Hantu Pemburu Janin.

Hantu Pemburu Janin.
Episode 17.


__ADS_3

"oh jelas di lanjutin dong Jack, tapi nanti dulu Jack..." sahut Erick sambil membuka sleting tas yang dia bawa dari tadi,


seusai di ambil dari dalam tasnya, ternyata itu adalah Kartu Undangan Erick rupanya. dan Erick pun memberikannya langsung padaku, "nih... entar kamu hadir ya, awas kalau sampai nggak hadir.. gua tabok tahu rasa Lo.." kata Erick lagi sembari memberikan Kartu Undangannya padaku.


"santai, entar aku pasti datang menghadirinya Rick. Syukurlah akhirnya kamu jadi nih Nikah," ucapku.


"Alhamdulillaah Jack, karena ini sudah di tetapkan oleh yang Maha Kuasa. makanya aku sudah siap untuk melaksanakan Acara Pernikahanku. lokasinya udah aku tulis di kartu ya," kata Erick dengan muka cerahnya.


sedangkan di tempat lain....


Prov. Endang Asih,


aku sedang berjalan santai di taman, sambil menjemur Badan di sekitaran jalan Komplek. tapi di sampingku bukanlah Seseorang yang ku inginkan, aku berharap yang menemani jalan Pagiku ini adalah Zaki. tapi ini malah Daniel, Pria yang aku tak inginkan.


Daniel sendiri berusaha terus supaya aku semakin Cinta sama dia, tetapi itu semua tak bisa dengan semudah itu. Cintaku hanya untuk Zaki Seorang, setelah kami berdua sampai di Kursi Taman. Daniel menyuruhku untuk Duduk sebentar,


"Sayang, gimana kalau kita rehat dulu di sana?" tanya Daniel padaku.


"Sayang?? apa aku nggak salah dengar? jangan terbiasa menyebutku seperti itu ya, aku Jijik tahu nggak." kataku ketus,


Daniel malah tersenyum sambil menatapku, lalu kemudian menduduki Kursi ukuran panjang di tengah Taman itu. " hey, sudahlah terima saja aku Endang. lagian, aku kurang apa coba." ucapan Daniel dengan menyombongkan dirinya. di hadapanku,


"oh, kamu itu Kurang aj*r tahu nggak, kamu sudah memutuskan hubunganku dengan Pria yang aku sukai," jelasku pada Daniel.


"alaah.. cuman Gara gara Cowok kaya gitu aja kamu sampai segitunya ke Aku Hem." sahut Daniel, sambil mencolek Daguku. yang kebutulan baru saja aku Duduk di sampingnya,


"heh. dengar Baik baik ya, jangan berani menghina Pria pilihanku itu. walau pun dia hanya seorang Pedagang, tapi tak sesebrono kaya kamu tahu nggak. tak pernah Sombong, dan selalu ada di saat aku membutuhkannya. dan ingat.. aku tak bisa memilih Seorang Pria dari ke Kayaannya, paham Anda?" kataku sambil beranjak berdiri, dan melangkah akan meninggalkannya,

__ADS_1


tapi Daniel Tiba tiba menarik tanganku dari belakang, dan mendekatkan wajahnya. ini gawat ternyata Daniel akan berbuat sesuatu yang tak beres sepertinya, begitu yang aku Fikirkan.


tapi baru saja Daniel akan, memaksaku untuk beradu Bibir dengannya. namun Tiba tiba ada yang datang, dan menolongku...


"Apa apaan kamu Daniel..!" seru Orang itu, yang baru saja datang.


Daniel dan juga aku sendiri melihat Orang itu, Daniel langsung marah terhadap Orang baru saja datang itu, "oh.. ternyata kamu Orang Miskin yang tidak tahu diri...!" seru Daniel marah besar rupanya.


"Aa...!!" seruku juga, sambil melangkahkan kakiku untuk mendekatinya segera. lalu berdiri di dekatnya.


"Endang kamu ngapain melakukan hal itu di tempat terbuka seperti ini?" tanya Zaki, dan ternyata Seseorang yang menghentikan Daniel itu adalah Zaki.


