Handsomeness Hide

Handsomeness Hide
Eps. 13. LaSally University


__ADS_3

Sekilas mengenai LaSally University...


Sebuah Universitas standar Internasional yang mencetak khusus para lulusan untuk berkarir di bidang Fashion Designer. Banyak diantara mereka yang konon bekerja di banyak perusahaan asing ternama, seperti brand Kannel, Sarra, LW, dan masih banyak lagi.


Juna mendapatkan undangan khusus untuk mengisi posisi sebagai Juri di hari puncak festival Night Gown Tingkat Nasional guna menentukan siapakah mahasiswa terpilih yang akan mendapatkan kesempatan magang di perusahaan LW.


___________________####________________


Beralih di kantor Komisaris Utama...


"Pak Komisaris, ada telepon dari Nyonya besar untuk anda." Ucap sekertaris pribadi Juna.


"Tanyakan padanya, ada apa. Sebutkan bahwa aku sedang sibuk." Ujar Juna tak mengambil pikiran panjang sambil terus menyeleksi desain yang diajukan para direktur bagian produk.


Kemudian sang sekertaris melanjutkan percakapan telepon dengan Ibunya Juna itu. Namun tiba-tiba wajah sang sekretaris tampak pucat dan grogi. Setelah percakapan selesai ia kembali menghampiri Juna dengan langkah kaki yang berat.


"Maaf Pak Komisaris, Nyonya besar ada acara penting yang disiapkan untuk anda di rumah. pesan beliau agar pak komisaris segera pulang." Ucap sekertarisnya dengan nada gemetar karena ketakutan.


Juna menghela nafas panjang. Akhir-akhir ini, sifat ibunya sedikit berubah semenjak Juna dinobatkan sebagai Komisaris Utama di Perusahaan CeSt. Ia jadi lebih protektif dan sedikit angkuh terhadap kehidupan sosialnya.


"Ibu! apa lagi ini..." gerutu Juna seraya pergi dari ruangan kantor nya.


"Tolong bereskan semua ini dan kunci saja ruangannya. Aku akan pulang dan pergi lagi ke tempat lain." titah Juna pada sekertarisnya itu.


"Baiklah, Pak Komisaris." Ucap sang sekretaris dengan hormat.


__________________####_________________


Sementara itu di LaSally University, Pak Doni sedang melakukan suatu pengintaian khusus mengenai kegiatan yang selalu dilakukan target. Siapakah targetnya? ya... dia adalah seorang wanita misterius.


Beberapa saat pak Doni melihat seorang wanita yang tengah diincar nya itu. Ya, tak salah lagi, dia adalah Hana.


Hana tampak berjalan di koridor kampus sambil menenteng tas ransel hitam. Pak Doni mengikuti nya secara diam-diam. Hingga pada suatu saat, Hana sampai di sebuah ruangan kelas. Ia duduk di kursinya dan langsung mengeluarkan beberapa buku belajar.


"Apa? jadi ini yang selalu dia lakukan?" gumam Pak Doni penasaran.


Ia mencoba menajamkan matanya guna melihat aktivitas Hana lebih jelas lagi.


"Dia belajar sendiri setiap hari? bahkan ketika semua mahasiswa sudah selesai belajar? ini aneh..." ucap Pak Doni sambil menulis di buku catatan kecil miliknya.


Day 120,


Hana terlihat di koridor lantai 4, menuju ruang teori desain. lagi-lagi ia belajar seorang diri.


__________________####_________________

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Juna terkejut dengan apa yang dilakukan ibunya kala itu.


"Ibu! apa yang ibu lakukan ini!!" seru Juna mulai marah.


"Kamu ini, harusnya berterimakasih pada ibu! kalau tidak ada ibu, kamu tidak akan bisa dapat jodoh!" Ucap sang ibu enteng.


"Apa?! Aku tak perlu menikah!!! ibu paham!!" Teriak Juna kesal dan langsung pergi menuju kamarnya.


Juna membanting pintu kamarnya dengan keras sehingga semua asisten rumah tangganya yang mendengar hal itu tampak sangat terkejut dan ketakutan.


Sementara Arya Bram melihat kejadian itu dengan miris dan menggelengkan kepala. Iapun segera pergi menyusul Juna ke kamarnya.


__________________####_________________


Sesampainya di kamar Juna...


"Jun, ini ayah. boleh ayah bicara denganmu?" Tanya Arya Bram baik-baik.


