Handsomeness Hide

Handsomeness Hide
Eps. 1. Balada Pria Tertampan (Prolog)


__ADS_3

"Ya... saya mengerti apa yang anda katakan."


"Mengerti? kalau begitu tolong pacari aku sekarang juga!"


"Apa???"


"Kamu milikku! aku susah payah mendekati kamu! jangan membantah lagi!" ujar seorang wanita cantik bertubuh semampai dengan tampilan yang sexy bak model majalah.


"Tapi... sepertinya kamu salah paham, Mel..." jawab pria itu lembut.


"Enggak. aku serius. Aku maunya jadi pacar kamu! ah, enggak... jadi Istri kamu!" ucap wanita itu semakin menggebu-gebu.


"Astaga..." gumam pria bermata cokelat tersebut. Pria itu sangat grogi dengan apa yang dikatakan wanita sexy itu.


Seketika keramaian yang saat itu tercipta berubah menjadi hening. Orang-orang di sekitar mereka menatap dengan heran. ya... wajar saja kala itu cafetaria populer di sudut kampus ternama yang menjadi tempat ternyaman bagi para mahasiswa keren berkumpul bersama mendadak sepi karena teriakan wanita cantik itu.


"Hey? kenapa si Amel? bukannya itu kan si mahasiswa baru juga? loh kok?" ucap seseorang berbisik pada temannya melihat kejadian itu.


"Ganteng banget asli! siapa sih dia? kenapa bisa ada di kampus ini?" balas seseorang yang juga mahasiswa populer di kampus.


"Iya... dia itu katanya mahasiswa baru di jurusan Fashion Design. Aku tahu saat kemarin, dan aku liat dia di ruangan Ketua Prodi. Aslinya!" ucap mahasiswa lainnya berbisik.


"Oh gitu? charming begitu gayanya... lihat, wajahnya itu menurut aku ga ada saingannya. fiturnya jelas. mana pakaiannya, branded lagi!"


"Iya jelas lah! rumornya, dia itu pindah kampus beberapa kali loh, bahkan sampai juga akhirnya ke kampus kita ini."


"Serius? kenapa bisa?"


"Entahlah, aku gak paham. Memangnya bisa ya berkonsentrasi kuliah disaat dia harus pindah-pindah kampus? kalo gue jadi dia, gue gak tahan!"

__ADS_1


"Setuju banget, sama." ucap mereka.


Sementara itu para mahasiswa pria di cafetaria itu terlihat sinis memandang Juna dari meja makannya masing-masing. wajar hal itu dilakukan karena jarang ada yang bisa mendekati wanita secantik dan se-sexy dia. sehingga Juna menjadi sasaran kebencian para pria populer di sana.


Melihat situasi menjadi berbeda, lantas gadis itu menggenggam sang pria dan langsung pergi meninggalkan cafetaria. Hal itu menjadi bahan gosip para mahasiswa populer di cafetaria.


Setelah beberapa saat keheningan melanda, akhirnya suasana kembali normal. Waktu pun cepat sekali bergulir hingga pada saatnya aktivitas perkuliahan selesai.


_________________####__________________


Di parkiran kampus, pria yang menjadi mahasiswa baru itu tampak menaiki mobil hitam mengkilat yang sangat keren. Berjenis sedan cls-class terbaru. Ia menghela napas panjang sebelum menaiki mobil tersebut.


Saat itu perkuliahan telah selesai, sudah banyak mahasiswa meninggalkan kampus. kecuali pria itu yang biasanya menunggu situasi menjadi kondusif untuk pulang. Langkah kaki yang terdengar pelan, sang pria mulai menaiki mobilnya.


Namun tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri dengan cepat. Pria itu menoleh kaget dan keheranan dengan tingkah orang itu.


"Hei... ka..kamu mahasiswa baru jurusan Fashion Designer ya? ke.. kenalin namaku Fe.. felicia... aku dari kelas sebelah." tiba-tiba seorang wanita berpakaian necis yang juga mahasiswi berlari menghampirinya.


Pria itu terkenal sangat lembut dan polos walaupun ia takut terhadap hal-hal yang membuatnya digemari para wanita. Melihat seseorang berlari terbirit-birit tentu membuatnya merasa cukup miris.


