
lalu Ibu Rossi pun merasa asa yang sakit di sekitar bunderan Perutnya yang sudah membuncit itu. Bu Rossi segera membuka kedua Matanya, lalu mengerang ke Sakitan.
"Pak, bangun Pak... Perut Ibu sakit sekali nih...!" seru Bu Rossi sambil merengek,
pak Burhan pun mulai melek, walaupun dirinya masih merasa ngantuk. " apa lagi sih Bu, kan tadinya juga kata Dokter Prita apa coba? Ibu hanya Kontraksi biasa..." Jawab Pak Burhan sambil membangunkan tubuhnya sendiri.
"tapi ini lain Pak, Perutku sakit Banget Pak..." seru Bu Rossi kembali, sambil mengerang ke Sakitan.
"ya sudah Bapak olesin Minyak Hangat dulu saja ya," kata Pak Burhan yang sudah membuka selimutnya. lalu keduanya Kakinya mulai menapaki lantai kamar, dan berdiri untuk segera pergi menuju kotak Obat. yang tak jauh dari Ranjang tempat Tidurnya, seusai mengambil minyak Hangat yang ada di kotak Obat itu. Pak Burhan kembali mendekati Bu Rossi lagi,
"mana sini biar Perutnya aku oleskan dengan Minyak Hangat ini," ucap Pak Burhan, Sambil membuka selimut dan pakaian bawah Bu Rossi. karena mau di usapin dengan Minyak hangat yang sedang Pak Burhan pegang.
setelah Pak Burhan membuka pakaian Bawah Bu Rossita, lalu mengusap Perutnya dengan Minyak Hangat yang sudah di bawanya barusan. tapi mendadak Perut Bu Rossi malah mengeluarkan Asap dan Darah. sehingga dirinya Kejang kejang, dan tak sadarkan diri.
"Bu... Bangun Bu..!!" seru Pak Burhan dengan peroman yang sedikit kaget, menggoyang goyangkan badan Bu Rossi yang sudah tak bernyawa lagi.
Pak Burhan segera berlari ke Ruang tengah, dan celengukan mencari bantuan. melihat ke teras luar ternyata Erick dan Zaki sudah tidak ada di sana. lalu segera Pak Burhan berlari kecil menuju kamar Erick,
sesampainya di depan pintu Kamar Erick... Pak Burhan segera mengetuk Pintu Kamar Erick,
"tok tok... tok tok..!!"
suara ketukan pintu yang di lakukan Pak Burhan,
tak lama kemudian, keluar Erick dari dalam Kamarnya.
"ada apa sih Pak, ini kan masih malem Pak... dan aku juga baru aja merem." kata Erick sambil Garuk garuk Rambutnya,
__ADS_1
"ma..maaf Rick, ta..tapi itu Rick..!" kata Pak Burhan terbata bata,
"iya itu apaan sih Pak?" tanya Erick yang mulai kesal.
"I..ibu Rick, Ibu..." ucap Pak Burhan yang masih Gugup.
"Ibu kenapa Pak!" seruku lantang, saking ikut kaget. setelah Pak Burhan menyebut Nama Ibunya,
"pokoknya ayo kita lihat saja Rick," kata Pak Burhan Sambil berbalik badan sebab akan melangkah menuju kamarnya kembali.
lalu Erick pun ikut mengejar dari belakang Pak Burhan, tak lama kemudian mereka berdua pun sampai di depan pintu Kamar Pak Burhan dan Bu Rossita. lalu keduanya pun memasuki Kamar yang sedang di pake oleh kedua Orangtuanya itu,
Erick kaget saat melihat keadaan Ibu Rossi yang sudah berlumuran darah di bagian Perutnya. dan sungguh membuat Erick tak percaya dengan ke jadian yang menimpa pada Ibunya itu,
Erick segera menghampiri Ibunya yang sudah tak Bernafas itu. dengan keadaan Bola Matanya masih terbuka, saking sebelumnya Bu Rossita tak tahan merasakan Rasa Sakit pada dirinya.
