah, sopan, tak pernah melawan, selalu menurut apa yang Raka katakan. 


Dulu Lala tak lepas dari hijabnya selalu tertutup rapi, berbanding balik dengan yang sekarang tampilannya.


Memperlihatkan lekuk tubuhnya dan belahan dada. Sampai Raka selalu bergumam dalam hati," Apa yang terjadi dengan Lala, kenapa dia berubah sedrastis itu."


Sekian lama Raka tak pernah bertemu dengan Lala, perubahan Lala membuat mata lelaki jahil berkesempatan ingin menggodanya. 


Raka tak menyangka jika Lala mengungkapkan perasaannya, dengan berani dan lantang di hadapan Alena istri sah Raka. 


Raka tak mengerti dengan tingkah Lala yang sekarang. Bukan membuat Raka senang malah membuat Raka sedikit risih dan tak suka. 


Lala  apa dia  dendam terhadap Raka  karena Raka meninggalkan Lala tanpa  kata pamit. Raka  terkejut dikala Bapak Haris menyuruhnya menikahi Lala, padahal dulu lelaki tua yang menjadi ayah Lala itu, menentang kedekatan keduanya, karena keluarga Raka yang terbilang miskin dan tak punya apa-apa.


 Pak Agus adalah sosok sang ayah pekerja keras bagi Raka, ia lelaki tua yang hanya mempunyai usaha kecil-kecilan, tak ada kata mengeluh bagi Pak Agus untuk membiayai Raka sampai kuliah.


Sampai seiring jalannya waktu sang bapak sering sakit-sakitan, uang hasil usaha Pak Agus habis untuk membeli obat dan bolak balik ke rumah sakit. Hingga akhirnya Pak Haris menawarkan Pak Agus sebuah peluang untuk mengoper kredit perum milik keluarga Raka satu satunya, untuk sang  sahabat, memang waktu itu perum Pak Agus masih dalam cicilan. 


Tak ada jalan lagi, Pak Agus setuju dengan tawaran Pak Haris. Mereka terpaksa karena sudah kehabisan biaya berobat dan tak ada lagi sanak saudara yang membantu.


Bagi Pak Agus, uang bisa dicari, namun kesehatannya sekaranglah yang lebih utama.


Raka sempat mengeluh, jika perum dijual, mereka akan tinggal dimana. 


Pak Agus hanya bisa menyediakan tempat tinggal dua petak untuk Raka, ia berjanji ketika sembuh akan membeli lagi perum. 


Namun bukan kesembuhan yang didapatkan Pak Agus,  sakitnya lelaki tua itu malah membuat beliau bertambah parah. 


Raka tak bisa melanjutkan sekolahnya ke jenjang kuliah, ia hanya bisa pasrah dari putusnya sekolah karena kurangnya biaya. 

__ADS_1


Dengan terpaksa, Raka membawa sang bapak pulang kampung. Dimana Ketika Raka pergi untuk berpamitan pada  Lala, lelaki tua bernama Bapak Haris seperti tak suka melihat Raka dekat dengan Lala. 


Sampai Raka mengurungkan niatnya untuk berpamitan pada sang sahabat. 


"Selamat tinggal, Lala. Kamu akan menjadi sahabatku." Gumam hati Raka, saat ia menaiki bus bersama sang ayah. 


Sampai di kampung kelahiran Raka di surabaya, lelaki berkulit putih itu menemukan sosok cinta sejatinya.


Sosok wanita itu, bernama Alena Amelia, wanita yang sekarang menjadi istri Raka. 


Pernikahan yang ke satu tahun, mereka kini dikaruniai seorang anak laki-laki yang tampan. Membuat   kebahagiaan Raka dan Alena begitu lengkap. 


Raka jatuh cinta terhadap Alena, karena wanita yang menjadi istrinya itu, tegas, lembut, penyayang dan menerima keadaan Raka yang hanya seorang pemuda sederhana. 


Namun kebahagiaan Raka yang sekarang


diambang  kehancuran, Raka tak tahu dari dulu Lala memendam Rasa cinta terhadapnya.


Hanya yang ada dipikirkan Raka, Lala sudah dianggap sebagai adiknya dan rasa itu tak akan berubah sampai kapanpun. 


Raka juga sempat berpikir jika Lala menganggap dirinya keluarga dan seorang kakak.


Namun, pada kenyataanya Raka salah besar. Semakin Raka mengirim pesan dan saling ngomen status untuk perhatian dan menganggap sebagai kakak, gadis bernama Lala itu malah semakin berharap  kepada Raka. 


Lelaki berbadan kekar dengan kulit putihnya mengira  kata-kata semangatnya  tak akan jadi benih cinta di hati Lala. 


Raka menyesal dan berkata," Aku salah selama ini, aku telah melukai kedua wanita di dalam hidupku. Andai saja dulu aku tak menyuruh istriku untuk meminta no ponselnya, mungkin hidupku takan serunyam ini."


Drttt... Drttt, suara ponsel Raka bergetar.


Membuat lamunan masa lalu itu membuyar seketika. Raka melihat layar ponsel, siapa yang menelepon kepadanya. 


"Anwar, ada apa dia menghubungiku?" Awalnya Raka ragu, namun keraguan itu ia buang jauh jauh.


Raka akhirnya mengangkat panggilan telepon dari Anwar kakak laki laki satu satunya Lala, dimana ia adalah sahabat Raka ketika sekolah di SMA.


"Halo, halo, Raka lu dimana?" Tanya  Anwar terdengar begitu cemas.

__ADS_1


"Gue di rumah War, ada apa?"  Raka kini balik bertanya.


"Lu datang kesini, Lala adik gue...


Sambungannya tiba tiba terputus. 


" Halo. " Membuat Raka berulang kali memanggil Anwar, berharap ada jawaban lagi dari sahabatnya.


Namun saat Raka menatap layar ponselnya, layar itu sudah tak terhubung lagi dengan Anwar, membuat ia bingung dan bimbang, antara menelpon kembali atau membiarkan begitu saja. 


Akan tetapi ia penasaran dengan apa yang diucapkan sahabatnua itu, sampai membuat dia terdiam dan berkata. " kenapa dengan Lala? Apa sesuatu terjadi dengannya?"


Alena penasaran dengan suaminya yang dari tadi melamun, ia menggendong Putra, berusaha menidurkan anak satu satunya itu.


"Kenapa dengan Mas Raka, apa sesuatu terjadi? Atau ada masalah di tempat kerjanya!"


Putra malah tersenyum, ia menatap raut wajah Alena, membuat Alena berucap, " ayo bobo sayang. "


Perlahan Alena menyanyikan lagu Nina bobo, sampai Putra terlelap tidur dalam panguan ibunya sendiri.


"Ahk, akhirnya. Putra tidur juga. "


Perlahan Alena menidurkan bayi yang sudah menginjak empat bulan itu pada tempat tidur.


"Bobo ya sayang. "


Alena, perlahan keluar dari kamar untuk pergi melihat keadaan suaminya yang terlihat di rendungi masalah.


Raka, mengutak ngatik layar ponsel, kembali ke pesan dan balik lagi, dia seperti orang kebingungan sendiri, sampai Alena mengintip dan mendengar perkataan suaminya.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Anwar, kenapa dia membahas tentang Lala. Kenapa pikiranku jadi tak karuan begini. "


Alena tak menyangka jika suaminya masih membahas tentang Lala, wanita yang sangat ia benci.


"Ngapain Mas Raka bahas si Lala, apa dia ...."


Berusaha berpikir positif, pada akhirnya Alena menghampiri sang suami.

__ADS_1


__ADS_2