Hantu Pemburu Janin.

Hantu Pemburu Janin.
Episode 20.


__ADS_3

lalu Adam datang menyusul, sambil menyerbungkan Asap Rokoknya. "hey, kalau elu mau bebas.. elu harus jauhin Endang Asih... dan kalau tidak, maka nyawa elu taruhannya, paham!" seru Adam agak tinggi nadanya,


aku hanya diam dan menatap Adam juga Riki, lalu mereka berdua Sama sama juga memperhatikanmu. dan mengangkat daguku, di antaranya Adam. " kasihan sekali, seorang Pria Miskin kaya Elu bermimpi mengingingkan Cinderella. hahah.. hahaha!!" seru Adam sangat Puas mengejekku.


"bukan hanya itu bro, tapi dia terlalu bau kalau berdekatan dengan Cinderella.. makanya jangan so ganteng lu hahaha..." timpal Riki, yang Ikut ikutan menggema menghinaku.


"yaa Alloh, engkaulah maha segalanya.. sekaligus pelindung hidupku, Hamba mohon berilah Hamba Pertolonganmu." hatiku berdo'a pada yang Maha kuasa.


"ko aneh ya Bro, Tiba tiba bulu punduk gua jadi merinding kaya gini ya..." kata Riki sambil mengusap usap pundaknya.


"hehehe.. ahh elu mah terlalu sering baca Novel horor kali, makanya masuk angin juga di bawa horor hehe.." adam malah mentertawakannya,


ternyata apa yang sedang di rasakan oleh Riki benar, di sudut Pintu Tiba tiba ada Bayangan Merah yang gerakannya sangat cepat.


seet... set, set,


Bayangan Minati datang menghampiri Adam dan Riki, Adam pun Tiba tiba merasakan hal yang sama. tapi Adam tetap tak memperlihatkan dirinya takut,


aku tentunya sudah tahu, jika Sosok Bayangan barusan adalah Minati. tapi aku tetap merasa itu adalah Pertolongan dari yang Maha kuasa, tapi melalui Pelantara Minati.


colek..


kuping Adam Tiba tiba ada yang mencoleknya dari belakang, lalu Adam segera meliriknya ke belakang. namun tak ada siapa pun di sana, kecuali mereka bertiga.


"heeh Rik, lu jangan Nakut nakutin gue yee..!" seru Adam menuduh Riki


"enak aje.. emang gue dari tadi diem di sini coba, masa jauh jauh banget tangan gue nakut nakutin Elu sih bro," kata Riki.


"ya sudah lebih baik, kita abaikan saja.. mungkin itu hanya lalat atau Nyamuk kali," ucap Adam, mencoba membuyarkan rasa takutnya.


setelah Beberapa saat kemudian. Minati menampakan wujudnya.."hihihi... Dasar para penjahat pengecut, aku colek aja udah ke takutan kaya gitu hihihi.." sahut Minati pas berada di belakangnya Adam.


"si..siapa l, lu?" tanya Riki gagap.

__ADS_1


"hey, Setan.. ngapain Elu ngikut campur urusan kami hem!" seru Adam memberanikan dirinya,


"terserah aku, mau ngapain juga.. lagian kau sudah melukai Mangsaku, makanya kalian berdua akan aku hukum!" seru Minati, yang otomatis membuatku kaget.


"Mangsa lu??" tanya Adam sambil garuk kepala yang tak gatal.


tanpa Basa basi lagi, Minati mengangkat Adam dan Riki. dengan telunjuknya, sehingga keduanya terangkat ke atas hingga atap Ruangan itu.


"Aa..mpun Tan, ampp..un, jangan sakiti kami Tan." kata Riki memohon,


"iya benar, kalau begitu bawa saja Orang ini pergi buruan.." sahut Adam, menyerahkanku.


setelah Adam mengizinkan untuk membebaskanku, lalu Minati membiarkan mereka berdua jatuh ke lantai.


bruk..


keduanya terjatuh saling tindih, Adam yang tertindih badan Riki.. walau pun kecil, tapi badan Riki berisi. maka Adam mengerang ke Sakitan,


Minati Cekikikan metertawan mereka berdua, tak lama kemudian Minati melepaskan semua tali yang mengikatku. dan Minati pun mengusir mereka berdua,


"tunggu apa lagi, cepat Pergi..!!" seru Minati mengusir mereka, dengan telunjuknya mengarah ke garis Pintu.


mereka berdua pun lalu berlari, hingga jauh meninggalkan aku dan Minati. "terima kasih Minati, kamu telah menolongku." ucapku pada Minati.


