
seusai pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, acara Ijab kabul pun telah di mulai. tanganku sudah di jabat oleh Pak penghulu.. setelah Ijab kabul di mulai, hingga usai dan belajar dengan lancar...
"bagaimana para Saksi...??" tanya Pak penghulu,
"Saaah..!!" seru para Saksi bersuara riang,
acara pun berjalan dengan lancar, dan seusai sungkeman. aku dan Indri sebagai pengantin sudah menduduki Kursi Pelaminan. tara Tamu, Sahabat, saudara, semuanya berjabat tangan mengucapkan selamat padaku dan Indri.
"selamat ya Bro, Akhirnya kamu married juga. semoga menjadi keluarga yang Sakinah yaa.." ucap Zaki, sambil merangkulku erat.
"Sama sama Bro, lu juga mesti nyusul.. dan semoga di percapat ketemu jodoh lu yang tepat," kataku sambil menjabat tangannya erat.
"okee.." sahut Zaki singkat.
seusai beres acara salaman, Zaki pun pamit untuk pulang. karena sudah sore dan Cuaca mendung saat itu, lalu Zaki pun melangkah menuju pintu keluar Gedung itu.
Prov. Zaki,
setelah aku sampai di depan pintu keluar, di situ aku berpapasan dengan Endang Asih. Endang Asih saat itu mengenakan Batik Coklat serta serasi dengan kerudung yang di kenakannya. aku pun takjub melihat raut muka yang sangat Cantik sekali.
"Aa..." sapa Endang Asih.
"ehh kamu rupanya, ko sendiri?" tanya balik dariku.
"yeeh, malah nanya gitu sih. aku sudah nggak mau jalan sama dia lagi A," jawabnya.
"loh, memangnya kenapa? apa Gara gara ke jadian tempo lalu?" tanyaku penasaran.
"ahh.. bukannya juga, tapi aku sengaja menjauhi dia," jawab Endang Asih.
"ohh.. begitu ya, memangnya alesan kamu apa? ko bisa nggak mau berjalan sama orang tajir!" seruku sambil agak cengengesan.
"plis deeh.. jangan bahas dia lagi, dan aku rela begini tuh demi kamu tahu.." jawabnya sambil melangkahkan kakinya, akan masuk Gedung.
__ADS_1
tapi langkahnya terhenti saat ku panggil dia.. "tungu.." ucapku.
lalu Endang Asih pun menolehku. aku Pun maju hanya selangkah, "aku juga masih sayang sama kamu," ucapku dan lalu pergi meninggalkannya.
Endang Asih hanya menatapku sambil tersenyum, lalu maju lagi melangkah ke depan menuju dalam gedung.
aku hanya bisa tersenyum kecil saja, karena aku yakin Om Rudi tetap saja tidak akan menerimaku berdampingan dengan Putrinya itu. lalu setelah itu pergi ke Parkiran, tapi di situ aku terhenti. karena aku datang kemari menggunakan Mobil, yang kendarai oleh Erwin.
lalu aku pun mencari di layar Ponsel, sebuah Aplikasi Ojek online. setelah aku memesannya. aku berjalan menuju pinggir jalan yang berada di depan Gedung itu, tak lama kemudian suara geledek pun terdengar. tanda Hujan akan mulai turun,
aku kembali melihat Aplikasi yang tertera di layar Ponselku, ternyata driver tak di respon. baru saja aku mau ngeklik akan mencari, Tiba tiba suara klakson berbunyi.
tidiid.. tid,
ternyata suara Klakson itu berasal dari Mobil yang di kendarai oleh Endang Asih. dan ia pun membuka kaca mobil bagian depannya, "loh ko kamu belum jauh rupanya," sahut Endang Asih.
"iya nih, nunggu Ojek online tapi nggak ada yang ngerespon." jawabku,
"ohhh... ya sudah sini bareng aku aja," kata Endang Asih menawariku.
"makanya aku nawarin kamu tuh, berarti nggak Apa apa Aa.." kata Endang Asih.
