Handsomeness Hide

Handsomeness Hide
Eps. 10. Welcome Back!


__ADS_3

Hari itu menjadi hari dimana semua orang terkejut melihat sosok Juna yang sebenarnya.


Hal ini lantas menjadi bahan perbincangan seluruh mahasiswa dikarenakan terbukanya topeng yang selama ini digunakan Juna.


Pria buruk rupa itu ternyata adalah seorang Arya Juna yang memang adalah orang pertama yang mereka lihat di kampus hari itu. Sungguh diluar nalar, para mahasiswa itu tak dapat mengerti mengapa Juna bertindak seperti itu. Mereka hanya berpikir bahwa sebagai seorang "Juna" mungkin memilih kehidupan layaknya seorang selebriti di kampus dengan membludaknya para wanita yang menyukainya. Namun mereka tak bisa percaya bahwa Juna malah menerima kehidupan yang buruk seperti itu.


Pak Dosen mempersilakan Juna masuk layaknya atasannya dan bertindak aneh 180 derajat dibandingkan sebelumnya.


Begitu pula mahasiswa lainnya yang speechless dengan ketampanan hakiki yang dipancarkan Juna saat itu. Begitu pula Angga dan Nining yang sangat terkejut sehingga mereka tak dapat berpikir lagi.


__________________####_________________


Perkuliahan pun selesai pukul 4 sore. Mereka semua menghampiri Juna secara serempak untuk meminta penjelasan Juna mengapa ia melakukan hal itu.


"Juna! ternyata aslinya kamu memang seperti ini ya! kenapa kamu ingin menutupi hal semacam ini!" seru salah seorang mahasiswa di kelas.


"Aku tidak menutup apapun. hanya tampilanku saja." ucap Juna polos.


Jawabannya itu mengundang gelak tawa. namun mereka tidak membencinya seperti saat tampilannya buruk. mereka lebih senang karena Juna memang tampan seperti sebelumnya. dan mereka welcome kepada Juna.


__________________####_________________


Pasca kejadian mengejutkan hari itu, Angga dan Nining menjadi semakin menjauh dari Juna. Tentu saja bukan karena Juna melupakan mereka, tetapi tak ada waktu bagi Juna untuk bersosialisasi bersama teman dekatnya itu lantaran permintaan pertemuan dalam berbagai proyek yang dilakukan para Dosen Fashion Design serta dalam himpunan mahasiswa yang tiba-tiba memasukannya dalam anggota khusus.


Juna merasa bersalah dengan semua ini sehingga terkesan mengacuhkan mereka. Tapi apa daya semua harus ia jalankan karena kesalahannya di satu hari itu saat ia "Lupa" merias diri menjadi Itik buruk rupa.


__________________####________________


Semenjak pertemuan dengan Hana di rumah sakit itu, Juna jadinya selalu membuat kamuflase pada Hana dengan menggunakan riasan itik buruk rupa. Ya... hal itu dilakukan karena ia tak mau kehilangan Hana seperti ia telah kehilangan Angga dan Nining karena mengetahui paras aslinya yang kelewat tampan itu.


Hari Sabtu, menjadi hari yang menyenangkan bagi para muda mudi untuk menikmati hari. Namun tidak halnya bagi Juna, mengapa? tentu saja karena ia masih harus lebih keras berusaha mendekati Hana agar bisa berterus terang dengan kamuflase nya itu. sehingga ia tidak berpikir untuk melakukan ritual malam Minggu seperti para muda mudi lainnya.


__________________####_________________


Hujan mengguyur jalanan ibu kota malam itu. Sedikit deras dengan suara guntur yang saling bersahutan. Juna turun dari bus malam untuk menemui Hana di toko sparepart mesin jahit tempat dimana Hana bekerja.


Maklum, pasca pertemuan itu, mereka sering bertemu di malam hari setelah Hana selesai bekerja. Hana tinggal di mess toko yang letaknya ada di ruangan atas toko. Sehingga Hana jarang untuk pergi kemana-mana setelah bekerja.

__ADS_1


Juna datang dengan basah kuyup karena ia lupa membawa payung, namun karena niatannya yang besar untuk mengunjungi Hana, ia mengabaikan hujan yang baginya tidak ada apa-apanya.


Setelah sampai di toko, Hana terkejut melihat Juna basah kuyup. Ia lantas membawa Juna masuk dan segera membawa nya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Juna terdiam. ia dalam dilema. Ia baru mengingat apa yang telah dia lakukan ini. Ketika hujan akan melunturkan riasan buruk rupanya.


