Hantu Pemburu Janin.

Hantu Pemburu Janin.
Episode 26.


__ADS_3

Genderewo itu merasakan bahwa dirinya ada dalam bahaya. lalu ia pun mementangkan ke kuatan Bathinnya, untuk menyingkirkan Asap tebal berwarna Putih itu.


ciush... teeeng, krek!!!


perisai berwarna merah agak putih itu keluar, dari telapak tangan si Genderewo itu. saat Cahaya Perisai milik si Genderewo mengenai kabut asap tebal itu,


seeng.. ciush, duaar!!!


berbarlik arah pada dirinya sendiri, Dada si Genderewo itu terasa Sakit. akibat terkena serangannya sendiri yang memantul. tapi Tiba tiba ada Sosok Minati yang menghampirinya,


"hey, siapa kau? mengapa kau memamerkan ke kuatanmu di sini, hem?" tanya Minati,


"HAHA.. OH TERNYATA ADA MAKHLUK SESAMAKU DI SINI, HEY MAKHLUK JELEK. SUKA SUKA AKU DONG MAU NGAPA NGAPAIN JUGA...!!" seru si Genderewo itu pada Minati,


"oh berarti kamu cari perkara denganku kalau begitu..." sahut Minati, menantangnya.


"KAU FIKIR AKU TAKUT BERDUEL DENGANMU, MARI KITA BUKTIKAN! SIAPA YANG PALING UNGGUL DIANTARA KITA," seru si Genderewo itu.


sedangkan di Madrasahku, acara pun akan segera beres. karena waktu sudah menunjukkan pukul 22:00, aku pun sedang membacakan Do'a penutup. setelah Usai aku pun berterima kasih pada Warga yang berantusias.


"Alhamdulillaah... acara sudah kelar, semoga dengan Ikhtiar kita melalui Do'a kita semua. Ancaman, atau mara bahaya yang akan menimpah kita tadinya. semoga Alloh jauhkan." ucapku seusai berdo'a tadi,


"Amiin...!!!" seru semuanya, mengaminkan.


Prov. Minati,


aku sudah sekuat tenaga untuk menghadapi Genderewo itu. tapi tenaga si Genderewo itu memang luar biasa, hingga aku pun sudah mulai ke walahan.


seeng, siush.. brak,


aku Rubuh beberapa kali. dengan serangan si Genderewo itu, dengan terpaksa aku pun melarikan diri.


ciush...


aku pun menghilang dari tatapannya, dan aku sudah melayang jauh dari tempat tadi. dan aku pun merasa Aneh, saat melihat ke bawah. semua pedesaan terlihat di penuhi kabut Asap tebal, sehingga aku belum bisa menemukan Mangsaku.

__ADS_1


"kur*ng aj*r, perbuatan siapa lagi ini... mengapa semua wilayah ini, di penuhi Asap tebal seperti begini...!" seruku sambil menggerutu di udara,


dan aku pun memutuskan pergi ke tempat lain saja, meninggalkan kampung Marga layar.


Prov. Pak Mail,


aku sedang bermeditasi di dalam Gudang. tepat pukul 00:00, kemenyan pun sudah mengeluarkan Asapnya. namun Tiba tiba aku merasakan hawa panas di sekujur tubuhku,


"aaaa... panas sekali, apa yang terjadi dengan tubuhku ini...!!" seruku dalam hati, dengan Posisi kedua telatak tanganku menyembah seperti halnya Orang bertapa.


"INI AKU MAIL, AKU SEDANG MARAH BESAR.. KARENA ADA WARGA YANG MENGETAHUI KEBERADAANKU, MAKANYA AKU JUGA MESTI MERASAKAN. APA YANG AKU RASAKAN SAAT INI!!!" ucap si Genderewo melalui Bathinku.


"terus apa yang mesti saya lakuin dong!!" seruku dalam hati, yang sedang ke Bingungan..


"HAHA... MUDAH MAIL, KAU HARUS SEGERA MENIKAH LAGI. SUPAYA AKU BISA MENIKMATI ISTRIMU LAGI," kata Bathinnya, si Genderewo itu.


"baiklah kalau begitu, besok aku akan mengunjungi mantan Pacarku. karena dia masih berharap padaku," sahut Bathinku.


setelah bermeditasinya selesai, aku pun segera meninggalkan Gudang tua itu. lalu melangkah menuju Rumah, setelah aku masuk melalui pintu belakang. ternyata Purno mengagetkanku,


"aduh... kamu ngagetin Ayah saja," timpalku.


