Handsomeness Hide

Handsomeness Hide
Eps. 5. Hari yang (melelahkan)?


__ADS_3

Juna benar-benar tidak bisa menyembunyikan kejeniusannya. Bahkan dengan kamuflase seperti itu, ia tetap menjadi sorotan karena apa yang ia lakukan dalam bidang studinya.


Berkat itu pula, ia menjadi kaki tangan para dosen di program studi Fashion Designer tersebut. Hal itu tidak membuat Juna jenuh, ia malah sangat menikmati perannya yang menurutnya sebagai sebuah "tantangan."


Semakin hari, orang melihat dirinya sebagai "si kutu buku" karena penampilannya yang cocok dengan pekerjaannya saat itu. Ayah serta ibunya Juna semakin mempertanyakan kondisi mental Juna pasca memilih untuk hidup sebagai "orang biasa" yang tidak mendapat perhatian lebih sebagai anak konglomerat.


_________________####__________________


Malam hari setelah dinner, Juna ditugaskan oleh sang ibu untuk pergi mengunjungi rumah teman beliau. Malam itu pula, hujan cukup deras yang tentunya menambah kesan dingin dan bergidik menusuk tulang.


"Apakah ibu yakin? ini sudah malam. kenapa ibu menyuruhku sekarang?" tanya Juna penasaran.


"Ayolah nak, ibu sudah janji, tidak mungkin dibatalkan. Teman ibu sudah menyiapkan pesanan ibu. masa ibu harus batalin?"


Juna tertegun. Dilihatnya kondisi langit di malam itu tampak gelap dan penuh sahutan petir di langit. Juna sedikit ciut, tapi ia memberanikan diri untuk menantang hujan itu.


"Baiklah... aku bisa. Semoga aku bisa mengendalikan blacky disaat seperti ini." gumam Juna sambil melihat Jendela.


ia tidak bisa menolak permintaan sang ibu sehingga ia terpaksa untuk berkunjung ke sebuah rumah tua yang berada di ujung jalan sana.


Bermodalkan GPS, ia mengendarai mobil hitam kesayangannya itu. Untung saja jarak rumah teman sang ibu terbilang dekat dan lokasinya berada di ujung jalan yang buntu.


"Apakah rumah ini? aku penasaran, ibu pesan apa pada orang yang tinggal di rumah ini?" gumam Juna sambil membuka payungnya dan turun dari mobil mewah itu.


Ia berusaha membuka pagar cukup usang dimakan usia. Banyak besi yang berkarat di pagar itu. Juna melihat ke sela-sela pagar, mencari celah pembuka kunci pagar.


"ini dia..." ucap Juna lega.


Ckrek.... bunyi kunci pagar yang berhasil Juna buka. ia segera masuk ke dalam halaman. Kembali ia ke mobilnya dan memarkirkan mobilnya di dalam halaman rumah yang terbilang cukup sempit itu. Ia membuka payungnya, bergegas menuju pintu utama rumah tua itu.


Tok...tok.. tok...


Juna mengetuk pintu dengan ritme yang pelan. ia masih penasaran dengan apa yang dimaksudkan ibunya.


"Permisi, saya Juna dari keluarga Arya Bram. saya mendapat pesan dari ibu saya untuk berkunjung ke sini." Seru Juna sambil mengetuk pintu.

__ADS_1


Tubuhnya menggigil kedinginan karena hujan yang sangat lebat dan angin kencang menerpa. Juna berharap seseorang yang tinggal di rumah itu segera membuka pintunya dan merespon kehadirannya.


Tak lama setelah Juna berbicara didepan pintu, akhirnya seorang wanita tua keluar menghampirinya dan membukakan pintu untuk dirinya.


"Tuan Juna? kemari.. lekaslah masuk kedalam. hujannya begitu deras bukan?"


"Iya benar Bu.. hehe... maaf saya mengganggu malam-malam." Ucap Juna begitu sopan.


"Tidak apa-apa. Sudah lama anda berdiri di luar?" tanya wanita tua itu.


"Tidak Bu... aku baru sampai." ucap Juna sedikit kebingungan.


Ibu-ibu yang tampak sudah lanjut usia itu mengangguk sambil mempersilakan Juna masuk.


