Handsomeness Hide

Handsomeness Hide
Eps. 17. Kehidupan Hana


__ADS_3

Tak dapat dipungkiri bahwa Hana adalah seorang gadis yang cantik, tampak lugu, namun memiliki karakter dan perangai yang tak terduga.


Mengapa tidak, wanita yang memiliki tampilan polos itu mampu menyerang dengan ganas siapapun yang mengusik dan mengancam hidupnya. Hal ini terbukti dari kejadian singkat malam itu yang membuat Juna dan pak Doni terhenyak.


Setelah kasus itu diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak, dan memang yang ditangkap sebagai pelaku adalah sang pelapor itu sendiri, maka Hana dinyatakan bebas dan mendapatkan jaminan keluar dari tahanan.


Hana mulai mengerti sifat dan karakter Juna setelah dirinya mendapatkan penjamin yang menolong tanpa pamrih seperti Juna.


"Aku rasa, dia berbeda. tak seharusnya aku bersikap seperti ini padanya." gumam Hana mengingat semua pengorbanan Juna.


_________________####_________________


Di LaSally University, suasana pagi itu ramai dengan kedatangan para mahasiswa ataupun mahasiswi yang bersiap beraktivitas mengikuti segala pembelajaran.


Semua office boy dan office girl tengah merapikan ruangan dan mengepel lantainya sehingga semerbak harum parfum ruangan tercium dari segala penjuru ruangan.


Hana mengepel lantai dengan cepat. Ia mampu menyelesaikan dua ruangan kelas dalam waktu hanya 15 menit saja. Sungguh fantastis.


Setelah semua mahasiswa datang, Hana pun segera menyelesaikan aktivitasnya itu dan kembali ke ruangan office girl. Namun saat Hana berjalan, tiba-tiba langkah kakinya terhenti. Ia menatap ke arah Jendela dan melihat suasana pembelajaran yang tengah berlangsung bersama dosen yang tampak serius membimbing para mahasiswa itu belajar.


"Aku akan bekerja keras untuk bisa duduk di kursi belajar itu." gumam Hana sambil menatap mereka dengan sendu.


_________________####__________________


Di kantor Komisaris CeSt, pak Doni dan Juna tengah serius membahas Hana. Sesekali Juna menyeka keringatnya yang jatuh membasahi keningnya.


"Jadi tuan, Hana ini sebenarnya adalah mahasiswi di kampus permata bangsa angkatan 2011. Namun ia keluar secara tiba-tiba karena seluruh keluarganya meninggal karena kecelakaan. Ia tak melanjutkan studinya lagi." Ucap pak Doni dengan sedih.


"Begitu... aku baru mengerti bahwa semua ini membuat dirinya sangat sulit." ucap Juna merasakan kesedihan mendalam.


"Sebenarnya, anggota kepolisian yang menangani kasus kecelakaan ini juga menghilang di hari berikutnya secara misterius dan sampai kini, tidak diketahui keberadaannya. ini aneh sekali." ucap pak Doni serius.


"Hm... ada apa ini..." ucap Juna penuh dengan pertanyaan dan teka-teki.


"Haruskah kita melibatkan diri dalam penyelidikan ini tuan? saya bisa memanggil sahabat saya yang juga anggota kepolisian dari bagian khusus untuk menyelidiki kembali kasus ini." Ucap pak Doni secara terang-terangan pada Juna.


"Tidak usah. Aku yang akan turun tangan. Hana adalah hidupku. Maka aku yang akan bertanggung jawab terhadap hidupnya." Ucap Juna sangat berambisi dan matanya yang tajam itu menunjukkan kesungguhan dirinya.

__ADS_1


"Baiklah tuan, tapi saya berharap agar tuan tidak membahayakan diri sendiri. Saya akan tetap menjaga tuan dimanapun dan kapanpun dalam proses penyelidikan ini." ucap pak Doni berharap agar Juna mengerti maksudnya itu.


"Tentu." ucap Juna simpel.


__________________####________________


Jam makan siang pun akhirnya tiba. Semua beristirahat dan berbondong-bondong menuju kantin yang ada di lantai dasar kampus LaSally.


Hana berjalan sambil terus mengingat Juna. sesekali ia tersenyum dan memilih untuk memaafkan apa yang telah terjadi antara dirinya dan Juna di masa lalu.


Ia mendorong troli peralatan kebersihan yang siap digunakannya di kantin dan melakukan tugasnya seperti biasa.


"Apakah ia akan datang menemuiku sore ini? ataukah aku yang harus mendatanginya? aku harus meminta maaf atas kesalahpahaman itu." ucap Hana dengan suara yang kecil.


