Hantu Pemburu Janin.

Hantu Pemburu Janin.
Episode 16.


__ADS_3

begitulah yang terdengar oleh kami semua melalui pengeras suara sound sistem di luar juga di dalam lingkup Madrasah.


Prov. Zaki.


setelah beres Pak Rw memberikan sambutan himbauan pada kami sebagai kaula Muda, untuk menjaga Nama baik sekitar. maka aku dan yang lainnya pun akan belajar Mematuhi himbauan itu.


setelah Pak Rw setempat melangkah menuju tempat Duduknya kembali. Ustadz Hasan lalu di persilahkan untuk duduk di Kursi tempat Mubaligh, untuk memberikan pencerahan dan Motivasi tentang Ibadah.


Ustadz Hasan memberikan Ceramah yang membuat kami Asyik menyimaknya. menceritakan tentang Sang Baginda Nabi Muhammad Saw. hingga dua jam kedepan.


Kiyai Anwar nampak tak nyaman Malam itu, beliau seperti merasakan sesuatu. kebetulan posisi Duduknya aku ada di belakang beliu, lalu Kiyai Anwar membagikan pandangannya pada sekitaran Madrasahnya itu. tak lama kemudian beliau permisi untuk ke belakang, lewat jalan pintas untuk keluar.


aku juga Tiba tiba penasaran, dan mengikutinya dari belakang, lalu aku memperhatikan Kiyai Anwar di garis Pintu Madrasah. arah pintu belakang itu. namun Kiyai Anwar rupanya sedang ke datangan tamu tak kasat mata. tiada lain selain Minati rupanya.


mataku meletot tercengang kaget, saat melihat bentuk Aslinya Minati itu. Wajah yang sangat buruk sekali, bahkan seperti ada luka bakar pada bagian kulit Wajahnya itu. tapi anehnya aku Tiba tiba ada perasaan Iba, ketika melihat Wajah buruknya itu.


Kiyai Anwar menatap tajam padanya, lalu berkata. "hey Minati, untuk apa kau datang ke wilayahku?" tanya Kiyai Anwar.


"hihihi... tenang dulu Kiyai Muda... ke datanganku kemari, hanya ingin mencari Mangsaku di sini Hihihi..." seru Minati sambil tertawa nyaring,


"kau jangan Coba coba untuk mengacau di wilayahku Minati..! aku tahu kau mencari Wanita yang sedang hamil di tempat ini, iyakan?" tanya Kiyai Anwar tegas.


"Hihihi... oh tebakanmu salah Kiyai Muda, tapi yang sedang ku cari sekarang adalah teman barumu itu. seorang Laki laki yang sedang memperhatikan di ambang pintu itu Hihi.." kata Minati datar.


aku kaget saat mendengar perkataan Minati barusan, Sosok jelek itu ternyata sedang mengincarku. aku mengepalkan kedua telapak tanganku. aku sudah muak melihat dan mendengar perkataannya itu, sesekali aku mencoba untuk melemparnya dengan sesuatu yang padat juga berat. tapi aku berkeyakinan bahwa Kiyai Anwar dapat mengusirnya,


"sekarang aku minta kau pergi, dan jangan berani memperlihatkan diri lagi di tempat ini!" seru Kiyai Anwar, bernada tinggi.


"kau sudah keterlaluan, sama seperti Kakekmu Sutardi. sering menghalangiku untuk berbuat sesuatu untuk meraih keinginanku, jangan salahkan aku kalau aku akan membubarkan acara ini!!" kata Minati yang mulai marah rupanya, lalu sudah bersiaga. dirinya akan mengeluarkan serangan untuke membubarkan acara ini.

__ADS_1


Kiyai Anwar dengan tenang sambil berdzikir itu, sudah mengerti apa yang akan di lakukan oleh Minati sekarang.


siuuhh.. siuuhh...


Angin mendadak kencang, dan Pepohonan di sekitar tempat itu mulai menggerak gerakan Batang Pohonnya dengan kencang...


bzzzz... Cetar..


suara geledek dan petir nampak terlihat jelas, Ustadz Hasan kaget. lalu menghentikan Ceramahnya, para Warga mulai ke takutan. hingga ke banyakan yang berlari meninggalkan tempat itu. Ustadz Hasan menaruh Miknya di Meja. lalu melangkahkan kakinya ingin menyusul keluar.


Ustadz Hasan lalu berdiri di sampingku yang Sama sama berdiri di garis Pintu. lalu aku dan Ustadz Hasan saling tatap, lalu Ustadz Hasan berkata.


"siapa Makhluk laknat itu.?" tanya Ustadz Hasan.