"lagian Malam malam begini Ayah abis dari mana Yah?" tanya Purno,


"eee... anu, Ayah Abis lihat yang ngeronda tadi di pos." jawabku berbohong,


"hah? tumben Ayah mau ngeronda, nggak biasanya." kata Purno, yang membuatku bingung lagi tuk mencari alasan.


"lagian Ayah ke sepian Nak, biasanya kan Ayah di temenin Ibumu." untungnya, aku punya alasan lagi.


"ohh gitu, ya sudah..." kata Purno lalu pergi masuk Kamarnya, karena tadi baru keluar dari dalam kamar Mandi.


"aduuhh, untung saja lidahku jago. busyeet pake banyak tanya segala tuh Anak," gerutuku sambil mengusap Dada.


hingga pagi harinya, aku sudah bersiap siap akan menemui Satiah. Mantan Pacarku dulu, tapi aku Gagal dalam berdandan. dengan terpaksa aku meminta bantuan sama Anakku Purno,

__ADS_1


"No.. dah bangun belum," kataku di depan pintu kamarnya.


lalu Purno pun membuka pintu kamarnya itu, "uaaaa... ada apa sih Yah, Pagi pagi begini udah manggil manggil." ucap Purno, setelah membuka pintunya,


"anu No, tolongin Ayah bisa nggak?" rengekku pada Purno,


"emang mau tolongin apa sih Yah?" tanya Purno, sambil Ngucek ngucek matanya.


"tolong Dandanin Ayah ya..." sahutku agak malu sedikit.


"hah? hahaha, emang Ayah mau ngapain pake mau di Dandanin segela...?" tanya Purno,


"alaah... anak Muda mau tahu urusan Orang tua saja," kataku. mengalihkan rasa maluku,


"yaa kan Purno juga bingung Yah, mau Dandanin model apa. dan kan nggak jelas Ayah ini mau kemana? lagian Pagi pagi begini udah sibuk Dandan, kayak anak cewek aja.." sahut Purno sambil tertawa kecil,


dan akhirnya pun aku mengaku akan menemui teman dulunya, seorang Wanita yang sudah menjanda. tapi Wanita yang bernama Satiah itu, ialah seorang Janda kaya. Pengusaha besar di wilayahnya,


seusai Purno beres mendandaniku. aku pun bergegas segera pergi ke suatu tempat Satiah Kerja, aku melangkah menuju depan Garasi Mobil. dan segera menaikinya, di hari Minggu yang cerah ini. aku harus bisa menemukan ke bahagiaanku lagi, meski pun nanti setelah menikah aku harus berpuasa lagi. tak melakukan hubungan layaknya Suami Istri, karena itu permintaan si Genderewo.


saat aku dalam perjalanan menuju tempat Kerjanya Satiah, mengapa aku membayangkan Almh Istriku Maya. "mengapa aku teringat terus sama maya ya?? padahal dia sudah pergi dari Dunia ini," gerutuku dalam hati.


"HAHA... MAIL, JANGAN KAU DENGARKAN APA KATA HATIMU ITU. INGAT KAU HARUS MENGOBATI KEKECEWAANKU MAIL!" seru si Gendrewo itu, walau pun dia tak menampakkan dirinya. tapi aku bisa mendengar suaranya,


"baiklah. aku harus fokus untuk bisa melupakannya, demimu junjunganku...!" seruku secara Tiba tiba berantusias,


aku lagi fokus menyetir. dan sambil membayangkan jika aku ketemu dengan Satiah, "aku yakin. kau bakal menerimaku lagi Sati," gerutuku lagi dalam hati.


tak terasa akhirnya aku telah sampai di Gedung perusahaan milik Satiah, aku pun kaget. melihat Gedung yang sangat Megah juga terlihat Gagah sekali, aku sangat kagum sama dia. karena kariernya bisa semelejit ini,


lalu aku di hampiri salah satu penjaga Gerbang gedung itu. "maaf ada perlu sama siapa ya?" tanya Satpam itu,


lalu aku pun keluar dari dalam Mobilku. "eeh, maaf juga saya sebelumnya. bisa bertemu dengan Bu Satia Rizkia?" kataku pada Satpam itu,


"ohh.. jadi Anda tamunya Bu Rizki?" sahut Satpam itu, Satiah ternyata di panggil Rizki. kalau di dalam kantornya itu,

__ADS_1


"naah iya betul.


__ADS_2