
"Ayah...! kami tidak melakukannya!" tegas Juna mencoba membenarkan kesalahpahaman itu.
"Ayah mengerti nak, ayah juga pernah muda. Ayah dan ibumu itu dilanda cinta saat kami muda dan kau tau? Ayah bernasib sama seperti dirimu." ucap sang Ayah mengangguk berpura-pura mengerti maksud Juna.
Hana kebingungan, ia lantas melirik ke arah pak Doni yang sedari tadi menunduk malu.
"Ada apa ini sebenarnya?" ucap Hana dalam hati.
"Ayah... maksudku, Aku tidak melakukan itu pada Hana. Walaupun kami bersama semalaman ini, tapi aku tetap menjaga batasan!" ucap Juna berusaha menjelaskan lagi.
Hana pun mengerti dengan situasi ini. Ia menyambungkan sikap pak Doni dengan sikap Arya Bram yang tiba-tiba saja datang menemui mereka.
"Jadi, ini maksud anda pak Doni? baiklah... aku mengerti..." gumam Hana sambil melihat ke arah pak Doni dengan serius.
Hana menarik tangan Juna dan memeluknya erat. Tingkah Hana membuat semua kaget termasuk Juna sendiri.
"Ya pak Arya, sebenarnya aku yang memaksanya untuk tinggal bersamaku semalam. Karena hujan deras, aku dan Juna memilih untuk bersama. Bukan Juna yang melakukannya, tetapi aku, pak Arya..." Ujar Hana mencoba membalikkan keadaan.
Juna terperanjat. Ia melongo mendengar ucapan Hana dan bingung dengan apa yang dilakukannya itu.
"Hana! apa yang..." ucap Juna menyela Hana.
Pak Doni semakin malu. Ia tak berani menatap mereka karena kesalahpahaman ini memang berawal dari dirinya.
"Pak Arya, itu benar... kau akan jadi seorang kakek." ucap Hana seperti sebuah pisau yang menancap jelas di jantung pak Doni.
Juna melihat Hana dengan serius. Ia tak percaya Hana berbohong saat itu. Namun Juna berpikir keras, pasti ada alasan dibalik itu semua. Karena ia sangat mengenal sifat Hana.
__________________####_________________
__ADS_1
Semenjak pembicaraan itu terjadi, Juna dan Hana lantas diantar oleh pak Doni pergi menuju rumah Arya Bram.
Arya Bram sendiri begitu senang dengan pernyataan Hana yang berani untuk speak up terhadapnya. Selama ini tak pernah ada yang berani untuk berbicara langsung kepadanya karena sosoknya yang begitu dihormati dan dikagumi.
Selama di perjalanan, Hana diam bagai membisu. Tak ada ekspresi apapun di wajahnya, dan ia tak merasa takut seperti sebelumnya.
Juna mulai khawatir dengan apa yang terjadi, ia takut membuat Hana jadi mundur dengan semuanya dan memilih untuk meninggalkan Juna. Pria yang sangat tampan itu lantas menggenggam erat tangan Hana seakan tak mau melepaskannya. Hana menyadari maksud Juna, namun ia tetap pada pendiriannya untuk diam membisu.
Sementara pak Doni merasa bersalah terhadap Hana sehingga membuat Hana menanggung sebuah kebohongan demi dirinya. Pak Doni terus memantau Hana dan Juna dari balik kaca mobil.
"Maaf nona Hana... tuan Juna..." ucap Pak Doni mulai berbicara. Merasa perlu untuk meluruskan kesalahpahaman itu.
Hana menoleh begitupun Juna.
"Maaf karena saya yang membuat kegaduhan semua ini. Saya tak bermaksud membuat tuan dan nona seperti ini di hadapan pak Arya ataupun keluarga, hanya saja saya merasa tuan dan nona harus segera menyatu demi kelangsungan masa depan. Saya berpikir keras sebelum membuat hal ini menjadi besar." ucapnya jujur dan malu.
Mendengar hal itu, Juna dan Hana saling berpandangan. Juna menatap mata Hana dengan dalam berusaha menerka apa yang dipikirkan Hana. Begitu pula Hana padanya.