Felicia tersenyum manis dan tampak malu-malu menghampirinya. Wajahnya itu memerah bagikan tomat. Lirikan matanya yang dilakukannya membuat dirinya sendiri grogi namun kegirangan.


Sementara pria itu memegangi keningnya sambil menghela napas. Ia bersiap untuk mendengarkan hal yang sama seperti yang terjadi di cafetaria siang tadi.


"Aku senang kenalan sama kamu. baru berapa hari gabung di kampus ini?" ucap wanita itu memberanikan diri. ia perlahan-lahan mendekati pria itu.


Mendengar pertanyaan Felicia, pria itu merasa ketar ketir. ia takut melakukan kesalahan yang sama seperti yang terjadi di cafetaria. Dia berputar otak, mencari cara untuk segera menghindari Felicia.


"Baru 4 hari. hehe... kenapa?" tanya pria itu heran sambil berusaha mundur dan menghindar.

__ADS_1


"Boleh aku minta nomor WA kamu gak? pliss.." Wanita itu menyodorkan smartphonenya dengan tangan gemetar.


"Apa?" ujar pria itu refleks. ia sudah pada puncaknya mengalami ketakutan dan kebingungan dalam menghadapi gadis.


Pria itu memiliki perasaan kuat bahwa ini akan menjadi masalah baru. dia benar-benar tidak bisa berpikir secara jernih.


Pria itu menatapnya dengan lama, dan wanita itu semakin salah tingkah. Wanita itu mengira bahwa sang pria akan memberikannya dan menyambutnya dengan hangat.


"Sepertinya, aku akan berikan besok ya... maaf hari ini aku buru-buru." Ucap pria itu secara tiba-tiba sambil tersenyum dan ia bergegas menuju mobilnya lagi dan segera meninggalkan kampus itu.


"He..hei... aku bahkan belum tanya nama lengkap kamu!" Seru wanita itu sambil heran bercampur kesal. Tapi beberapa saat kemudian, ia tersenyum sendiri dan ia meloncat-loncat seperti anak kecil yang kegirangan.


"Kyaaaa!!! aku ngobrol sama dia dong!!! aku ngobrol!!! aku gitu loh!!!!" seru Felicia kegirangan.


Beberapa mahasiswi yang selalu mengintainya di belakang tampak mengambil gambar dari balik pepohonan dan ada pula yang mengambil foto dari jarak jauh. Sungguh canggih para wanita itu demi mendapatkan gambar pria tampan yang kini menjadi idola baru di kampus ternama di kota metropolitan.


"Ckckck... jadi cewe kepedean amat lo, gak ada yang bisa deketin dia! pokoknya cowok ini milik gue!" ucap salah satu mahasiswi penguntit seraya sibuk memencet tombol kamera nya ke arah mobil sedan itu.


__________________####_________________


Hai, namaku Juna. Aku bukan seorang master chef, tapi aku adalah mahasiswa yang bercita-cita untuk menjadi seorang Fashion Designer untuk merek pakaian pria ternama.


Kalian tau kan? apa yang aku alami tadi siang? itu adalah salah satu tantangan berat yang harus aku jalani ketika aku masih menjadi lelaki perfect yang banyak orang katakan.


Aku menghabiskan banyak waktuku hanya untuk menghindari para gadis seperti itu yang hobinya selalu memaksaku untuk memacari mereka. Aku tau, mereka tidak salah karena melihat diriku yang seperti ini, tetapi faktanya... aku lelah dengan kerumunan wanita yang setiap saat memaksa ku seperti itu. Aku hanya ingin berteman dan bersama-sama belajar dengan suasana yang menyenangkan. Aku tak menyangka nasibku akan seperti ini. Aku berpikir keras lagi dan lagi... tubuhku gemetar dan aku tak bisa bernafas dengan baik. Akhirnya aku menemukan suatu keputusan setelah tak sengaja aku melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan olehku. Ya... Hingga akhirnya, esok hari kuputuskan untuk berubah.


Merubah jalan hidupku.


- Juna

__ADS_1



__ADS_2