Handsomeness Hide

Handsomeness Hide
Eps. 23. Handsomeness Hide


__ADS_3

Hal yang sangat besar kini telah dipilih oleh Juna. Ia bersedia untuk melepaskan seluruh identitas aslinya guna menyelamatkan sang calon istri dari hal yang tak diinginkan.


Berat memang untuk melakukan hal itu karena disamping Juna sebagai komisaris CeST, dia juga sebagai pewaris dari kekayaan keluarga konglomerat Arya Bram.


Mendapatkan dukungan sang Ayah dan juga Ibunya yang kini mengerti mengenai keinginan Juna, sangat membantu dirinya dalam kesuksesan penyamarannya. Sementara itu pak Doni ditugaskan untuk berjaga dibelakang Juna agar tak memancing kepenasaran orang yang masih buron itu.


Dan Pengorbanan Juna dimulai...


__________________####_________________


Arya Bram berjalan memasuki kantor CeSt didampingi oleh para kepala bagian dan juga sekertaris pribadinya. Ia terlihat menghadiri acara rapat bulanan di kantor CeSt itu bersama para direksi.


Semua terkejut dengan kehadiran Arya Bram, mereka saling berbicara satu sama lain dan saling berpandangan.


"Ada apa ini?!!"


"Ya?! kenapa ada pak Arya Bram di rapat hari ini? bukankah?...." ucap para direksi terkejut melihatnya.


Melihat kekacauan ekspresi mereka, Arya Bram akhirnya berbicara da membuka acara rapatnya dengan sambutan khusus.


"Selamat pagi semuanya. Mulai hari ini, saya Arya Bram akan mewakili komisaris Arya Juna untuk memimpin jalannya rapat dan berbagai pertemuan penting lainnya. Saya memang telah menyerahkan semua jabatan saya pada Arya Juna, namun karena Arya Juna masih harus mendatangi pertemuan penting di Rusia dan tentunya memakan waktu yang lama, maka saya akan kembali bertugas dan mengontrol semua kinerja yang ada di Indonesia. Untuk itu harap maklum dan pengertiannya." ucap Arya Bram dengan bijaksana dan aura kepemimpinan yang kuat.


Semua direksi terkesima mendengar ucapan Arya Bram. Seketika mereka memahami apa yang dikatakan dan menyerahkan segala keputusan pada Arya Bram.


__________________####_________________


Sementara itu di minimarket...


Hana tengah berbicara penting dengan sang pengelola minimarket. Hana tampak lesu dan matanya mulai berkunang-kunang. Namun ia mencoba fokus dan berusaha untuk tetap tenang mendengarkan ucapan pengelola tersebut.


Setelah beberapa saat, Hana kembali beraktivitas dan kembali memeriksa barang-barang yang ada di rak dagangan dan mendata semua masa expired nya.


Pak Doni yang masih memandangi Hana dari dalam mobil tampak mengasihani Hana. ia bahkan sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri karena terbiasanya ia menjaga Hana.


"Halo tuan Juna, ya... saya mau melaporkan bahwa nona Hana pagi ini sudah ada di minimarket. Tapi ada sesuatu yang membuat saya penasaran..." ucap pak Doni serius berbicara di telepon genggamnya.


"Ya... saya melihat nona Hana seperti lesu dan......." ucapnya lagi menjelaskan apa yang ia lihat pada Juna.


__________________####_________________

__ADS_1


Sementara itu Juna yang tengah mempersiapkan diri mengemasi pakaian dan juga barang penting dalam koper pun akhirnya selesai. Ia juga menutup teleponnya dan menghela nafas panjang.


"Semoga usahaku berhasil. Semoga Tuhan melindungi kami." ucap Juna dengan tenang.


Seseorang yang disewanya untuk mengangkut koper dan juga barang-barang sudah siap menghadap Juna dan memberikan salam hormat padanya.


Juna saat itu berpenampilan necis, menarik dan begitu tampannya dengan setelan mantel pak serta koper mahal sudah siap pergi ke bandara sesuai rencananya.


Dari balik pintu, pelayan yang menjadi mata-mata Nining melaporkan segala yang dilihatnya pagi itu. Nining pun terkejut dengan pilihan Juna yang harus berangkat ke Rusia dalam rangka perjalanan bisnis.


