
Hari itu menjadi momen yang paling teringat di benak Juna, Pak Doni dan juga sang gadis. Hal yang tak pernah terbayangkan ketika kejadian yang sangat mengerikan itu terjadi dalam satu malam.
Semenjak pertemuan mengejutkan tersebut, Juna sangat sulit berkonsentrasi dalam pekerjaannya bahkan dalam kehidupan sosialnya. Sehingga pak Doni sangat memperhatikan lebih ekstra terhadap tuannya itu.
Pak Doni adalah orang yang paling dekat dengan Juna, semenjak dia ditugaskan untuk mengkawal Juna dan juga menjaga Juna, dia tau segalanya dan juga dapat mengkaji apa yang dirasakan majikannya ketika tengah dilanda asmara. Pak Doni sangat pengertian melebihi siapapun bahkan ibunya sendiri.
Keesokan harinya,
Juna tampak berdiri di depan cermin besarnya. ia menatap dirinya sendiri dan berbicara seakan-akan dia sedang berbicara dengan orang lain.
Luka memar yang terlihat di dari balik pakaiannya membuatnya menjadi lebih percaya diri. Mengapa seperti itu? karena baginya luka memar itu adalah pertanda bahwa ia telah bertemu gadis pujaannya yang selama ini menghilang. Ya... dia adalah Hana.
"Apakah yang kamu rasakan sekarang Juna? apakah kau merasakan perasaan itu lagi?" ucapnya dengan nada yang rendah.
Ia menyibakkan rambutnya sambil terus menatap dirinya sendiri. Sesekali senyuman tersungging dari sudut bibirnya yang manis.
"Apakah aku bisa melakukannya sekarang? aku tak akan menghilangkan kesempatan ini untuk kedua kalinya." Ujar Juna sangat berambisi dan optimis.
__________________####________________
Timer jam tangannya berbunyi. Juna pun tersadar dan segera mengambil tas jinjing nya serta mengancingkan jas kehormatannya sebagai komisaris utama.
Pelayan rumah memberitahu kedatangan Pak Doni yang siap menjemput tuannya itu sebagai bentuk penjagaan. Disambutnya pak Doni dengan hati yang bahagia dan juga percaya diri.
"Ya... aku akan bertindak lebih baik, sekarang!" ucapnya di depan cermin sambil bersemangat.
__________________####_________________
Di ruang makan, Juna tampak mengambil beberapa potong sandwich panggang yang tertata rapi di piring bagiannya dan memakannya sambil pergi meninggalkan ruang makan.
"Lihatlah anak itu!" seru sang ibu tampak sangat terkejut dengan apa yang dilakukannya.
"Biarkan saja, asalkan dia masih bekerja dengan baik." Ucap sang ayah tak peduli dan terus melahap sandwich nya.
"Juna sudah menolak 37 wanita yang aku jodohkan! tapi semuanya sia-sia! kenapa Juna bertindak seperti ini! umurnya sudah matang untuk menikah, kau tau itu kan!" seru sang ibu meluapkan kekesalannya pada suaminya itu.
Mendengar hal itu sang suami hanya menoleh dan pergi meninggalkan ruang makan juga.
__ADS_1
"Hentikan ulahmu, dan biarkan Juna melakukan apa yang dia inginkan." balas sang Ayah sambil menyunggingkan senyum kesal pada istrinya.
Melihat hal itu pula, sang istri mengerutkan dahi dan juga tertunduk malu pada suaminya itu.
Di halaman depan rumah, pak Doni sudah siap membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Juna untuk duduk ke dalam mobilnya. Karena pukulan keras yang diterima Juna, ia absen mengemudikan mobil hari ini.
__________________####________________
Di minimarket seberang LaSally University, semua orang berkerumun dan bergunjing. Menjadi pemandangan yang aneh ketika melihat banyak sekali para mahasiswa yang histeris terhadap satu hal.
"Apa yang dia lakukan?" seru salah satu mahasiswa
"Astaga! lihatlah begitu tampannya dia!" seru mahasiswi lainnya sambil mengambil beberapa jepretan foto.
"Sepertinya dia itu bukan manusia! dia adalah malaikat!!!" ucap mahasiswa lainnya terpesona pada seseorang.
Ya, orang itu adalah Juna.
Tampilan Juna yang rapi dan berjas itu menarik banyak sekali perhatian, sehingga memenuhi sebagian jalanan di seberang kampus LaSally University.