_________________####_________________


Juna berjalan diiringi oleh sekertaris pribadi, dan juga pak Doni menuju ruangan rapat.


"Sudahkah semua hadir siang ini? karena aku ingin semuanya berjalan tepat waktu. Aku harus pergi sore nanti." ujar Juna pada sekertarisnya itu.


"Baiklah. ayo kita selesaikan rapatnya." ucap Juna sangat berambisi.


Juna pun sampai di ruangan aula yang sangat luas. semua peralatan rapat telah disiapkan dan semua anggota perusahaan telah hadir seperti seluruh Direktur bagian dan juga para desainer kebanggaan CeSt.


"Mari kita mulai rapatnya! silakan moderator!" seru Juna dengan diiringi anggukan para anggota rapat itu.


Selama rapat berlangsung, sesekali Juna teringat dengan Hana. Seperti ada link yang menyatukan pemikiran Hana dan Juna. Juna pun memikirkan untuk meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi di masa lalu dengannya.


"Aku harus menyelesaikan kesalahpahaman ini. Aku akan membuktikan bahwa aku benar-benar menyayangi dirinya dan tidak bermaksud membohongi dirinya karena Handsomeness Hide ku." gumam Juna dengan serius dan menatap layar proyektor dengan tajam.


_________________####__________________


LaSally University tampak indah terlihat dari tengah kota di sore hari itu. Bangunannya yang artistik menambah nilai seni dan berkelas.


Sore itu juga aktivitas Hana selesai, dan seperti biasanya ia memilih secara diam-diam untuk mempelajari materi perkuliahan yang ia intip setiap hari dari luar jendela ketika semua staf dan mahasiswa kampus itu pulang.


Hana sedikit sulit berkonsentrasi, namun karena daya juangnya yang begitu tinggi, ia memilih untuk terus menulis dan menulis.

__ADS_1


Seseorang datang berjalan kaki menuju ruangan dimana Hana berada. Langkah kaki yang pelan dan nyaris tak bersuara. Orang misterius itu masuk ke kelas dan menghampiri Hana dengan langsung.


"Halo Hana..." ucap seorang pria muda yang ternyata adalah Juna. Juna menutupi dirinya dengan make up dan tampilan buruk rupa layaknya di masa lalu.


Hana tersentak. Ia menatap Juna dengan heran.


"Juna?"


"Ya... ini aku. Apakah kau masih mengenaliku?" ucap Juna tersenyum senang.


"Tentu." ucap Hana simpel dan membalas senyuman itu dengan tawa kecilnya.


Setelah pertemuan itu, Hana dan Juna memilih untuk duduk bersama di bangku kelas. mereka menatap ke arah luar jendela bersama-sama, memandangi jalanan yang sibuk dan padat di sekitar LaSally University.


"Kau suka berada disini?" tanya Juna ramah.


"Ya... ini adalah tempatku. Tempat dimana aku belajar dan merasakan kehidupan dibandingkan bekerja di toko sparepart itu." jawab Hana tersenyum.


"Hana... bolehkah aku bertanya sesuatu? ini mungkin sulit untukmu." ucap Juna sedikit grogi dan takut.


"Ya... tanyakan saja..." ucap Hana simpel.


"Apakah kau masih marah padaku karena aku berpenampilan seperti ini dihadapanmu?" tanya Juna serius


Mendengar hal itu Hana refleks menoleh. Ia tersenyum manis dan senang Juna bertanya hal itu.


"Aku tidak marah padamu... hanya saja, dulu aku memiliki kesulitan hidup karena orang tampan. Karena orang itu pula, aku hancur seperti ini. dan aku sedikit trauma dengan orang-orang tampan." ucap Hana jujur sambil menatap Juna seakan-akan menjelaskan semuanya.


"Siapa orang itu? kenapa membuat mu seperti ini?" ucap Juna terkejut.


"Dia adalah orang yang akan dijodohkan kepadaku. Orangtuaku mengenalnya dan akhirnya ia menipu kami semua... dan sampai saat keluargaku meninggal, dia menghilang." Ucap Hana lirih... matanya berkaca-kaca menahan tangis.


Melihat hal itu Juna sedih, ia berusaha menenangkan Hana dan menyemangatinya.


"Bisakah aku masuk dalam kehidupanmu dan membantumu menemukan keadilan?" ucap Juna serius dan menggenggam tangan Hana.


Hana terkejut melihat keseriusan Juna yang baru pertama kali dirasakannya. Ambisi dan amarah bercampur menjadi tekad yang tak dapat dibendung lagi oleh Juna.

__ADS_1


__ADS_2