Handsomeness Hide

Handsomeness Hide
Eps. 12. I'm Mr. Juna


__ADS_3

Arya Juna kini bermetamorfosa menjadi seorang Pemuda sukses di bidang Fashion Industri. Kemampuannya menjalin relasi dan menjadi pembicara di setiap event khusus fashion industry membuat namanya kian meroket.


Ketakutannya dengan ketampanan kini telah lenyap dalam dirinya, dan ia semakin terfokuskan pada karir serta masa depannya sebagai komisaris utama CeSt industry.


Ia pun memiliki banyak teman baik pria maupun wanita. tak ada batasan lagi dalam dirinya. Walaupun memang, ia berharap dapat bertemu kembali dengan gadis masa lalunya, setidaknya ia menjalankan kehidupan normal layaknya orang kebanyakan.


Karena keseriusan dan kejeniusannya mengolah industri fashion menjadi lebih maju, ia menjadi satu-satunya pria yang didaulat sebagai ikon pengusaha muda tersukses di Asia. Juna sukses mengantikan sang Ayah dan CeSt industry kini menjadi yang terdepan.


__________________####_________________


Waktu menunjukkan pukul 5 sore, semua staf kantor dan juga para karyawan di industri itu bersiap untuk pulang.


Adanya pergantian shift antar buruh menjadikan suasana di CeSt sore itu tampak sangat sibuk dan penuh dengan lalu lalang para pekerja.


Di kantor Komisaris Utama, Juna tampak duduk di kursinya sambil membaca banyak artikel mengenai Fashion style, fashion Industry, dan Fashion technology. Sesekali ia menyeruput secangkir kopi latte favoritnya guna membuatnya menambah mood.


"Desain yang menarik. Jika ini terealisasi... maka produk fashion terbaru akan rilis lebih awal dari rencana." gumam Juna sambil serius memantau semua berita itu.


Tok...tok..tok....


Aktivitas nya terhenti sejenak ketika mendengar suara ketukan pintu yang membuyarkan konsentrasi, ia pun menoleh ke arah pintu.


"Siapa?" seru Juna dengan tegas.


"Pak Doni datang berkunjung, pak komisaris." Jawab sekertaris pribadinya dari luar ruangan.


"Baiklah.. persilakan dia masuk." ucap Juna lagi sambil merapikan dokumen yang dilihatnya tersebut.


Pak Doni masuk dan membungkukkan badan sambil diikuti Juna yang tersenyum lebar padanya.


"Pak Doni! lama tidak bertemu." Ucap Juna mengawali pembicaraan.


"Ya tuanku, saya melewati banyak kegiatan menarik yang pastinya ingin tuan ketahui. Saya datang disaat yang tepatkah?" Ucap Pak Doni sambil tersenyum.


"Tentu saja pak Doni! ayo kita duduk terlebih dahulu!" Ujar Juna mempersilakan pak Doni duduk di sofa tamu.

__ADS_1


Pak Doni ternyata datang dengan membawa berita mengejutkan. Ia tersenyum lepas seakan menandakan hal yang tak terduga akan segera disampaikannya.


"Saya mendapat informasi ini. Pihak LaSally University akan mengadakan pameran night gown tingkat nasional dan mengundang anda sebagai Juri satu-satunya di acara itu, tuan Juna. Jika anda tidak keberatan, maka anda bisa menerimanya." Ucapnya sumringah


Juna termenung, ia berpikir seperti apa acara itu berlangsung.


"Haruskah saya berpartisipasi? saya rasa, pertemuan dengan buyer kita di Kanada itu lebih baik. Bukankah tanggal penyelenggaraan nya ini sama?" ucap Juna terheran dan menatap pak Doni seakan menyimpan seribu pertanyaan di kepalanya.


"Ya tentu tuan, saya memiliki rekomendasi ini dikarenakan adanya informasi yang menarik di dalamnya, saya menemukan fakta baru, bahwa ada seseorang yang bekerja di tempat itu yang pastinya anda kenal dengan sangat baik." tukasnya tersenyum lebar.


"Apa? siapakah orang itu?" Ucap Juna penasaran.


"Masa lalu Anda tuan Juna." Ucap Pak Doni sumringah.


Juna terbelalak. ia terkejut namun mencoba tak menampilkan ekspresi yang berlebihan. ia tetap berlaku tenang dengan adanya berita itu.