Pak Burhan pun ikut sedih melihat ke jadian yang membuat dirinya syok itu, apa lagi melihat Anak semata Wayangnya menangis histeris melihat keadaan Ibunya. kalau saja ke jadiannya tak seperti begini, pasti Pak Burhan akan mempunyai dua Turunan.
di Pagi Harinya.
semua Warga berdatangan ke Rumah Pak Burhan dan Erick, semua orang datang untuk mendo'akan Jenazah Almh. Bu Rossi.
dan aku datang bersama Asih menuju Rumah Erick, karena dapat kabar tadi Subuh dari Telpon Erick. kalau Bu Rossita telah Meninggal Dunia.
aku dan Asih pun segera masuk ke dalam Rumah Erick, aku juga ikut berduka melihat Erick tak Henti hentinya menangisi Jenazah yang ada di Sampingnya itu.
sedangkan Pak Burhan sedang mengobrol dengan Ustadz Subki, menjelaskan ke jadian Almh. dan sebabnya ia meninggal. terlihat raut Muka Pak Ustadz seperti kaget dan tak menyangka keluarga Pak Burhan juga jadi Korban Nyai Anjar Saketi sosok yang bergaun itu. begitu ya di dalam Fikir Ustadz Subki.
__ADS_1
tak lama kemudian Dokter Prita pun baru sampai bersama Suaminya, sama sama seorang Dokter juga. yaitu Bernama Dokter Hasan.
Dokter Prita mendekati Pak Burhan, yang baru Usai berbincang dengan Ustadz Subki. "Assalamualaikum Pak Burhan..." ucap Salam Dokter Prita dan Suaminya Dokter Hasan.
"Wa'alaikum Salam Dok." Jawab salam dari Pak Burhan.
"mohon maaf Pak, boleh saya bertanya?" tanya Dokter Prita.
"oh tentu silahkan Dok," jawab Pak Burhan sambil menunduk. karena mau mengusap Air Matanya yang terus menerus membasahi Pipinya.
"ko bisa ya Bu Rossi meninggal dengan begitu cepat seperti ini, memang Ajal tak ada yang tahu. tapi... mungkin ada sebabnya kan" usul dari Dokter Prita.
"haah... betul Dok, kematian adalah sebuah Rahasia yang Maha Kuasa. tapi saya juga heraan, dengan apa yang terjadi pada Istri saya. karena semalam Almh. Istri saya mengalami Sakit di Bagian Perutnya, yang sangat membuat dirinya tak bisa tenang. hingga Akhirnya...." Pak Burhan Sambil menari Nafas menjelaskan pada Dokter Prita. apa terjadi pada Istrinya itu, tapi Pak Burhan tak bisa meneruskan Perkataannya lagi. karena sangat Syok sekali jika mengingat ke jadian semalam.
Dokter Prita pun memaklumi mengapa Pak Burhan tak meneruskan Ceritanya, tapi Dokter Prita masih merasa heran dan tak Percaya apa yang terjadi pada Bu Rossita.
Dokter Prita saling berpandangan dengan Suaminya yang berada di Sampingnya itu. Dokter Hasan mengerti kalau Dokter Prita memberi Isyarat untuk segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Erick atau keluarga Duka.
Erick dan aku sedang mengobrol di Teras depan, karena aku juga pengen tahu keterangan tentang Bu Rossita. melalui lisan Anaknya langsung.
Erick menceritakan semuanya padaku, sehingga aku tak Percaya dengan apa yang Erick ceritakan. tapi mau tak mau, karena sudah terbukti kalau Bu Rossita sudah tiada dengan apa yang Erick ceritakan pasti ada benarnya, begitu dalam Fikiranku saat ini.
seusai Jenazah di Bungkuskan dengan Kain Kafan, Jenazah Almh. Bu Rossi lalu di bawa dengan menggunakan Keranda Mesjid Jamie terdekat. karena Jenazah akan di bawa dulu ke Mesjid sebelum di Semayamkan.
kami semua pelayat ikut mengiringi keluarga Duka menuju Mesjid Jamie yang tak jauh dari Rumah Erick dan Pak Burhan.
setelah Jenazah dan yang lainnya sampai di Mesjid Al-Hikmah. jenazah langsung di dahulukan untuk masuk ke dalam Masjid.
__ADS_1