"Hana sayang..." ucap Juna tak percaya mendengar perkataan kekasihnya itu. Hana pun melihat Juna sambil tersenyum.
"Jangan khawatir pak Doni, anda akan baik-baik saja. Jangan salahkan dirimu sendiri." ucap Hana sambil terus menatap Juna. Begitupun Juna yang terus membaca pikiran Hana.
"Toh... kita akan memiliki anak juga setelah kita menikah. Ucapan Ayahmu benar Jun. Tidak mungkin seorang pria bisa berlama-lama menahan diri terhadap kekasihnya. Pria dan wanita berbeda." ucap Hana tersenyum sambil mengelus pipi Juna yang lembut itu.
Seperti terbang ke angkasa, Juna begitu bahagia dan sangat cinta terhadap ucapan Hana yang begitu mengerti dirinya.
"Sayangku..." ucap Juna tanpa sadar dan langsung memeluk Hana dengan erat. Hana pun tersenyum dan mereka saling berpelukan di dalam mobil sedan mewah tersebut.
Sementara pak Doni menganggukan kepala. Ia sangat salut dengan jawaban Hana yang tak terduga itu. Pak Doni semakin bahwa inisiatifnya itu memang tepat seperti yang diucapkan Hana.
__ADS_1
__________________####_________________
Sesampainya di rumah megah bak istana itu, Juna menggandeng tangan Hana dan melangkah masuk ke rumahnya. Diiringi pak Doni dari belakang.
Sementara di ruangan keluarga, Arya Bram yang sudah lebih dulu sampai, menyambut kehadiran calon menantunya itu diikuti dengan istrinya yang juga speechless melihat gadis manis tersebut.
"Sayang? jadi ini calon istri Juna???" tanya sang istri antusias pada Arya Bram.
"Iya. Aku sudah punya feeling bagus mengenai gadis ini." ucap Arya Bram dengan suara kecil. Mendengar ucapan Arya Bram istrinya mengangguk dan ia terus memperhatikan gadis itu ketika melangkah masuk ke dalam ruangan keluarga.
"Halo ibu, perkenalkan ini calon istriku... Hana." ucap Juna begitu bangga memperkenalkannya secara hormat pada orangtuanya itu.
Mereka berdua sangat senang dengan kehadiran Hana. Dan mempersilahkan Hana untuk duduk bersama mereka.
___________________####________________
Salah satu pelayan di rumah itu memotret Hana dari kejauhan dan mengirimkan gambar itu kepada seseorang. Sungguh mencurigakan tingkah pelayan itu.
Ya... kepada siapa lagi kalau bukan Nining. Wanita berdarah campuran itu membayar secara diam-diam salah satu pelayan disana untuk memperhatikan pergerakan keluarga Arya Juna.
Pasca dirinya lulus dari kampus yang sama dengan Juna, ia memilih untuk menjadi follower Juna dan benar-benar mengintai setiap gerak gerik Juna maupun keluarganya.
Nining mulai menggila dan terobsesi memiliki Juna ketika ia tau, Juna adalah cinta pertamanya semenjak kuliah. Maka dari itu, Nining mencoba berbagai cara untuk dapat bersama dengan Juna.
Pintarnya lagi, ia meminta bantuan sang ibu untuk mendekati Ibunya Juna dan menjadi sahabat baru bagi wanita berkelas tersebut. Sehingga dengan jalan itu, ia bisa diperkenalkan secara resmi sebagai wanita pilihan ibunya Juna untuk dijodohkan pada Juna.
Sayangnya, semua itu hanya cerita saja semenjak Hana merebut semua kesempatannya itu. Sehingga kini ia sangat membenci Hana.
__________________####_________________
__ADS_1
Nining membuka kiriman foto itu dari smartphonenya. Ia sangat kesal melihat pertemuan itu dan langsung membanting smartphone itu ke lantai hingga pecah terbelah.
"Kau tak akan bisa menjadi nyonya Arya Juna! Kau tak akan menikah dengan Juna!" ucap Nining kesal sambil berpikir keras untuk melakukan rencana selanjutnya.