Setelah Juna berangkat dari rumah, hal pertama yang ditujunya yaitu minimarket tempat dimana dirinya bertemu secara tak sengaja dengan Hana.
Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya Hana muncul menuju minimarket. Namun Hana terkejut dengan kerumunan massa yang memenuhi depan minimarket tempatnya bekerja.
"Hei, ada apa ini?" ucap Hana bertanya pada salah satu mahasiswi yang lewat minimarket tersebut.
"Lihatlah! dia benar-benar tampan sekali!!!! bahkan aku sudah ambil fotonya! untuk koleksiku!" Histeris mahasiswi itu. Sangat kegirangan melihat Juna.
Hana pun segera menyalip kedalam kerumunan, untuk mencari tau sendiri dan segera menemukan biang dari kerumunan itu berasal. dan betapa kagetnya ia melihat Juna.
"Hei! apa yang kamu lakukan sepagi ini?!" ucap Hana dengan nada tinggi.
"Hana! aku menunggu kamu datang. syukurlah kau baik-baik saja." ucap Juna sumringah.
Melihat reaksi Juna seperti itu, membuat para mahasiswi histeris dan berteriak. Ada pula beberapa mahasiswi yang iri melihat Juna menyapa Hana.
"Aku tidak ingin mengganggu kamu, jadi aku datang hanya untuk melihat kondisi kamu. Sekalian aku bawa bunga ini untuk kamu." ucap Juna tersenyum manis pada Hana sambil menyodorkan bunga yang cantik itu padanya.
__ADS_1
Hana terdiam, ia kebingungan bagaimana ia harus bertindak. ia melirik ke sekitar dan benar saja semua mata menatap dirinya dengan penuh pertanyaan dan pengharapan bahwa dirinya akan menerima bunga rose itu.
Tanpa pikir panjang, iapun mengambilnya dan segera membuka kunci pintu minimarket yang masih terkunci. Juna tersenyum bahagia dan berusaha untuk tetap tenang.
"Wooooooooow" seru para mahasiswa itu melihat Hana menerima bunga rose berwarna pink muda dari Juna.
"Sampai nanti, aku akan datang menjemput." ucap Juna dengan pasti sambil melambaikan tangan pada Hana. Sementara Hana terdiam dan segera membuka minimarketnya.
Juna meninggalkan lokasi dan langsung kembali ke mobilnya. Pak Doni sudah menunggu di dalam mobil itu.
"Bagaimana pak? berhasil?" Ucap pak Doni penasaran.
"Sip!" Juna memberikan kode sukses padanya.
Setelah itu, Juna pun kembali ke kantor CeSt untuk kembali bekerja.
_________________####__________________
Sesampainya di CeSt, Juna berjalan dengan penuh percaya diri. Melihat semangat yang begitu menggebu-gebu sang sekertaris keheranan namun tak berani bertanya padanya.
"Baiklah, saya akan mulai membuka rapat pemilihan desain baru hari ini. silakan untuk para desainer untuk segera mengemukakan inovasi desain yang telah direncanakan." ujar Juna membuka sesi rapat pagi hari itu.
Para desainer terkemuka mulai mempresentasikan karya mereka dan berharap desain mereka dapat terpilih menjadi fashion item terbaru yang dapat mewakili CeSt.
Semua orang yang ada di rapat itu terpesona dengan aura Ketampanan Juna yang tak biasa. Banyak orang bilang, bahwa ketika jatuh cinta, maka ia akan terlihat lebih tampan dan bahagia. Hal itu memang benar adanya. Siapapun yang berada dalam rapat pagi itu sangat beruntung melihat Juna dengan aura positif yang terpancar jelas sehingga memancarkan ketampanan yang hakiki.
_________________####__________________
Di minimarket, Hana termenung dengan tangannya yang masih memegang bouquet bunga pemberian Juna.
"Siapa dia? memberikan ini untukku. Kenapa aku harus bertemu lagi dengannya? aku kira ini semua sudah selesai." ucap Hana bernada kecil.
Dari arah pintu tiba-tiba seseorang masuk,
"Apakah benar anda bernama Hana?" ucap polisi berpakaian lengkap untuk berpatroli.
"Ya. saya, ada apa." ucap Hana tegas.
__ADS_1
"Anda kami tahan sementara untuk proses penyelidikan atas kasus penyerangan dengan senjata tajam." ucap polisi itu dan kemudian memborgol tangan Hana tanpa basa-basi.
Hana terkejut, polisi itu dengan cepat menarik dirinya sehingga Hana menjatuhkan bunga itu ke lantai dan berserakan.