
"ke musibahan? maksudnya?" tanya Bapakku.
"tadi sore sekitaran Jam 5, aku di bawa oleh dua Orang tak aku kenal. dan dia memukul tengkukku dari belakang Om, hingga aku jatuh pingsan. tapi setelah aku sadar aku sudah disekap oleh kedua Orang itu, tapi Alhamdulillaah pertolongan Alloh menghampiriku.. naah jadi begitulah Om, Rick." kata Zaki menjelaskan semuanya,
"Astaghfirulloh... terus kamu nggak di Ngapa ngapain sama mereka kan Jack?" tanyaku yang sudah geram.
"Alhamdulillaah Rick, aku selamat dan tak di Apa apain oleh mereka. karena aku keburu tertolong.." jelas Zaki lagi,
"Syukurlah kalau begitu Nak Zaki, ya sudah kita masuk ke dalam saja yu.." ajak Bapakku pada kami berdua,
lalue kami berdua pun, ikut melangkah ke menuju ke dalam Rumah... dan di dalam Rumah pun kami bertiga melanjutkan percakapannya lagi, hingga tengah malam.
Prov. Kiyai Anwar,
di pemukiman tempat atau halaman yang tak jauh dari kediamanku. ada berita heboh, dan jelas terlihat ada Korban yang terluka di area P**snya.. hingga aku pun kaget saat melihat keadaan Korban, sangat mengerikan sekali.
tapi aku punya pirasat, pasti ini perbuatan Minati. karena ingin terus memperkuat tubuhnya, hanya dengan meminum Cairan ke p*rj*kaan seorang Pria..
"tolong jasadnya angkat dan naikan ke tandu terlebih dahulu." ucapku pada empat Orang warga, yang sedang Sama sama melihat Jenazah Korban.
lalu Jenazahnya pun di naikan dulu ke tandu, yang sudah di angkat oleh dua orang warga. Jenazah itu masih muda dan tampan, pantas saja Minati memangsanya.
lalu Jenazah itu di masukkan ke dalam Mobil Ambulance, hingga waktu petang. para Warga masih berkumpul di tempat itu, dan berinisiatif akan mengadakan Ronda.
"bagaimana menurut Kiyai tentang usul saya barusan?" tanya salah satu Warga padaku.
"yaa.. kalau menurut saya, ya baguslah Pak Rohman. tapi kalau bisa, jangan sambil bermain judi, atau di pakai yang nggak berfaedah. itu menurut saran dari saya gitu Pak Rohman." jawabku.
"Insyaa Alloh Kiyai, kalau soal itu. saya juga nggak akan membiarkannya terjadi Kiyai," ucap Pak Rohman, salah satu Warga itu.
__ADS_1
dan hingga Sore harinya, para Warga langsung membentuk jadwal Ronda. di antara para Warga Desa juga akan ikut serta,demi keamanan wilayah.
sampai Malam harinya, penduduk Desa sudah siap. akan merapat ke Rumah Pak Kades, yaitu akan meminta persetujuan para Tokoh Masyarakat. agar ada penanggung jawabnya.
setelah resmi mendapat persetujuan dari para Tokoh Masyarakat. akhirnya sudahlah mereka akan membangun Pos Ronda di setiap Wilayahnya, aku juga kebetulan ikut serta dalam Rapat itu.
dan seusai Rapat aku pun menyempatkan Menelpon Zaki, untuk memberitahunya. atas ke jadian pagi tadi.
tuut... tuut.. Tut.
suara Telpon memanggil, lalu Tiba tiba ada tulisan berdering. juga setelah tak lama berdering Zaki pun menjawab panggilanku, melalui Sambung telpon.
"Assalamualaikum Kiyai?" tanya Zaki, setelah menjawab Telepon dariku.
"Wa'alaikum Salam Jack, maaf ganggu!" seruku, setelah menjawab salam darinya.
"ahhk nggak ko Kiyai, memangnya ada apa Kiyai" tanya Zaki.
"ohhh jadi begitu ya Kiyai, gila bener tuh Setan ya!! nggak ada Kapok kapoknya. dan apa hasil Rapatnya Kiyai? ya maksudnya bagaimana tanggapan Pak Kades dan Tokoh Masyarakat yang lainnya?" tanya Zaki bertubi tubi,
"kalau kamu ada waktu, dan itu pun tak merasa terganggu.. bisa nggak malam ini ke Rumahku?" tanyaku setelah menjawab pertanyaan dari Zaki.
