Handsomeness Hide

Handsomeness Hide
Eps. 24. Hana dalam bahaya


__ADS_3

Satu hari tanpa Juna rasanya cukup sepi dirasa oleh Hana. Ia menyadari dengan jelas bahwa semua ini demi kebaikannya. Memang setiap keberhasilan yang dicapai harus melalui perjuangan berat. Bahkan bagi Hana yang notabene seorang gadis biasa namun sarat akan konflik dalam hidupnya.


Setelah Juna menjalankan rencananya, Hana mulai menjalankan kehidupan seperti biasanya. Pak Doni pun jarang terlihat karena ini adalah bagian dari rencana mereka. Namun sebenarnya masalah baru sedang berlangsung kala Hana mulai merasakan masalah kesehatan.


Hana tak memberitahu yang sebenarnya pada Juna kalau dia mengalami gangguan kesehatan saat hari dimana mereka menyepakati rencana itu.


__________________####_________________


Flashback Hana 2 hari yang lalu....


"Halo, selamat siang kak, Bolehkah saya promosi kepada kakak tentang produk jualan saya?" ucap seorang laki-laki muda berumur 21 tahunan lengkap berpakaian ala sales minuman.


"Hmm... silakan, tapi jangan lama-lama ya. Sekarang sedang banyak pelanggan yang datang." ucap Hana menjelaskan padanya.


"Oke kak, makasih banyak! kebetulan saya punya produk baru yaitu minuman yoghurt leci asli buatan rumahan kak. Kalau boleh, kakak coba ya, ini tester gratis. Kalau kakak suka, langsung beritahu saya ya." ucap lelaki itu sangat friendly.


Tak berpikir panjang, Hana mencicipi yoghurt leci tersebut untuk menghargai kerja keras laki-laki itu karena ia merasakan perjuangan yang sama. Dihabiskan pula minuman itu hingga tak bersisa.


"Seger ya... ini enak mas. Coba nanti saya rekomendasikan sama pengelola ya, biar produknya bisa di simpan di sini." ucap Hana ramah dan berusaha membuat orang itu senang.


"Wah kak?? serius?? makasih banyak ya! saya akan kesini lagi nanti! ngomong-ngomong terimakasih banyak sudah membantu saya." Ucap lelaki itu sangat senang dengan ekspresi wajah yang sangat ceria.


"Ya, sama-sama." Jawab Hana sambil tersenyum manis.


Lelaki yang bahkan tak dikenalnya itu pun segera pergi menghilang dari pandangan Hana. Saat itu Hana tampak biasa saja dan tak terganggu dengan hal apapun hingga pada malam harinya ia mulai merasakan sesuatu...


Tenggorokannya terasa kering, perutnya terasa panas seperti terbakar dan ia merasa energi tubuhnya sedikit-sedikit menurun. Hana tidak berpikir hal yang buruk karena memang ia mengira hanya kelelahan dan kurang asupan makanan.


Hari berlalu dengan cepat hingga saatnya pertemuan terakhir dengan Juna, ia tampak tak bergairah. Bibirnya mulai pecah-pecah seperti panas dalam serta matanya tak berbinar seperti biasanya. Hana juga masih tak menyadari kondisi keanehan kesehatannya itu.


Pak Doni saat kejadian 2 hari yang lalu itu sedang tak ada di lokasi pemantauan dikarenakan urusannya dengan Arya Bram yang mendadak. Hal membahayakan tersebut terjadi karena kewaspadaan pak Doni yang kurang baik hari itu sehingga banyak waktu terbuang untuk menjaga Hana dari kejauhan.


Sementara Juna sangat sibuk di CeSt sehingga hanya mampu singgah sebentar saja di minimarket itu dan datang tepat sebelum kejadian itu terjadi.

__ADS_1


__________________####_________________


Di kamarnya, Nining tampak gelisah dan terus berpikir. Seperti orang yang sedang menunggu sesuatu dan sangat tak sabar akan hal yang ditunggunya.


Tiba-tiba suara dering telepon genggam barunya memecah kegelisahan Nining sehingga ia mengangkat teleponnya dengan cepat.


"Halo? bagaimana sekarang?!" Ucap Nining sangat berharap.


"Sepertinya racun itu sudah 50 persen bereaksi nona. Santai saja, saya masih memantaunya. Sekarang, Hana masih bekerja di LaSally." ucap suara lelaki misterius yang menjadi partner Nining.


