
saat sesuatu yang menjalar di bagian area Intimnya itu, sehingga terbelelak kedua Matanya. merasakan Sakit yang begitu sangat menyakitkan sekali,
"aaaa...!!" seru Wilah berteriak.
hingga membangunkan Roy, yang tidur membelakanginya itu. Cahaya Merah itu sudah menjalar ke area Perut Buncit Wilah.. Roy kaget dan langsung bangun dari tidurnya,
"kamu kenapa Mah?" tanya Roy pada Wilah,
"heeeh... sakit Paaah, peruku sakit sekali..!!" jawab Wilah dengan nada tinggi.
lalu Roy penasaran dan membuka selimut Bed cover yang menutupi Perut Buncit Istrinya itu, lalu di peganginya sambil berkata. "sebelah mana Mah... ko mendadak begini sih Mah" kata Roy, dengan tangan kanannya memegangi Perut Wilah.
Wilah tak dapat menjawabnya, malah kedua tangannya. malah menjambak Rambutnya sendiri, saking dirinya merasakan Sakit yang sangat hebat. Tito Anak Pertamanya pun baru saja memasuki Kamar kedua Orang tuanya itu. karena Tito terbangunkan oleh teriakan Ibunya barusan.
Tito Anak Pertama Roy dan Wilah itu baru berumur 14 tahun, dia sebentar lagi akan lulus SD. Tito kaget saat melihat keadaan Ibunya ke sakitan seperti itu.
"Ibu... Ibu kenapa Pah?" tanya Tito sambil melangkah mendekati Ibunya yang sedang meronta ronta, seperti Ikan yang ke kurangan Air.
"Papah juga tidak tahu to.. Tiba tiba saja Ibumu ke sakitan seperti ini," jawab Roy Papahnya Tito.
tak lama kemudian setelah Tito bertanya pada Roy Papahnya. Tiba tiba Wilah mengangkat blus Baju Merah yang dia kenakan itu, karena tak kuat menahan rasa Sakit di perutnya itu.
setelah Baju Blusnya terangkat ke atas, yang bagian bawahnya tertutup selimut, dan terlihat Perut Wilah mengeras dan terlihat Urat urat Perutnya seperti mau putus...
"Aaaaa..." jerit Wilah berbarengan dengan tanganku meraih Bayinya secara tak terlihat oleh mata mereka berdua.
__ADS_1
Perut Wilah meledak dan mengeluarkan banyak Darah, Roy dan Tito kaget. melihat keadaan Wilah meninggal dengan mengenaskan seperti itu.
di pagi harinya, di Perumahan Elite telah terjadi berita heboh dan menggiurkan para Wartawan, tentang kematian Wilah yang sangat aneh dan mengandung Misteri itu. membuat para Wartawan semakin bersemangat untuk mewawancarai keluarga di sana.
Zaki yang sedang bersantai dulu, sebelum pergi ke Pasar melihat berita di Tv. tentang tewasnya seorang Wanita Mudah yang sedang Hamil tua, telah tewas dengan keadaan tak lazim.
"Pemirsa.. telah terjadi ke anehan di Daerah Perumahan Elite. seorang Perempuan sekitaran usia 35 tahunan, telah terjadi ke anehan. beliau meninggal di kamarnya dengan keadaan tubuh di lumuri Darah. berikut cuplikannya" pembawa acara sedang membicarakan ke jadian di Perumahan Elite itu, di layar Tv milik Zaki.
Zaki mulai tak enak lagi perasaannya. karena Zaki sudah bisa menebak pelakunya, hingga ia pun mematikan layar Tvnya segera. lalu beranjak berdiri untuk pergi ke Pasar, karena usai pulang dari Pasar. Zaki akan menemui Kiyai Anwar, begitu kata Fikirnya.
Prov. Kiyai Anwar.
siang harinya, Kiyai Anwar sedang mengadakan Kerja bakti Warga. karena nanti malamnya akan ada acara Memperingati Maulid Nabi Saw. dari mulai Tokoh Agama, juga Tokoh Masyarakat. sedang berkumpul di halaman yang tak jauh dari Rumah Kiyai Anwar.
sedangkan para Warga mudanya sedang Bersih bersih di pelataran lapangan dan jalan, bersama para Santri. hingga pukul 11:00. kegiatan masih berlanjut, tak lama setelah mereka rehat sebentar. Bu RT yang sedang Hamil tua itu, memanggil kami. untuk mengisi perut mereka yang sedang bekerja Bakti.
aku yang di hapit oleh Pak Rt, juga Pak Kades. melangkah mengikuti yang lainnya juga.. baru saja dua langkah Kakiku berjalan, Zaki datang sambil berjalan Kaki mendekatiku.
