Godaan Sahabat Suamiku

Godaan Sahabat Suamiku
Bab 16


__ADS_3

Perlahan langkah kaki, mendekat ke arah sang suami.  Alena kini memegang bahu Raka yang terlihat gelisah. "Papah kenapa?" tanya Alena menatap sayu pada sang suami. 


"Eh mah," Raka terlihat ragu mengatakan jika Anwar meneleponnya.


Alena mulai memancing kembali sang suami agar menjawab kegelisahan yang dirasakan." Papa ini kenapa, malah diam."


Menghela napas pada akhirnya, Raka mengatakan sejujur jujurnya, dengan apa yang ia rasakan saat ini." Sebenarnya tadi itu, teman papa Anwar telepon!" Walau penuh keraguan, di depan sang istri, Raka berusaha melanjutkan perkataannya. 


"Terus dia ngomong apa, sama papa. Kok mama liatnya papah kayak gelisah dan tegang gitu?" Tegas Alena pada suaminya, wanita berbulu mata lentik itu melipatkan kedua tangannya. 


Raka berusaha tetap tenang dan menjawab! "Entahlah, dia membicarakan nama adiknya."


Alena mengerutkan dahi," Adik?" 


" Sebenarnya Anwar itu kakaknya Lala!" Jawaban yang membuat rasa tegang berlanjut. 


"Oh kakaknya, gadis itu, memangnya kenapa dia membahas Lala dan malah menelepon kamu?" Alena seperti mengintrogasi Raka agar mengatakan semua dengan detail, tanpa putus putus yang mengakibatkan Alena bertanya lagi dengan rasa penasaran.


"Anwar suruh papah datang kesana!"  balas Raka terlihat ada rasa takut menyelimuti hatinya. 


"Teruuuss, papa  mau datang kesana?" tanya Alena sedikit terdengar sinis. 


"Ya enggalah, untuk apa!" balas Raka memeluk  sang istri dengan sedikit menggodanya. 


Alena tersenyum dan bergumam dalam hati," Lala aku sudah  tahu rencana mu. Pasti kamu sengaja memancing suamiku kan,  untuk datang ke tempatmu. Tapi sayangnya  aku tak akan membiarkan suamiku datang ke tempatmu,   aku bukan wanita lemah, aku adalah Alena. Milikku tetap milikku takan aku bagi.


*****************


" Semua ini gara-gara bapak, andai saja dulu bapak tak melarang-larang Lala dengan Kak Raka, mungkin Kak Raka tak akan dimiliki wanita lain. Aku ben*i bapak!" Bentak Lala pada Lelaki tua yang berada dihadapannya. 


"Bapak, tidak bermaksud seperti itu, Nak" Jawab lelaki tua itu sedikit menahan perih di dada. Ia menundukkan pandang mencoba tetap tegar menghadapi anak kesayangan. 


"Lala, kenapa dengan kamu ini, sadar Raka itu sudah beristri, kamu harus ikhlas. " ucap  sang ibunda berusaha menyadarkan  anaknya.


"Sudahlah, ibu dan bapak sama saja, nggak suka lihat Lala bahagia."  Pekik Lala, gadis itu  berlalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya. Dimana sang ibunda berusaha menghentikan langkah kaki Lala. 


"Tasya. Berhenti, kita bukan …."


"Ahk." Lala menghempaskan tangan sang ibunda, hingga wanita tua itu jatuh. 


"Lala, jangan pergi nak. "


Teriak wanita tua itu memanggil-manggil  anaknya.


Namun Lala mengabaikan teriakan sang ibunda, ia pergi begitu saja. 


"Bu ...." Pak Haris berusaha menjalankan kursi rodanya, mendekat ke arah sang istri. 

__ADS_1


"Sudah bu, tak ada gunanya memanggil-manggil Lala, kalau dia sedang emosi seperti itu."


*********


"Akhhh, aku geram sekali, aku kesal. Kenapa Kak Raka tidak mau menikah denganku, padahal kurang apa aku ini. Aku cantik dan masih gadis," guruku Lala dalam langkah kakinya keluar rumah. 


Dan brug....


"Aw... Kak Anwar?"


"Lala! Kamu mau kemana?" Tanya laki-laki bernama Anwar itu,  ia melihat kemarahan dari wajah adiknya. 


"Itu bukan urusan Kakak!" Pekik Lala berlalu pergi meninggalkan sang kakak. 