"Oh... baiklah. Jangan lama-lama! Juna sudah pergi ke Rusia hari ini, dan entah kapan dia pulang. Aku mau Hana tiada saat ia kembali ke Indonesia." ujar Nining sangat berambisi.


"Baik nona cantik, laksanakan!" Jawab pria misterius itu yang tak lain adalah orang yang memberikan yoghurt leci pada Hana.


__________________####_________________


Malam semakin larut, Hana akhirnya memilih untuk pulang lebih awal pada atasannya di LaSally University. Hana tak mengambil waktu lembur sehubungan dengan kondisi kesehatannya yang semakin memburuk.


Pak Doni sangat khawatir melihat kondisi Hana. Ia curiga dengan gerak-gerik Hana yang saat itu lebih memperlihatkan kesakitan dibandingkan biasanya ketika ia lelah bekerja.


Pak Doni keluar dari mobilnya dan segera menghampiri rumah kontrakan Hana.


Tok..tok..tok...


"Nona Hana? apakah kau didalam? ini saya Pak Doni." ucap Pak Doni memanggil Hana dari luar.


Hana meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Ia mulai tak tahan dengan rasa sakitnya sehingga ia mengabaikan panggilan pak Doni dari luar.


Tak ada sahutan dari dalam, lantas membuat pak Doni semakin curiga. Ia segera menelepon Juna untuk memberitahu kabar Hana ini, tentunya dengan menyamarkan panggilan Juna.


"Halo mister nim, bagaimana ini? sepertinya ada masalah dengan nona Hana!" ucap pak Doni gelisah.


__________________####_________________

__ADS_1


Setelah percakapan di telepon itu selesai, Juna terdiam. Ia bertahan semaksimal mungkin untuk tidak bereaksi terhadap ucapan pak Doni karena ia benar-benar sedang mengasingkan diri di suatu rumah kos yang disewanya.


Juna bermeditasi dan memikirkan jalan keluar yang tampaknya sangat sulit dicapai. Ia memejamkan matanya dan berkonsentrasi pada dirinya sendiri.


Di sekitarnya berserakan buku-buku ilmu pengetahuan yang sepertinya berasal dari LaSally University.


"Aku harus bertahan, aku yakin pak Doni akan melakukan hal yang terbaik untuk membantuku dan Hana. Sementara itu aku harus tetap dalam penyamaran sebagai Fajar Pratama. Aku harus bertahan! aku pasti berhasil!" Ucap Juna menguatkan diri agar ia bisa menangkap pelaku pengintai Hana.


Juna ternyata memilih untuk menjalani kembali kehidupannya sebagai seorang mahasiswa di LaSally University. Identitas barunya yang digunakan atas nama Fajar Pratama yaitu seorang mahasiswa di jurusan Kimia tekstil.


Dengan kemampuannya beradaptasi dan juga komunikasi, ia berhasil melakukan penyamaran itu dan mempersiapkannya hanya dengan waktu yang singkat.


Juna juga melamar pekerjaan sebagai part timer di minimarket tempat Hana bekerja, dan dengan penyamaran yang sempurna membuat Hana tak mengenal Juna sama sekali.


"Hana.... kumohon tunggu aku... aku akan menangkap orang itu." gumam Juna dengan lirih.



Sementara itu, Hana akhirnya membuka pintu rumah dan menghampiri pak Doni.


"Iya pak, maaf saya tadi ada di toilet." Ucap Hana mencoba menyembunyikan rasa sakitnya itu.


"Nona, anda sedang sakit. Saya tau itu, anda tidak baik-baik saja! tolong biarkan saya membawa anda ke rumah sakit!" ucap pak Doni memohon pada Hana.


"Tidak usah pak Doni. Saya baik-baik saja. Jangan khawatir." Ucap Hana meyakinkannya.


Ternyata disaat percakapan itu, seseorang yang mengintai Hana sudah melihat dari jauh pergerakan pak Doni pada Hana.


"Hm... ini menarik sekali. Gadis itu memiliki ajudan pribadi? aku harus melaporkan ini pada nona Meysa." Ucap lelaki misterius yang ternyata bernama Andi tersebut.



"Ini menarik sekali... aku akan mendapatkan bayaran yang lebih banyak dari yang kukira."

__ADS_1


- Andi


__ADS_2