"Insyaa Alloh bisa Kiyai, dan tenang saja Kiyai. aku nggak merasa terganggu ko, baiklah aku akan segera ke sana..." jawab Zaki,
"baiklah kalau begitu, Terima kasih sebelumnya Jack. saya tunggu.. Assalamualaikum" sahutku, dan mengucapkan Salam. tanda mengakhiri sambungan teleponnya.
dan malam itu juga aku berpamitan pada Pak Kades, dan semua yang ada di sana... hingga tak terasa aku sudah sampai di Rumah, dan setelah aku memasukkan kunci pada lubang pintu. terdengar dari ke jauhan suara Motor Zaki, menuju kemari.
ternyata benar suara Motor itu adalah dia.. Zaki sendiri sudah menepikan Motornya, dengan pohon mangga sebrang Rumahku. lalu Zaki pun turun dan mendekatiku.
__ADS_1
"Assalamualaikum Kiyai...!!" seru Zaki, sambil berucap salam,
"Wa'alaikum Salam Jack, cepet banget.. ngebut ya hehe.." kataku sambil memberinya senyum, tanda hormat.
"iya Kiyai, soalnya saya penasaran. sama cerita tadi di telpon, makanya saya jadi ngebut." sahut Zaki.
"oh jadi begitu rupanya, ya sudah kita bicaranya di dalam saja yuk..." ucapku sambil mengajak Zaki, untuk masuk ke dalam Rumah.
Zaki pun melangkah mengikutiku dari belakang, hingga masuk ke dalam Rumah, aku pun menyuruhnya untuk Duduk. lalu Zaki pun menurutinya untuk Duduk, aku pun lalu pergi dulu ke dapur untuk menyiapkan Kopi panas untuknya, juga untukku.
tak lama kemudian aku pun membawakan dua Gelas Kopi panas, dan dua toples berisi cemilan ringan. "naah kita Ngobrolnya sambil ngopi Jack, biar Nikmat iyakan?" tanyaku sambil duduk berhadapan dengannya.
"aduh jadi ngerepotin Kiyai nih!!" seru Zaki, agak sungkan.
"ahh nggak ko Jack, ya udah silahkan Cicipi dulu kue sama Kopinya Jack.. maaf belum ada cemilan berat nih Jack," ucapku pada Zaki,
"nggak Apa apa Kiyai, segini juga saya sangat berterima kasih banget atas Jamuannya.." sahut Zaki, sambil membuka Tutup toples yang berisi Cemilan ringan itu.
"ohh iya Jack, jadi menurutmu bagaimana. jika kita bergabung untuk membantu Warga.." kataku, yang memulai obrolan dan melanjutkan sambungan tadi dalam telpon.
"yaa, menurut saya, saya setuju setuju saja Kiyai.. tapi kalau untuk saat ini sepertinya aku belum bisa ikut gabung dulu Kiyai, karena saya mau ikut mengantarkan Sahabat saya Menikah besok pagi." jelas dari Zaki.
"Alhamdulillaah.. kalau kamu mau ikut serta dengan Warga kami Jack, Yaa kalau soal itu tidak Apa apa Jack. lagian ini kan acaranya membantu, jadi yaa.. sebisa kamu saja gitu," kataku pada Zaki.
kami berdua pun mengobrol di Rumahku hingga Jam sembilan malam, karena Zaki merasa sangat ke lelahan. makanya Zaki berpamitan padaku untu pulang, karena Zaki perlu Istirahat. karena nanti setelah Sholat Subuh akan berangkat dengan Teman temannya mengantar Erick Menikah.
Zaki akhirnya pulang dari Rumahku, dan aku pun segera ke Mesjid untuk mengerjakan Sholat Isyaa.. karena ke tinggalan berjama'ah,
Prov. Minati,
__ADS_1
aku sekarang sudah sangat bergairah dan terasa ringan sekujur badanku, karena aku sudah menyerap ke P*rj*k**n 6 pemuda sekaligus. kini saatnya mencari mangsa janin lagi.