Anwar mulai menghubungi Raka, namun baru   Anwar menyuruh Raka datang ke rumah, sambungan telepon  terputus.


*******************


Anwar memasuki rumah 


"Assalamualaikum, bapak, ibu." 


"Waalaikumsalam, Anwar akhirnya kamu pulang!"


Ibu  Lasmi dan Pak Haris  membicarakan masalah Lala kepada Anwar anak pertamanya, dimana Anwar membawa seorang pemuda bernama Alex. 


Alex sedikit membantu ketika Lala depresi dan kesulitan untuk memulai hidup lagi.


Alex juga  yang mempertemukan Lala dengan Anwar  lagi, namun Alex tidak tahu kalau Raka  sudah mempunyai istri dan anak. 


"Ini semua salah Alex, bu. Pak Maaf!" Ucap lirih Alex seraya meminta maaf.


"Tidak Nak, kamu membantu sekali ketika, masa-masa dimana Lala depresi karena Raka." Lirih ibu sedikit menyimpan harapan agar Alex bisa membantu Lala lagi.


"Ya bu, seharusnya Alex tak melibatkan lagi Lala dengan Raka," Ucap Alex merasa menyesal.


******************


Tring... Tring suara ponsel Anwar menyalah.


"Apa ini, Lala mengirim video."


Alex  mengklik video kiriman Lala


Dan terlihat di video itu, Lala mengungkapkan kesedihannya, Lala berniat untuk mengakhiri hidupnya untuk jatuh dari tebing.


Ucapannya dalam Video itu .

__ADS_1


" Aku akan akhiri hidupku, seperti kamu mengakhiri cintaku."


Bu Lasmi dan Pak Haris penasaran, mereka langsung melihat Video yang dikirim anaknya. 


"Lala, apa yang kamu lakukan Nak," lirih Lasmi  melihat video itu.


Mereka menangis, perasaan mereka sebagai orang tua tak tenang, di mana Alex untuk segera naik ke dalam mobil.


"Ya sudah, bu. Pak, sebaiknya kita cepat susul Lala, sebelum ia melakukan hal yang dapat Merugikan dirinya sendiri."


Merekapun bergegas untuk menemui Lala sebelum terlambat.


Alex memberitahu Anwar untuk segera menghubungi Rakw, karena jalan satu-satunya untuk mencegah Lala bunuh diri adalah Raka.


Setelah mendengarkan perkataan Alex, Anwar kini menurut, ia langsung menghubungi Raka saat itu. juga.


"Raka, ayo dong angkat Kamu ini kenapa sih ."


Berulang kali namun naas Raka tak mengangkat telepon dari Anwar.


Anwar mulai menghampiri Alex. " Lex, lu aja coba yang menghubungi Raka, dari tadi dia tidak mengangkat panggilan dari gue. "


"Ahk, gimana sih Si Raka ini. kalau dia tidak datang bagaimana dengan nasib Lala. "


Alex mencoba menghubungi Raka dengan ponselnya. Namun sayang Raka tetap tidak mengangkat panggilan dari Alex.


Karena tak banyak waktu, mereka di sana takut jika loncat begitu saja, saat itulah Alex boleh mengirimkan video yang dikirim oleh Lala.


Anwar berusaha menenangkan kedua orang tuanya, " Jadi gimana Kakak sudah mengangkat panggilan dari lu. "


Alex menggelengkan kepalanya, " tidak. "


"Jadi gimana, kalau Lala tidak bisa dibujuk oleh kita semua di sini."


" Setidaknya gue sudah kirim Video adik lu. "


" Baguslah kalau begitu, mudah-mudahan Si Raka datang, kalau dia tak datang. Gue nggak tahu nasib kedua orang tua gue."


Alex berusaha menyenangkan sang sahabat dengan berkata," Lu tak usah takut, gue yakin si Raka pasti bakal datang setelah melihat Video Lala. "


"Mudah mudahan saja, entah kenapa adikku gue begitu mengiginkan si Raka, sampai dia rela bunuh diri. "


"Heh, brow cinta bisa bikin orang gila. Lu tahu sendirikan Si Raka itu peletnya gede. "


"Huss lu kalau ngomong, si Raka emang ke gitu. "


"Sudah sudah sebaiknya kita temui Lala, takut jika dia loncat. "

__ADS_1


Alex mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera mencegah aksi bunuh diri Lala.


__ADS_2