Godaan Sahabat Suamiku

Godaan Sahabat Suamiku
Bab 8


__ADS_3

"Ada apa ini ribut-ribut." Teriak lelaki tua bernama  Haris itu datang menghampiri perdebatan anaknya. Pak Haris melihat Lala mengusap air mata dengan kedua tangannya, membuat lelaki tua itu dengan tegas bertanya. 


"Kenapa kamu menangis, Lala?"


Gadis itu berlari ke arah sang ayah, duduk di atas lantai, menyandarkan kepala. 


"Bapak."


Lala terus menangis, " Coba katakan pada bapak kamu ini kenapa?" Pak Haris membulatkan kedua mata menatap ke arah Alena yang berdiri disamping Raka.  " siapa wanita ini?" Pertanyaan Pak Haris membuat Bu Lasmi terdiam. 


"Bapak usir dia." ucap Lala. 


"Bu, siapa dia, kenapa Lala seperti kesal dengan wanita ini?" tanya Pak Haris dengan harapan jika istrinya menjawab. 


"Dia adalah istri dari Nak Raka, pak!" Jawab wanita tua itu, terlihat gugup. Ia menundukkan pandangan. Tak tahu apa yang akan terjadi setelah mengatakan hal ini. 


"Maksud kamu apa, Andi. Bukannya kamu datang kesini untuk melamar anak saya, tapi sekarang kenapa kamu malah membawa seorang istri dan anak?" Tanya bapak tua yang duduk di kursi roda itu, menatap tajam ke arah Raka. 


Pak Haris memegang kedua bahu anaknya," Coba katakan pada bapak, apa maksud dari semua ini, "


Lala malah menangis terisak isak, ia seakan keluh menjawab perkataan bapaknya sendiri. 


"Apa tujuan kalian, Lala jawab pertanyaan bapak. Kamu sudah tahu kalau Raka itu sudah beristri?" 


Lala mengusap air matanya, dan menjawab, " tidak pak, Lala tidak tahu Kak Raka sudah mempunyai istri!"


Alena tak menyangka jika Lala berani berbohong hanya ingin mendapatkan Raka. 


Ia menatap Lala, dimana wanita itu terlihat berpura pura menangis. 


Raka memberanikan diri mendekati Pak Hari yang sudah dikuasai amarah, ia seakan enggan menatap Raka, seorang pembohong. 

__ADS_1


"Sebenarnya Raka, tidak ada maksud untuk melamar anak pak, memang Raka datang kesini bersama istri Raka, untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi." Tegas Raka, berharap jika lelaki tua itu mempercayai dirinya. 


"Bohong, Kak Raka, bohong," Teriak Lala, membuat Pak Hari semakin benci pada Raka. 


" Suamiku tidak berbohong, Lala, apa yang dibicarakannya sesuai pakta, kamu saja terlalu berharap dan kecentilan ingin  dilamar suamiku." Timpal Alena pada Lala. 


"Eh Mbak, harusnya sadar dong, jelas-jelas Kak Raka membalas pesan di instagram, untuk datang kesini." Sahut Lala seakan membenarkan perkataannya.


"Harusnya kamu  sadar diri, Lala, Mas Raka itu sudah mempunyai istri dan anak. Bukannya kamu sendiri yang bicara padaku, kalau kamu sudah punya calon dan tak akan mengganggu Mas Raka lagi, asal kamu tahu orang yang membalas pesan instagram itu adalah aku, istri dari Mas Raka." Tegas Alena membuat  Lala terdiam pilu tanpa kata-kata.


"Sudah cukup.... Ahhhhhh." Teriak Bapak Haris  memegang dada kanannya, lelaki tua itu terlihat kesakitan sampai akhirnya jatuh pingsan dari kursi roda.


"Bapak."


"Bapak."


Raka mendekat, "Pak Haris"


"Baik, bu. "


Sepuluh menit menunggu ambulan, akhirnya


Pak Haris  dilarikan ke rumah sakit terdekat.


 Lala menangis dan menunjuk Alena," Kamu harus membayar semua ini." Ancam Lala kepada Alena.


"Aku tak menyangka wanita itu lebih licik dari p yang aku bayangkan, selama ini," Gumam hati Alena, mendelik kesal, melihat ia masuk ke dalam mobil ambulan. 


"Ayo kita pulang. " Ucap Raka pada sang istri. 


 Raka  mengantarkan Alena dan Putra pulang ke rumah menggunakan sepeda motor

__ADS_1


 Setelah mengantarkan anak istrinya pulang, laki-laki itu pun bergegas ke rumah sakit dengan tergesa-gesa berharap  Pak Hari baik baik saja.


Terlihat di luar ruangan UGD, ibu dan anak itu begitu cemas. Menunggu dokter memeriksa laki-laki tua yang tergeletak tak berdaya.


Raka baru saja sampai, kini menghampiri mereka yang tengah dilanda kecemasan


"Bagaimana dengan keadaan Pak Haris?" Tanya Raka menghampiri ibu dan anak itu.


"Kak Raka," Ucap Lala spontan memeluk lelaki yang sudah beristri itu di depan sang ibunda, dengan air mata yang mengalir mengenai kedua pipinya. 


Sang ibu yang melihat kelakuan anaknya, membulatkan kedua mata. 


"Lala hentikan, Raka itu suami orang," Ucap Lasmi menarik  tangan anak gadisnya yang memeluk Raka. 


"Kenapa sih bu, Kak Raka itu milikku!" Jawab Lala memarahi wanita tua itu yang sudah melahirkannya. 


Raka berusaha menasehati Lala, " Lala benar kata ibumu, aku sudah mempunyai istri dan anak, sadarlah, aku hanya menganggap kamu sebagai adikku, kenapa kamu masih mendekatiku? " 


"Aku mencintaimu  Raka, dari dulu." Ucap lembut Lala. 


Deg … .. 


"Lala cintamu ini hanya sesaat, kamu itu berstatus gadis, masih banyak laki-laki di luar sana yang menyukaimu," ucap Raka menasehati Lala untuk sadar dan tak termakan akan napsu belaka. 


"Maupun seribu laki-laki menyukai Lala, yang Lala inginkan  tetap kamu Raka." Jawab tegas gadis itu di hadapan Raka dan Ibu Lasmi.


"Lala, jaga ucapan kamu itu, kamu mau dicap sebagai  pelakor," Timpal wanita tua itu, memarahi anak keduanya.


"Alah bu, jangan terlalu ikut campur, ini urusan hati, ibu tidak akan mengerti." pekik Lala dihadapan ibunya.


"Sudah-sudah ini di rumah sakit, nggak baik masalah yang tadi diungkit-ungkit lagi, kamu lagi Lala lebih sopan sama orang tua!" ucap Raka menasehati lagi.

__ADS_1


Kedua wanita yang berada di samping Raka, kini terdiam.


__ADS_2