__________________####_________________


Begitu kagetnya Juna melihat seisi rumah wanita tersebut. Ruangan yang tidak cukup besar ternyata menyimpan segudang buku-buku tua. Begitu banyak buku dan dokumen tertata rapi dalam rak buku yang terpampang hampir di setiap dinding ruangan.


"Apa ini???" Juna terkejut. Ia menengok hampir ke seluruh penjuru ruangan.


"Ah.. okay." ucap Juna simpel dan langsung duduk dengan meluruskan kaki.


"Maaf Bu, apa yang akan anda lakukan pada saya?" Tanya Juna polos. ia menatapnya dengan penasaran juga sedikit ketakutan.


"Tidak ada apa-apa. Sekarang pejamkan mata. Dan rileks-kan tubuh serta pemikiran yang ada di otakmu." ucap wanita tua itu dengan pasti.


"Nyonya, apakah saya akan baik-baik saja?" tanya Juna lagi memastikan diri.


"Ya tuan. Jangan khawatir." ucap sang wanita tua seraya mempersilakan Juna berbaring.


Lantas Juna mengikuti instruksinya. Ia mulai memejamkan mata dan mengikuti arahannya. Tak perlu waktu lama pada akhirnya ia berada di alam bawah sadarnya sendiri...


Setelah yakin bahwa Juna sudah berada dalam kondisi tersebut, Sang wanita tua itu segera membuka lembaran kertas dan pena yang siap digunakannya. Wanita itu tersenyum dan mulai untuk melakukan sesuatu....


__________________####_________________

__ADS_1


Juna berada di dalam suatu ruangan yang gelap. Ia tak dapat melihat siapapun disekitarnya. Juna mulai ketakutan dan berharap dia bisa keluar dari sana.


Namun sedikit demi sedikit, Juna melihat ada cahaya terang yang berasal dari ujung pandangannya. ia melihat cahaya itu semakin terang dan semakin terang.


Lantas kegelapan itu berubah menjadi ruangan yang sangat terang dan terasa begitu hangat. Juna tertegun dengan kondisi tersebut.


"Entahlah.... aku ada dimana sekarang... aku justru merasa lebih nyaman saat ini. Tunggu... mengapa ada banyak orang di sekelilingku sekarang? tapi kenapa mereka semua seperti mengacuhkan ku padahal aku tidak berkamuflase? aku...aku... ada apa denganku?" Ucap Juna kebingungan.


"eh... sebentar... siapa gadis itu? mengapa dia menatapku heran?" Ucapnya lagi sambil berjalan ke arah sang gadis.


"Mengapa aku tertarik padanya? Menatap matanya membuat hatiku berdebar... hei... apa ini?!" Ucap Juna semakin tak menentu.


Tiba tiba Juna melayang dan terbang ke arah gadis itu. Sang gadis terkejut dan ia menutup mulutnya seraya tak percaya apa yang telah ia lihat.


"Aku terbang ke arahnya?!!! aku..." Ucap Juna tak sadar.


Begitulah yang terjadi di alam bawah sadar Juna. teriakannya membawanya hingga ke alam nyata lagi.


__________________####_________________


"Hei!!!!!!! nona!!!" Teriak Juna sangat kencang sembari terbangun dari alam bawah sadarnya.


Matanya melotot seakan tak percaya pada apa yang dialaminya. ia banyak berkeringat dan nafasnya begitu berat terdengar.


Ia mengingat dengan sangat jelas wajah seorang gadis. Seorang gadis cantik yang ia lihat di alam bawah sadarnya itu. Dia sangat syok dan berusaha untuk sadar dengan keadaan ini.


"Ayolah Juna! ada apa denganku!!" Seru dirinya sendiri sambil menepuk-nepuk kedua pipinya berusaha untuk sadar sepenuhnya.


Sementara wanita tua itu hanya duduk sambil tersenyum puas melihat reaksi Juna.


"Kau sudah sadar tuan? Ini... minumlah. Air jahe ini akan menghangatkan tubuh serta membuat pikiran dan hati menjadi lebih relaks lagi. jangan khawatir. semua ini sudah selesai." Ujar wanita tua itu sambil menyodorkan secangkir teh Jahe hangat racikannya.


"Te... terimakasih nyonya." Ucap Juna dengan nada suara bergetar. ia berusaha mengatur nafasnya menjadi lebih baik.


Wanita tua itu tersenyum dan kembali menulis hasil yang telah dilakukannya dalam secarik kertas.

__ADS_1


__ADS_2