"dialah yang mebumingan Wilayah kita Pak Ustadz, dia Sosok yang suka mencuri Janin Orang orang di sini Ustadz." kataku menjelaskan pada Ustadz Hasan.


Ustadz Hasan langsung menatap tajam, tertuju pada Minati Sosok yang buruk rupa dan bergaun merah itu. lalu Ustadz melangkah pelan, tujuannya akan membantu Kiyai Anwar. sebisa mungkin.


sreeet... sreet...bussh!


Sutardi sudah membentangkan serangan itu, dengan berupa gulungan Cahaya warna Putih biru, menuju Minati yang sedang mendorong tenaga dalamnya. karena akan mendesak serangan Kiyai Anwar.


Sreet...sreet...


antara perisai sedang berlangsung beradu melalui telapak tangan Masing masing... Perisai yang keluarkan Minati memang sangat lumayan kuat, sehingga Kiyai Anwar hampir ke walahan. karena Cahaya berwarna Hitam ke merahan itu hampir menutup Perisai milik Kiyai Anwar.


tapi setelah itu ada Gulungan Bola yang menyerupai Cahaya yang di pentangkan oleh Kakek Sutardi, berhasil menghantam badan Minati...


seeng....buuuaarr...

__ADS_1


Gulungan Cahaya itu menabrak Minati dan Minati pun terbantingkannya Sambil menjerit. "aaa...!!" ciush.


jerit Minati lalu menghilang meninggalkan tempat itu, sedangkan Kiyai Anwar nampak meresa lega saat ini. karena sang pengacau Minati bisa di atasi, Ustadz Hasan pun lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya sambil berucap Hamdalah.


"Alhamdulillaah...!!" ucap Ustadz Hasan antusias,


Ustadz Hasan lalu melangkahkan kakinya menuju samping Kiyai Anwar. seusai Ustadz Hasan sampai di samping sebelah kanan Kiyai Anwar, beliau berucap lagi.


"Alhamdulillaah.. ternyata perlawananmu tak Sia sia Adikku, kamu bisa mengusir Makhluk yang menyeramkan itu." ucap Ustadz Hasan.


"iya betul Kang Hasan, aku juga merasa aneh. padahal tenagaku tadinya hampir saja terkuras, karena dorongan ke Kuatan Minati yang lumayan kuat. sehingga aku tadinya berpasrah saja, jika aku kalah... tapi Alhamdulillaah berkat pertolongan Alloh aku dan yang lainnya terselamatkan." sahut Kiyai Anwar, seolah dirinya berhasil mendapat dukungan besar dari Sang maha Pencipta.


Ustadz Hasan tersenyum gembira, menandakan ke mampuan Kiyai Anwar pantas di acungi jempol. karena bisa mengatasi musuh dengan baik, dan sangat penuh dengan ke tenangan.


"hehem.. Alhamdulillaah, bagulah kalau begitu Adikku. kamu pantas jadi seorang Tokoh yang kuat, dan mampu melindungi para Warga Adikku." timpal Ustadz Hasan, memberikan support pada Kiyai Anwar.


aku sedang memperhatikan percakapan mereka dari ke jauhan, ikut merasa bangga dan senang. dengan ke mampuan Kiyai Anwar yang sangat luar biasa, mampuh mengungguli Pertarungan barusan.


di Pagi Harinya...


seusai acara tadi malam, ke tambah ada gangguan dari Minati. sekarang di Pagi yang cerah ini nampak membuat diriku sangat gembira.


aku yang sedang memanaskan Mesin Motor di depan Rumah, sambil ngopi dan santai sebentar sebelum berangkat ke Pasar. Tiba tiba ada yang datang menuju padaku yang sedang mencicipi Gorengan ciri khas di Pagi hari.


"Assalamualaikum... lagi ngapain bro?" tanya Seseorang yang baru datang itu.


"Wa'alaikum salam.. hey Rick, gimana kabarmu sekarang?" jawab salamku, lalu menanyakan kabarnya.


"Alhamdulillaah Jack, aku sekarang sudah membaik. semenjak aku di Ruqyah kemaren oleh temen Bapakku, aku sekarang sudah normal kembali. ada yang bikin aku seneng, aku bisa mengikhlaskan Almh. Ibuku," kata Erick menerangkan semuanya,

__ADS_1


"syukurlah kalau begitu Rick, aku ikut meresa senang banget. melihat kamu sudah seperti biasa lagi, oh iya Bisnis kita jadinya gimana nih," ucapku sambil mengingatkan Erick tentang bisnis yang tertunda waktu itu.


__ADS_2