
Pagi itu matahari bersinar sangat terang. Langit begitu cerah seakan menyambut Juna untuk segera beraktivitas seperti biasa nya.
Hari ini mungkin menjadi hari yang baru bagi Juna. Ia akan mempraktikkan hasil teori nya mengenai gaya pakaian juga makeup yang tentunya banyak sekali dipelajari dalam semalam. Maklum saja, Juna memang sangat jenius dan cepat sekali menangkap ilmu teori tentang gaya/ style disamping ia harus belajar untuk mengatasi kerumunan para gadis. Kelebihan utamanya sebagai pemilik ketampanan yang hakiki memang sangat tidak sebanding dengan kemampuan seperti pria sejati pada umumnya yang lebih suka menjadi playboy. Itulah masalah terbesar Juna.
__________________####_________________
Pagi itu suasana di rumah megah keluarga Arya Bram (keluarga yang sangat terpandang, memiliki status sosial tinggi serta golongan konglomerat dari perusahaan Fashion Industry terbesar di Asia bernama CeSt) itu tampak sibuk.
Para chef dan pelayan mempersiapkan sarapan spesial yang selalu dinantikan oleh keluarga Juna tersebut.
Sebagai informasi tambahan, Orang tua Juna merekrut lebih dari 50 karyawan yang disewa khusus untuk meladeni mereka. Disebar ke berbagai bidang, seperti Chef, ART, supir, tukang kebun, dan masih banyak lagi.
Sambil menunggu Juna, mereka berbincang pagi sesuai dengan kebiasaan mereka.
"Dimana Juna?" Tanya Ayahnya pada istrinya itu.
"Masih dikamarnya. Mau aku panggilkan?" Tanya balik sang istri.
"Tidak usah, anak itu sepertinya tau waktu. Dia tidak akan terlambat." ucap pria paruh baya tersebut sambil menyeruput secangkir kopi susu.
Beberapa chef menyajikan sarapan yang terdiri dari roti sandwich panggang, pure kentang, serta susu segar yang langsung diambil dari peternakan.
"Hm.... ini sangat luar biasa! kau memang terbaik pak chef!" puji sang istri pada chef yang sangat ahli tersebut.
"Terimakasih nyonya, ini juga atas permintaan tuan Juna untuk menyediakan roti sandwich setiap pagi." jawab chef.
Ibunya Juna setuju dengan perkataan chef itu. ia lantas mencicipi sedikit sandwich nya dan ia tersenyum sumringah.
"Ayo suamiku. kita makan sekarang!" Ucap Ibunya Juna tak sabar.
Saat mereka mulai bersantap, terdengar suara langkah kaki yang diiringi seruan kaget para pelayan. Mereka terdengar ketakutan dan juga memalingkan wajah mereka. Ayah dan Ibu Juna menoleh ke arah langkah kaki itu, dan betapa terkejutnya mereka melihat seseorang.
"Juna!!!!! apa yang kamu lakukan!!" Seru ayahnya syok sehingga ia membanting garpu dan pisau makannya.
__ADS_1
"Astaga... astaga! Nak! istighfar! sang ibu memegang keningnya sendiri dan berusaha memalingkan wajah karena malu.
"Selamat pagi Ayah... Ibu..." Ucap Juna dengan sopan sambil membungkuk. Ia tersenyum karena sepertinya rencananya berhasil.
Semua syok melihat penampilan Juna pagi itu. Rambut yang tidak ditata rapi, Kacamata berbingkai jadul, pakaian berupa shirt lusuh dan jaket yang tidak branded menambah kegelisahan mereka semua yang melihatnya.
Kulit wajahnya ia tutupi dengan makeup dengan tone warna yang lebih cokelat serta menutup semua kelebihan yang ada pada fisiknya. Ya, dengan polesan make up.
Sungguh sangat menakjubkan sekaligus membuat siapapun syok melihatnya!
Juna lekas sarapan menemani kedua orang tua nya dengan hati yang datar. Juna benar-benar cuek dengan tampilannya itu. Para pelayan di sekeliling Juna tak berhenti bergunjing melihat penampilan norak itu.
"Ibu, Ayah... mulai hari ini, aku adalah new Juna bukan new Normal. Aku harap Ayah dan Ibu bisa mendukung penampilan baruku ini.
