Hantu Pemburu Janin.

Hantu Pemburu Janin.
Episode 01.


__ADS_3

Pagi pagi ini di Perkampungan marga layar, semua Warga sudah melakukan Aktifitasnya Masing masing


ada yang Kerja Berdagang juga ada yang Pekerja Sebagai Buruh. seperti saya ini hanya sekedar Penjual Pisang di Pasar perbatasan antar Kota,


Nama saya Zaki. dan suka di Panggil Jack, karena dengan jiri payahku. Alhamdulillaah aku sudah bisa membangun Rumah sendiri di Jalan kampung Marga layar ini, dan berencana akan Menikah dengan Wanita kota. yang Bernama Endang Asih, Endang Asih memang turunan kolomerat. bisa di sebut anak Juragan Pasar yang aku tempati ini.


seusai Beres membereskan Toko Pisang punyaku, akhirnya aku segera melangkah ke tempat Parkiran. karena sudah waktunya pulang, karena Waktu sudah menunjukkan pukul 16:30. tanpa Basa basi dengan penjaga Parkiran aku pun bergegas pulang mengendarai Motorku.


sesampainya di Rumah aku pun segera pergi melangkah ke dalam Kamar Mandi, untuk membersihkan diri. seusai itu aku langsung duduk santai di Sofa sambil menonton di layar Televisi, tak lama kemudian suara Ponselku berbunyi.


"hallo ada apa Rick?" tanyaku pada Erick di sambungan Telepon.


"...."


"oh iya siap, nanti Abis Maghrib aku akan kesana." seruku di Sambung telpon.


"..."


"yuu.. Wa'alaikum Salam," jawab Salamku sambil mengakhiri Obrolan dalam Sambungan telepon.


lalu aku pun segera bersiap siap, sambil menunggu Adzan Maghrib tiba... setelah aku sudah bersiap siap Adzan Maghrib pun terdengar telah Berkumandang.


dan aku pun segera mendahulukan ke wajibanku untuk menghadap yang Maha Pencipta, yaitu mengerjakan Sembahyang Maghrib.


seusai Beres melaksanakan Sembahyang Maghrib, aku pun segera melangkah pergi keluar. dan tak lupa aku juga memarkirkan Motorku di halaman depan Rumahku.

__ADS_1


Awan Tiba tiba mendung seakan bakal Turunnya Hujan, lalu aku pun mulai merasa Was was. karena takut Tiba tiba turun Hujan Besar di jalan, tapi aku pun mengabaikan apa yang ada dalam Fikiranku. yang akhirnya aku pun segera menaiki Motorku, dan memasukkan kunci Kontaknya lalu Kaki mulai menyelah Motorku. dan langsung pergi melaju,


di Tengah tengah Perjalanan terdengar suara Gledek yang sangat keras, dan di situ juga Hujan yang sangat Besar mulai Turun. dengan terpaksa aku pun segera pergi ke pinggir sambil masih mengendarai Motorku, lalu aku pun segera menghentikan Motorku di depan sebuah Warung kecil. dan aku pun segera turun dari Motorku dan menghampiri pemilik Warung di belakang Motorku,


"Permisi Pak... saya mau numpang berteduh dulu." sahutku meminta Izin,


"oh iya silahkan Nak..." jawab pemilik Warung itu singkat.


aku pun segera meraih Ponselku yang ada di balik saku Celana Depanku. dan mencari Kontak yang bernama Erick. seusai menemukan Kontak yang bertuliskan nama Erick, lalu aku segera menekan Tombol Hijau di layar Ponselku untuk memanggilnya,


dan ternyata tak ada Jaringan di atas layar Ponsel yang aku pegang ini, sudah beberapa kali aku Panggil tetap saja. tak ada Sambungan Teleponnya.


aku pun sangat merasa kesal, tadinya akan membantingkan Ponselku ini. tapi segera ku Urungkan karena aku baru sadar sedang di perhatikan oleh pemilik Warung, dan dengan terpaksa aku membeli Kopi Seduh dulu di Warung itu,


"Pak Tolong bikinin Kopi Pak?" ucapku sambil Duduk dan memesan Kopi,


tak lama kemudian Kopi yang aku pesan sudah ada di depanku, tepatnya di meja Warung yang sedang ku hadapi. dan di situ Tiba tiba suara Ponselku berbunyi,


"Hallo..." ucapku setelah menggeser Tombol Hijau di layar Ponselku.