"Assalamualaikum Kiyai...?" ucap salam Zaki sambil memberi salim pada ketiga Orang di hadapannya, termasuk aku.
"Wa'alaikum salam Warohmatulloh... Zaki, oh kebetulan sekali," kataku seusai menjawab salam Zaki.
"kebetulan apa ya? maksudnya Kiyai?" Zaki bertanya tanya padaku.
"oh sebentar, sebelum menjawab saya mau memperkenalkan dulu. ini Pak Rt wilayah kami, dan ini Bapak kita semua Pak Kades Sumarna." kataku sambil memperkenalkan mereka berdua satu Persatu.
__ADS_1
Zaki pun mulai berjabat tangan dengan mereka berdua, lalu bertanya lagi padaku. " naah sekarang Kiyai tinggal menjawab maksud Kiyai barusan?" tanya Zaki.
" ya sudah saya akan jawab, mengapa sekarang saya sedang sibuk kegiatan seperti apa yang kamu lihat. dan di Saksikan oleh para Tokoh tokoh di Daerah sini, karena nanti malam Insyaa Alloh akan ada Acara Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Zaki," kata Kiyai Anwar menjelaskan.
"oh begitu rupanya, pantesan pas saya Markirin Motor di lapangan. banyak Warga dan para Santri sedang Bersih bersih di sana." sahut Zaki,
"iya Zaki, Alhamdulillaah atas Izin Alloh.. saya sudah mendapat dukungan dari Warga dan Utamanya dari Tokoh Masyarakat, yang sudah berdiri Bapak Wilayah Kita Pak Kades Sumarna. bukan begitu Pak Kades," kataku sambil melirik Pak Kades.
"iya betul, seperti yang di katakan oleh Kiyai, saya sebagai kepala Desa. dan saya sangat salut atas ke Semangat Warga sini ingin mengadakan Kerja bakti gotong royong. apa lagi nanti malamnya akan adakan acara Religi, dengan itu saya merasa bangga pada Warga yang berantusias untuk membersihkan jalan, dan tempat lainnya." ucap Pak kades menjelaskan.
"pak, buruan yang lain nungguin tuh...!" seru Istri Pak Rt memanggil suaminya,
"oh iya mari Kiyai, dan nak siapa?" tanya Pak Rt. sambil mengajak kami untuk segera ikut bergabung dengan yang lainnya.
"oh Nama saya Zaki Pak." jawab Zaki.
seusai Zaki memperkenalkan dirinya. lalu ia pun mengikuti mereka bertiga, menuju Rumah Pak Rt. Pak Rt yang duluan melangkah menuju teras Rumahnya, nampak Warga lainnya sudah pada Duduk manis sambil memandangi makanan di depannya. seusai Pak Rt sampai lalu ikut gabung duduk dengan mereka yang sedang menunggu cukup lama.
aku, juga Pak Kades dan Zaki pun ikut gabung lalu segera memulai Memimpin Do'a sebelum Makan.
tak terasa waktu terus berputar. seiring alur jarum Jam dan perputaran Dunia, nampak Sinar Matahari pun sudah tergantikan dengan Terangnya rembulan dan Bintang bintang di langit biru menghitam itu,
Madrasah dan Mesjid Nurul Hidayah juga, sudah mulai terpenuhi dengan Warga yang berantusias menghadiri acara tersebut.
Ibu Rt yang nampak sedang sibuk menyiapkan hidangan makanan berat juga makanan ringan. hingga tak terasa tubuhnya sudah merasa lelah, karena Bu Rt sedang Hamil.
__ADS_1
di dalam Madrasah yang lebar dan luas itu, Pak Rw setempat sedang memberi sambutan. dan memberi himbauan untuk kaula muda sekarang, waspadai pergaulan juga jangan sering menghambaur hamburkan waktu Kerja dan Sekolah dengan bermain yang tak jelas.