"Halo nona? tuan Juna akan pergi ke Rusia pagi ini. Sepertinya akan sangat lama untuk kembali. Karena pak Arya Bram kembali menjabat Komisaris sementara di sini nona." ucap pelayan itu dengan cepat


"Apa? Rusia? bagaimana bisa? bukannya dia mau menikah dengan si Hana?" ucap Nining terkejut.


"Entahlah nona, saya sendiri tidak tau apa-apa. Ini mendadak, bahkan tuan Juna mengundur acara lamaran dan pernikahannya nona." ucap pelayan itu lagi.


"Ini kesempatanku berarti! untuk menyingkirkan Hana selamanya!" ucap Nining licik pada pelayan itu.


"Saya pamit nona. Selamat pagi." ucap pelayan suruhan itu menutup teleponnya dan memberi hormat pada Nining.


Aktivitas mencurigakan pelayan itu pun terendus oleh pelayan lainnya yang tak sengaja mendengar percakapan mereka dari balik tembok.


__________________####_________________


Dibandara Internasional Soekarno Hatta, Juna berjalan dengan penuh percaya diri. Diikuti oleh orang sewaannya yang membawa barang-barang miliknya.


"Eh... liat itu! ganteng banget lelaki itu! ya ampun..."


"Iya ya... pakaiannya branded semua, liat juga kopernya! itu edisi terbatas! gila!!"


"Ya ampun bening luar biasa wajahnya.... tampan sekali!"


"Dia bukannya pengusaha sukses yang masuk majalah Forbes itu kan?"


"Hah? masa sih?"


"Oh iya!!! dia Arya Juna!!! dia juga konglomerat tau!"


"Waaaaaaa!!! aku mau samperin ah!"

__ADS_1


"Kayaknya jangan, guys! lihat penjaganya, serem banget."


"Eh... iya..."


Begitulah ucapan dari salah satu pengunjung Bandara yang histeris dengan keberadaan Juna di sana. Sementara pengunjung lainnya hanya bisa menatap Juna dengan terkesima dan penuh dengan rasa menawan.


Juna mengetahui situasi itu, karena memang ia menciptakannya dengan sengaja. Agar orang-orang tau dia akan pergi ke luar negeri. Begitu pula berita kepergian Juna sampai pada Nining, dan pria misterius yang menjadi target utama Juna.


Setelah ia ke loket dan juga melakukan pemeriksaan, ia pun segera pergi menuju pesawat yang terparkir di lapangan terbang.


__________________####_________________


Pak Doni masih memantau Hana yang saat itu lemas dan lesu. Ia pun tak pernah meninggalkan Hana. Sampai pada saatnya Juna hadir disisi Hana lagi.


Beberapa menit kemudian, Hana terlihat keluar dan berganti shift dengan orang lain, dan ia menuju LaSally University untuk bekerja lagi.


Pak Doni pun keluar dari mobil dan mengikutinya diam-diam dengan samaran berbeda.


__________________####_________________


Pria misterius saat itu hadir di tengah-tengah mahasiswa dan ia menyamar sebagai mahasiswa LaSally University. Hana tak mengetahui ini karena kondisi kesehatannya yang semakin menurun semenjak kemarin.


Hana terlihat mengelap kaca ruangan kelas dan melihat pembelajaran tengah berlangsung. sementara Pria misterius itu berpura-pura duduk menunggu dosen di luar ruangan, lengkap dengan buku-buku di tangannya.


Pak Doni dari kejauhan melihat gerak-gerik mencurigakan mahasiswa itu yang selalu melihat Hana dan mengikuti kemana Hana pergi. Pak Doni semakin meningkatkan kewaspadaannya.


__________________####_________________


Sementara itu, di sebuah toilet umum bandara, terlihat seseorang berpakaian jelek dan lusuh menenteng tas tangan keluar menuju lobi bandara.


Wajahnya yang kusam, memiliki lingkar mata hitam, berjerawat serta memiliki bau tubuh yang menyengat membuatnya dibenci oleh para pengunjung yang melihatnya.


Ia mengenakan topi hitam untuk menutupi wajahnya yang sangat buruk itu.


"Astaga!!! kumal banget orang itu! mana bisa dia ada di tempat ini?!!"


"Kita harus cepat pergi dari sini! ada pengemis mau lewat!"


Begitulah ucapan para pengunjung ketika melihat pria itu. Sementara pria bertopi itu tampak tersenyum kecil dan bergumam suatu kata...

__ADS_1


"Berhasil. Penyamaranku berhasil."


__ADS_2