Hana menyiapkan handuk dan secara refleks langsung mengeringkan rambut serta mengusap wajah Juna yang basah tersebut. Juna terkejut dan tidak dapat menghindar. Sehingga ia pasrah menerima perlakuan itu. Yup... hal yang besar pun terjadi....!


Hana melihat seorang pria yang bahkan tidak dikenalnya dari balik handuk putih itu. Juna menatap mata Hana dengan dalam berharap dari matanya dapat menunjukkan siapa dia sebenarnya dan menjelaskan semuanya pada Hana.


Hana terbelalak. seperti petir yang menyambar hatinya. ia tak dapat mengerti mengapa hal ini bisa terjadi. Mengapa Juna menutup wajahnya dengan make up buruk rupa.


Hana tak sadar menjatuhkan handuk itu dan Juna tak bisa berkata-kata melihat Hana yang akhirnya mengetahui seperti apa wajah asli Juna yang diluar ekspektasinya.


_________________####_________________


Sementara itu di rumah keluarga Arya Bram, pak Doni berbicara dengan ayahnya Juna tersebut.


"Sepertinya, Juna tidak menutupi dirinya lagi dengan kamuflase tuan. Jadi tidak perlu mencemaskan tuan Juna." Ucap pak Doni tersenyum sumringah.


"Ya, itu bagus kalau begitu. aku berharap Juna akan sembuh dari 2 masalah psikologis nya itu dengan bantuanmu." Ujar Arya Bram bangga.


_________________####_________________


Juna berjalan berlari mengejar Hana yang berusaha masuk ke dalam kamar dan menghindar dari Juna.


"Kumohon tunggu aku!" Ucap Juna cemas.


"Apa lagi? tidak ada yang bisa kita bicarakan lagi. ini sudah jelas." Ujar Hana kesal dan sangat marah.


"Aku berbuat seperti ini karena aku ingin bisa bergaul normal layaknya orang biasa!" seru Juna menjelaskan pada Hana.


Raut wajah Hana berubah masam dengan matanya yang tajam. Hana sangat membenci pria tampan karena ia memiliki masalah dengan pria tampan di kehidupan masa lalunya. Ia berusaha pergi dan menjauhi Juna tanpa alasan terhadap Juna.


"Siapa kamu beraninya masuk ke kamar orang sembarangan!" Seru Hana dengan marah melihat Juna mencoba merangsek masuk karena ingin meminta maaf.


Juna kelabakan. Ia harus mencari cara untuk membuat Hana percaya dan memaafkan dirinya.

__ADS_1


"Aku mohon! please! lihat aku!" Ucap Juna memohon sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Hana. Juna pun menatap mata Hana dengan serius dan dalam, berharap Hana akan memahaminya.


Namun tiba-tiba,


PLAK!!! Tamparan keras mendarat di wajah Juna. Hana sangat kesal dan ia membanting pintu kamar dengan sangat keras.


"Keluar kau!" Teriak Hana meluapkan amarahnya yang besar. Juna pun tak dapat berkutik. Ia segera pergi meninggalkan Toko sparepart itu.


Juna hancur. Ia merasa tak berdaya.


Disaat yang bersamaan Pak Doni datang menjenguk Hana dan tak sengaja bertemu Juna dalam kondisi yang memprihatinkan.


"Tuan Juna!!! Ada apa?!" seru pak Doni terkejut dan langsung memegang tangan Juna yang bergetar ketakutan.


Juna tidak bisa berkata apapun. ia menatap pak Doni dengan sedih. Kini yang ada hanyalah kesedihan pada pria berkulit putih tersebut.


__________________####_________________


Keesokan harinya, di toko tempat Hana berjualan, Juna masuk dan berusaha menemui Hana. Namun yang ada hanyalah pegawai lain yang tidak dikenalnya. iapun merasa sangat kecewa dengan keadaan ini.


"Kemana kau Hana..." ucap Juna lirih.


__________________####________________


"*Aku merasa, aku memang bersalah karena sudah membohongi dirimu. Aku pantas menerima kebencian darimu. tapi tolong jangan pergi dari pandangan ku.


Jangan biarkan aku tenggelam dalam sepi yang hampir membunuhku ini.


Aku hanya berharap bahwa Kau akan memaafkan aku dan dapat mencintai aku.


Aku tampan bukan karena keinginanku.


Aku hanya ingin hidup dengan ketulusan. Bukan karena ketampanan saja.


Maka dari itu aku menutupinya selama ini padamu. Semua itu kulakukan karena aku takut akan ditinggalkan olehmu.


Dan sekarang itu memang benar terjadi*..."

__ADS_1


- Juna


__ADS_2