"Ya ayah... masuklah, pintunya tidak dikunci." ucap Juna pelan.


Saat sang ayah masuk, dilihatnya Juna tengah duduk meringkuk di atas sofa. Arya Bram sangat mengetahui perasaan anaknya itu sehingga ia datang untuk bicara dengannya.


"Kau baik-baik saja nak? maafkan kelakuan ibumu itu. memang tak sepantasnya dia memperlakukan mu seperti itu." Ucap Arya Bram duduk disampingnya.


"Kau hanya perlu melakukan apa yang harus kamu lakukan. bukan yang orang lain inginkan." Ujarnya lagi.


Lantas Juna menoleh pada sang ayah. Ia tak bicara sepatah katapun dan hanya menatap sang ayah dengan sedih.


__________________####________________


Dekorasi bak pelaminan,


Lilin meja makan yang tertata rapi,


Pemusik andal yang siap memainkan


musik pengiring dinner,


Serta......


Seorang wanita asing yang telah duduk di ruangan tersebut menambah kesan eksklusif dalam acara dinner tersebut.


Sang ibu tak tampak dalam acara itu, karena ia hanya mensetting acara itu untuk Juna dan gadis pilihan ibunya itu.


Dengan berat hati, Juna mengikuti nasihat sang ayah guna menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi. Ia mengenakan jas rapi khusus untuk acara dinner dan ia keluar dari kamarnya dengan hati yang tak tenang.

__ADS_1


Ini adalah kali ke 37 yang dilakukan Ibunya dalam mencomblangkan Juna pada beberapa gadis kaya dari keluarga terpandang. Sehingga Juna selalu menyiapkan alasannya sendiri untuk mengatasi dan menolak semua itu.


Juna tau apa yang harus dia lakukan. maka dari itu dia meladeni keinginan ibunya itu terlebih dahulu untuk ia tentukan langkah selanjutnya. Nasehat sang ayah ada benarnya juga.


Juna melangkah menuju ruang makan dan didapatinya sang gadis berpakaian mewah tengah duduk menunggunya.


"Halo selamat malam..." ucap Juna pada gadis berwajah mungil dengan pakaian yang manis dipandang.


"Selamat malam... perkenalkan saya Rara.." Ucap sang gadis terpesona dengan penampilan dan ketampanan Juna yang tak ada duanya.


"Ya, salam kenal Rara." Ucap Juna simpel seraya dirinya duduk di kursinya.


Gadis itu sangat grogi ketika memulai percakapan dengan Juna. Ia sangat tertarik dan jatuh cinta pada Juna. Bahkan pada pandangan pertama.


"Langsung saja ke intinya. Apa yang mau dibicarakan?" ucap Juna sambil mulai menikmati makanannya dan tanpa basa-basi.


"Oh? ya??" Ujar sang gadis kebingungan. Ia terkejut dengan sikap Juna yang sangat berbeda dengan yang diucapkan ibunya Juna.


__________________####_________________


Dari pintu gerbang LaSally University, Pak Doni bersiap mengikuti Hana dari dalam mobilnya.


"Kemana Hana? dia belum terlihat?!" Ucapnya penasaran.


Hana terlihat keluar dari kampus dengan jaket tebal yang dikenakannya. Sambil menenteng tasnya, ia berlari kencang dan menghilang dari balik gedung-gedung yang menjulang disekitarnya.


"Target found!!" Ujar pak Doni dengan cepat bergerak menuju target.


Namun pak Doni syok, ia tak berhasil mengejar kemana Hana pergi. Karena ia menghilang dengan cepat.


"Sial! lagi-lagi aku kehilangan jejak!" seru Pak Doni kesal.


Tak lama berselang, ia lantas menelepon Juna guna membicarakan hal penting ini.


__________________####_________________


Sementara Juna masih dalam sesi QnA dengan gadis yang bahkan tidak diliriknya sama sekali.


"Maaf, HP ku berdering. Halo?" Ucap Juna sedikit sumringah mendapatkan telepon dari pak Doni. Sementara gadis itu mulai kecewa dengan acara makan malamnya.


"Pak Komisaris... Hana..." ucap Pak Doni singkat yang membuatnya sangat terkejut.


Seketika Juna terperanjat, matanya tak dapat berkedip.


"Maksudnya?!" Seru Juna syok dan secepat kilat pergi dari rumahnya meninggalkan acara makan itu.

__ADS_1


__ADS_2