"aku di paksa dia A, justru aku tidak mau dengan dia..!!" seruku antusias, karena saking tidak ingin berduaan dengan Daniel.


"heh, Laki laki yang so jadi Pahlawan. jangan kira kau bisa menang dariku, karena aku bisa membuat hidupmu tak nyaman. asal kau tahu aku Orang yang tak berbelas kasih, jika pada Seseorang yang suka mengkuti campur urusanku.." sahut Daniel lantang sekali.


"baiklah jika kau perlu bukti dariku...!" seru Daniel, yang Tiba tiba berlari kecil, dan mengepalkan tangan sebelah kanannya,


syuut...


tangan kanan yang di kepalkan Daniel itu lalu menyerang dan mengarah pada wajah Zaki, tapi untung saja Zaki mampu dengan cepat menghindarinya.


gilek...


tubuh Zaki agak miring sedikit, karena hanya untuk menghindari pukulan Daniel itu. tapi sayang sekali, bagian Iga Zaki tak terjaga. hingga Daniel bisa memasukan Kakinya, mengenai Iganya Zaki.


duk.. jembrodd...

__ADS_1


suara Kaki Daniel yang mengenai tulang Iganya Zaki, Zaki pun terdorong ke belakang sekitaran tiga langkah.. lalu meringis sambil memegang bagian tulang Iganya itu.


aku pun menutup mulutku dengan kedua tanganku, saking kagetnya melihat Zaki terkena serangan Daniel. tapi Zaki tak menyerah begitu saja. lalu ia pun kembali menegakkan tubuhnya, dan menatap serius pada Daniel.


"Hahaha... apa aku bilang, kau hanya punya Mulut saja yang besar. tapi buktinya kau sama sekali tak bisa menghindari seranganku barusan, hahaha...!" seru Daniel sambil metertawakan Zaki.


"cukup Daniel..!! aku tak bisa memaafkan perlakuanmu itu!" seruku marah pada Daniel.


"heh, aku fikir kamu itu Wanita Baik baik Endang. ternyata kau adalah Budak Cinta yang di Butakan oleh dia..! dan tidak tahu apa itu Cinta yang membuat hatimu itu bahagia Endang.." kata Daniel, bernada tinggi. karena di dalam hatinya Daniel. dia pun tak mau di hina dirinya oleh seorang Wanita.


"jangan menganggap diri anda paling sempurna, katakan saja kau sudah tak terima dengan perkataan Endang barusan, kan?" tanya Zaki ketus.


"diam kau Orang miskin!! aku tidak akan membuatmu merasa nyaman dalam hidupmu. ingatkan itu!!" seru Daniel, seusai menjawab pertanyaan dari Zaki barusan.


Daniel pun pergi, dia sangat terasa sakit hatinya. dan baru pertama kalinya Daniel terhinakan oleh Wanita. setelah Daniel sudah pergi menjauh, aku melirik Zaki yang sedang mengusap keringatnya. karena sudah merasa ke capean, tadi berkelahi dengan Daniel.


aku menyodorkan Sapu tangan yang biasa aku bawa, setelah aku menghampirinya. Zaki juga lalu meraihnya sambil kedua matanya menatapku.


"terima kasih." kata Zaki Pendek, sambil meraih Sapu tangan warna Putih milikku.


"justru aku yang harus berterima kasih padamu A, kalau kamu terlambat datang. mungkin aku sudah jadi Wanita ****** di Pagi pagi begini," kataku sambil meraba raba pundak, hingga kedua sikutku.


"ssst.. jangan berkata seperti itu Endang, mungkin ini sudah takdir dari yang Maha kuasa. kita bisa bertemu di sini, dan beliaulah yang menolongmu dari gangguan tadi Endang." sahut Zaki, sambil menutup Bibirku dengan telunjuknya.


aku hanya tersenyum dan menangisi rasa bersalah pada Zaki, karena ayahku hubungan kita terhalangi. dan Ayah sudah di butakan oleh Harta. sehingga tak perduli bagaimana karakter aslinya Daniel.


"oh iya maaf aku hampir lupa, aku ke sini hanya mau mengantar Titipan dari Erick." kata Zaki sambil memberikan kartu Undangan padaku.

__ADS_1


__ADS_2