"Oh... baiklah, atur kehadiranku di acara itu." ucap Juna pada Pak Doni.


Lalu Juna memanggil sekertaris pribadinya untuk mencatat jadwal baru Juna yang akan menghadiri acara LaSally University dengan rinci.


Di kediaman keluarga Arya Bram...


"Chef, tolong buatkan makanan yang sangat spesial! karena kita akan kedatangan tamu khusus." Ucap sang ibu sembari memberikan daftar menu yang sudah di susunnya pada sang chef handal tersebut.


"Baik nyonya besar, saya akan mulai mempersiapkan semuanya."


"Baiklah terimakasih pak chef!" Ujar sang ibu sembari berjalan pergi meninggalkan dapur utama di rumah itu.


Telepon genggamnya berdering, ia segera membukanya dan mulai berbicara sambil berjalan kaki menuju taman belakang rumah.


"Ya, halo?" ucap sang ibu terdengar suara yang berwibawa.


"Bagaimana kami mengadakan pertemuan tanpa adanya nyonya di hotel Hiltons hari ini? kami merasa nyonya harus datang. kami mohon..." ucap seseorang yang memohon pada ibu Juna.


"Aku punya acara lain hari ini. jadi aku tak bisa melewatinya. sampai nanti ya." Ucapnya sambil menutup teleponnya.

__ADS_1


Wanita tua yang masih tampil cantik itu tersenyum bangga dan ia lantas menuju kursi taman belakang untuk kembali beristirahat dan relaksasi.


"Baiklah, demi anakku tercinta aku akan men-canceled semua jadwalku." gumam sang ibu percaya diri.


Tampaknya sang ibu akan mengadakan suatu acara khusus nan megah yang akan melibatkan Juna di dalamnya. Namun seperti apakah acara itu? terlihat dari dekorasinya seperti jamuan makan yang sangat menarik dan cukup menguras banyak uang.


Arya Bram muncul dari arah ruangan keluarga sambil menenteng koran luar negeri yang tengah dibacanya. Ia menghampiri istrinya itu.


"Aku dengar dari chef, kau akan membuat jamuan makan lagi ya?" tanya Ayahnya Juna itu dengan mengerutkan dahi tanda ia tak menyukainya.


"Ya... memang benar. Aku melakukannya untuk masa depan Juna." Jawab sang istri simpel dan melanjutkan aktivitasnya mengecat kuku.


"Sudah puluhan kali kau melakukan ini dan lihatlah hasilnya! Juna tak menyukainya! jangan memaksakan kehendak!" Seru suaminya itu menasehati sang istri.


Ibunya Juna lantas menoleh dan menatap sinis suaminya itu. Akhir-akhir ini kelakuan sang istri membuat Arya Bram dan Juna sekalipun kesal dengan tingkahnya yang semakin hari semakin mengatur.


_________________####_________________


Kembali ke kantor CeSt, Juna berjalan dengan cepat menuju ruang rapat dengan didampingi oleh Pak Doni serta sekertaris pribadinya nya. Hari itu pula rapat bulanan para dewan direksi digelar seperti biasanya.


Juna memasuki ruangan dengan disambut hormat semua dewan. Ia pun segera duduk di kursi khusus Komisaris.


"Mari kita mulai rapatnya, Bu Mela, siapkan berkas dan layarnya. ucap Juna tegas dan berkonsentrasi penuh." diikuti dengan anggukan mereka semua dan rapat pun segera dimulai.


"Pak komisaris, sangat tampan... aku akan menjodohkannya dengan anakku. aku akan mengatur pertemuannya..." bisik salah satu anggota direksi pada anggota lainnya.


"Kau serius? aku harap pak Komisaris dapat pasangan secepatnya..." balas salah satu anggota tersebut sembari terus menatap Juna yang saat itu sedang memberikan pidato pembukaan rapat bulanan.


Nampaknya, Juna hingga kini masih menjadi Incaran utama untuk digaet menjadi pasangan ideal. Ketampanan yang dimilikinya dan juga popularitasnya tak dapat diragukan lagi ketika Juna semakin menginjak umur yang sangat dewasa.


_________________####__________________


"Menjadi sempurna itu dambaan setiap orang, Aku mengerti itu. Bagaimana cara untuk mempertahankan kesempurnaan itu yang menjadi tantangan terbesar bagiku.


Aku tidak akan menyerah, sampai kapanpun."

__ADS_1


- Juna


__ADS_2