"hihihi.. tidak cukup dengan kata terima kasih Zaki, Hihi... kau harus menyerahkan ke perj*k**nmu untukku hihi...!" seru Minati dengan tawa Nyaringnya.


"yaa Alloh, maaf Minati. kalau soal itu aku tidak bisa memberikannya.. dengan ucapan tersebut menurutku sudah cukup," sahutku.


"hey, Zaki.. kalau saja aku tidak menolongmu. mungkin saja kedua Orang itu akan membulimu, dan kau berani menolak keinginanku. awas saja Zaki!" seru Minati, yang akan menyerangku dengan gerakan tangannya.


tapi aku mencoba untuk tenang dan berdo'a, memohon perlindungan dari Alloh Swt. aku mencoba membaca Ayat ayat Suci, yang aku hapal.


Minati mulai melakukan gerakan tangan sebelahnya, untuk menyeretku supaya mendekat padanya. tapi entah ke kuatan dari mana, Tiba tiba saja badan Minati terpental. hingga terjatuh pada dinding.

__ADS_1


"kurang aj*r.. siapa yang berani ikut campur urusanku heeh!!" seru Minati, dia sangat marah. karena ada yang memotong ke kuatannya.


"hehehe... Minati.. minati, nggak ada Kapok kapoknya kamu ya, hehehe.." kata Seseorang yang Tiba tiba saja datang.


"ternyata kau lagi Sutardi, hem.. kau sudah dua kali menggagalkan rencanaku Sutardi. awas saja aku bakal bikin perhitungan denganmu nanti!" seru Minati, dan lalu pergi meninggalkan kami berdua.


ciussh...


Minati menghilang menembus dinding gudang kosong itu. sedangkan Kakek Sutardi mendekatiku lalu berucap. "hehe.. cepatlah tinggalkan tempat ini, dan segera temui Sahabatmu yang sedang menunggumu Zaki." ucap Kakek Sutardi.


"baik Kek, saya sangat berterima kasih pada Kakek. karena sudah membantu saya Kek," timpalku berucap terima kasih.


"sudahlah jangan di fikirkan, yang jelas dirimu sudah selamat Zaki. tuhh Motormu udah aku bawa kemari, cepat pakailah.. hehe!" seru si Kakek Sutardi.


aku pun lalu langsung melangkahkan Kakiku untuk segera keluar, dengan meninggalkan Kakek Sutardi di dalam. setelah aku sudah sampai di luar gudang kosong itu, ternyata benar Motorku sudah berada di hadapanku.


aku pun langsung menaikinya, dan kebetulan juga kunci kontak Motorku ada di Saku celanaku. setelah aku masukan Kuncinya ke dalam lubang Kunci kontak Motorku, segera aku menyalakannya. hingga motorku yang ku tunggangi itu melesat maju menuju kediaman Erick.


Prov. Erick,


acara di Rumahku akhirnya beres juga... para Tamu satu persatu sudah mulai pada meninggalkan Rumahku, aku dan Bapak sedang membagikan bingkisan yang buat di bawa pulang ke Rumah, sebagai buah tangan nanti jika sudah di Rumahnya masing masing.


tak lama kemudian, seusai para Tamu Undangan sudah pada meninggalkan Rumahku semuanya. Tiba tiba suara Motor yang aku kenal datang menuju kemari. ternyata benar dugaanku itu adalah Zaki.


Zaki pun akhirnya sampai di depan halaman Rumahku, aku dan Bapak saling tatap. lalu melangkah untuk menghampirinya, Zaki sendiri baru turun dari Motornya. lalu berucap Salam,


"Assamualaikum...?" ucap salam dari Zaki,


"Wa'alaikum salam..!!" seru jawaban salam bersama, antara aku dan Bapak.


"abis dari mana dulu kamu Jack? aku telpon nggak di jawab, di kirim Pesan nggak di bales juga?" tanyaku bertubi tubi.


"sory Rick, Om. aku tadi ke musibahan!" seru Zaki. yang membuatku dan Bapak kaget.

__ADS_1


__ADS_2