"kamu lagi dimana sih, di telpon Memanggil Mulu. di Chat malah Ceklis satu?" kata Seorang Perempuan di Sambung telpon.


"oh ternyata kamu Sayang..." jawabku.


"ehh malah ngejawab gitu lagi, lagi ngapaing sih!" seru Endang Asih di Sambung telpon, agak terdengar Marah.

__ADS_1


"oh iyaa maaf, barusan nggak ada Jaringan Sayang. kan tahu ini lagi Hujan, yang mungkin Jaringannya lagi ke Dinginan Barangkali... dan memang sekarang ini aku lagi di luar Sayang, karena akan pergi ke Rumah si Erick." ucapku sambil menjelaskan,


"oh begitu rupanya, ya udah tunggu Reda dulu Hujannya. jangan sampai kamu Ujan ujanan Yaa... emang kamu sekarang Posisi lagi dimana itu? masa kamu mengendarai sambil Ujan ujanan?" tanya Asih panjang lebar,


"oh ya nggaklah... justru aku sedang Berteduh duluh di salah satu Warung Mang Mimin, di pinggir jalan Raya," jawabku Sambil melihat Tulisan yang terpampang di atas Warung.


"oh ya udah Hati hati aja di jalannya, dan aku minta maaf udah ngomong Ngegas sama kamu?" tanya Asih, dengan menyesali perkataanya barusan.


"iya Nggak Apa apa.. makasih Do'a dan Perhatiannya ya Sayang.." jawabku sambil mengakhiri Teleponnya,


setelah menunggu Hujan Reda Akhirnya Hujan sudah mulai mereda, lalu aku pun segera berdiri dan mengambil Dompet di Saku Celana Belakangku. karena mau mengambil Uang untuk membayar Kopi pada Pemilik Warung yang berada di hapanku ini, lalu aku pun memberikan selembar Uang senilai Rp 20.000 pada Pedagang itu.


"Kembaliannya Ambil saja Mang, Itung itung tanda Terima kasih saya Mang hehe.." ucapku sambil memberi Senyuman, pada pemilik Warung itu.


"aduhh makasih Banget atuh Kang ya, semoga Akang dapat Rezeki yang lebih dari Nilai yang di berikan pada saya Kang." timpal jawaban dari si Pemilik Warung itu mendo'akanku.


"amiin Makasih Banyak Do'a do'anya yang Mang, kalau begitu saya mohon Permisi" jawabku sambil berlalu menuju Motorku. dan segera kembali menyelahnya dengan Kakiku, setelah Mesin Motornya menyala. aku pun berlalu melajukannya.


Erick yang sedang menunggu dari tadi di teras Rumahnya, jadi merasa kesal karena sudah hampir Jam Delapan Malam aku belum sampai di kediamannya,


Erick pun sudah merasa pegal karena sudah hampir Dua Jam dia Duduk di Kursi Kayu di depan Rumahnya itu, tapi Erick merasa Aneh saat melihat kedepan pagar Rumahnya. tepat di dekat Pagar itu bertengger Pohon Pisang, Erick kaget saat melihat Sosok Perempuan Naik ke Atas Pohon Pisang dengan menggunakan kedua Telapak Kakinya,


Erick Beberapa kali mengedip ngedipkan kedua Bola Matanya, sambil mengucek nguceknya juga. tapi Tiba tiba Sosok itu menghilang dengan sekejap, tak lama kemudian aku pun baru sampai di depan pagar Rumahnya Erick.


"kenapa tuh Orang, ko melongo gitu..." ucapku sambil melihat ke Teras Rumah Erick dari balik Pagar Tralisnya.

__ADS_1


aku pun membunyikan klakson Beberapa kali, tapi Anehnya dia Tetap saja melongo dan tak berkedip sama sekali. lalu aku pun terpaksa membuka Pintu Pagar Rumahnya dengan diriku sendiri, setelah Pintu Pagar terbuka aku pun segera memasukan Motorku


__ADS_2