"Nak! sadarlah ini bukan ide yang bagus!" seru sang Ayah
"Aku melakukan ini karena aku punya rencana. Aku tidak akan melakukan ini, jika aku tak memiliki rencana." Ujar Juna membalas perkataan sang ayah dengan jenius.
Mendengar hal itu sang ibu mengelus dada. ia berusaha kuat menerima kelakuan putranya ini.
Sang ayah menarik nafas panjang. ia pun mengangguk tanda menyetujui rencana Juna.
Akhirnya, pagi itu berhasil menghebohkan keluarga Juna serta para staf pembantu mereka. Sehingga menjadi bahan perbincangan di kalangan para pembantu. Sang ayah masih syok dengan keputusan Juna untuk berpenampilan seperti itu. Namun ibunya berusaha untuk mengikhlaskan pilihan Juna.
________________####__________________
Setelah sarapan di pagi hari itu, ia lantas bergegas menuju garasi mobil. Para pelayan sudah menyiapkan mobil kesayangannya itu dihalaman rumah untuk digunakan Juna seperti biasanya.
Juna menghampiri mobil itu dan mengelusnya dengan lembut. "Blacky, jaga diri baik-baik. Aku akan hidup dengan caraku sekarang. Bye blacky." ucap Juna melakukan salam perpisahan dengan mobil kesayangannya itu. Sementara para pelayan di sampingnya menggelengkan kepala dan menatap Juna dengan aneh.
"Astaga, tuan Juna... apa yang membuatnya jadi seperti ini. Menyembunyikan ketampanannya dengan tampil hancur seperti itu. ckckck...." ucap salah satu art melihat Juna pergi dari rumah.
__________________####_________________
__ADS_1
Sesampainya di halte bus yang tak jauh dari rumahnya, ia berdiri mematung menunggu bus datang. Ini kali pertama bagi Juna menaiki kendaraan umum seperti bis. Tapi ia telah mempelajarinya dalam semalam. Juna sungguh kreatif.
Menunggu bersama orang-orang kantoran dan kuliahan lainnya, Juna tersenyum sambil memasangkan earphone di telinganya dan ia mengeluarkan buku saku kecil berisi catatan rahasia miliknya.
"So... this is first thing that i must to do." gumam Juna di dalam hatinya.
Orang-orang yang berada di sekitar dirinya tampak aneh melihat penampilan Juna yang terbilang "tidak tampan". Bahkan mereka tidak memperdulikan kehadirannya di tempat itu.
Ya... Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan sebelumnya yang melihat Juna sebagai sosok malaikat tampan. Bahkan beberapa diantara mereka berbisik dan mengatakan "jelek" padanya dengan nada yang sangat kecil.
Pandangan sinis orang disekitarnya menambah kesan begitu buruknya penampilan Juna saat itu. Namun bagi Juna ini merupakan sebuah kesuksesan dan akan menjadi kebiasaan baru bagi Juna setiap harinya.
Juna sangat memperhatikan kondisi sekitarnya pasca perubahan itu. Tentunya, hatinya jauh lebih bahagia karena menemukan ketenangan batin. Tak perlu menolak para gadis yang mengejar cintanya lagi.
_________________####_________________
Di saat kelas perkuliahan berlangsung, kehebohan terjadi dengan keributan orang-orang yang syok melihat penampilan Juna.
Mereka tidak dapat berkonsentrasi dan bahkan dosennya pun turut syok melihat penampilan Juna. Namun Juna cuek dan merasa tidak ada hal mengejutkan baginya.
"Ja...jadi... ini Juna yang asli??? yang kemarin itu siapa???" bisik mahasiswa di belakang Juna.
"Kayaknya orang sewaan deh... coba liat orang itu. idiiih... beda jauh sama orang sebelumnya. ilfeel deh gue!" balas mahasiswa lainnya.
Sementara itu Juna sangat asyik dengan predikat yang dibuat oleh lingkungan sekitarnya. Juna merasa lebih hidup dibandingkan sebelumnya.
_________________####__________________
"Hey, akhirnya teori ku berhasil dilakukan! akhirnya tidak ada yang menguntit diriku lagi, bahkan kini aku hidup normal layaknya orang kebanyakan!
Tapi, ini masih awal, apakah aku akan bertahan dengan situasi ini? ataukah aku akan membuat masalah baru lagi melebihi diriku yang sebelumnya?"
"hmmmm... so, let's take a part Juna!"
__ADS_1
- Juna