"ya sudah, kalau begitu oke deeh.." ucapku antusias.
lalu aku pun Duduk di sebelahnya, dan setelah sudah Duduk di dalam mobil Endang Asih. Mobil itu pun segera melaju, banyak Obrolan yang di bahas di dalam mobil itu. dari mulai ketemu dengan Daniel di Taman, hingga aku pun dengan terpaksa ke jadian yang menimpaku waktu kemarin kemarin.
Endang Asih menyimak semua ceritaku, sehingga membuatnya geram terhadap Daniel. karena semua yang di lakukan Daniel mesti di balas olehnya.
di Malam harinya, setelah aku sampai di Rumah. karena tadi sebelum aku pulang hendak dulu ke Rumah Erick mengambil Motorku, seusai dari sana aku pun pulang.
Hujan deras mulai turun, setelah aku tiba di Rumah... Tiba tiba Ponselku berbunyi, ternyata yang menelponku adalah Kiyai Anwar. "Assalamualaikum Kiyai..?" ucap Salamku, saat menjawab panggilan dari Teleponnya.
"wa'alaikum salam Jack, eehh.. maaf mengganggu, karena aku sedang ada perlu sama kamu." kata Kiyai Anwar.
__ADS_1
"ohh.. iya siap Kiyai, lagi pula saya nggak merasa terganngu ko. ini juga baru saja sampai Rumah," jelasku pada Kiyai Anwar.
" oh Syukurlaah kalau begitu mah, tapi kamu nggak ke ujanankan?" tanya Kiyai Anwar khawatir.
"Alhamdulillaah, untungnya nggak Kiyai.. ohh iya memangnya Kiyai ada ke perluan apa ya?" tanyaku.
"ohh iya, hampir saya lupa... tapi kalau bisa nanti setelah hujannya reda, bisakan kamu kemari?" tanya Kiyai Anwar, seusai menjawab pertanyaanku.
"Insyaa Alloh Kiyai, pasti saya akan ke sana tentunya." jawabku.
setelah ada ke sanggupan dariku telepon pun di akhiri, dan setelah itu aku pun segera mandi membersihkan diri. dan setelah beres Mandi lalu aku segera pergi ke dapur untuk memasak Nasi, karena ke betulan hari ini aku tak masak.
baru saja aku menyimpan tungku di atas kompor, Adzan Ashar pun berkumandang. ku urungkan terlebih dahulu, dan mendahulukan melaksanakan ke wajiban lima waktuku.
Malam hari sudah tiba, tapi belum terlalu malam sih. sekitaran Jam 21:00, karena semua sudah beres aku pun bergegas akan menemui Kiyai Anwar.
Prov. Kiyai Anwar,
malam itu sekitaran Jam sembilan lebih seprapat, aku sedang melaksanakan Sholat Hajat. rencananya ingin meminta petunjuk, apa benar di Wilayahnya telah gempar ada Sosok baru selain Minati. yaitu Genderewo desas desus ini sudah menyebar luas, maka dari itu aku ingin memastikan sendiri melalui Terawangan bathinku.
seusai beres Sholat, aku pun bersila dan memejamkan kedua mataku. sambil berdzikir dalam hati, lalu bayangan Bathinku menunjukkan sebuah tempat. Rumah megah nan Indah yang di hiasi Taman luas, ternyata semua harta yang mereka miliki adalah hasil dari pemujaan.
setelah itu aku juga membuka kedua mataku perlahan, dan merenung karena tak menyangka di wilayahnya ada Manusia sekeji itu. dan di situ pula ada yang mengetuk Pintu dari luar, sambil berucap salam.
tok tok tok.. tok tok,
"Assalamualaikum..?" ucap salam dari luar,
"Wa'alaikum salam Warohmatulloh.." jawab salamku, sambil beranjak berdiri.
dan pintu itu aku buka, " aahh ternyata kamu Jack, mari masuk." ajakku setelah tahu kalau mengetuk pintu adalah Zaki.
Zaki pun masuk, lalu ku persilahkan Duduk di tikar lebar. lalu aku pun sama ikut Duduk, "mau bikin Teh kamu Jack?" tanyaku lagi,
__ADS_1
"nggak usah Kiyai, saya dari tadi Minum terus."