Hantu Pemburu Janin.

Hantu Pemburu Janin.
Episode 02.


__ADS_3

setelah Motorku menepi depan mukanya Erick, ternyata suara Motorku pun tak di hiraukannya. hingga diriku pun menggeleng gelengkan kepala, sebab merasa Aneh dengan Pandangan temanku Erick.


"Assalamualaikum... woi!!! Rick, hei"ucapku di hadapan dirinya,


dan Aneh sekali Erick masih berdiri mematung, juga tak mendengar ucapan Salamku. aku pun dengan terpaksa menepuk pundaknya Erick, hingga Akhirnya dia pun tercengang kaget.


"Astaghfirullah... hah.. hah.." ucapnya sambil terengah engah,


"kamu kenapa Rick, ko aku datang kamu malah mematung kaya gitu sih? kamu kenapa hei?" aku pun bertanya karena penasaran.


"ohhh sorry Jack, tadi... a, aku melihat sekelebat Sosok Cewek pake Gaun kaya gitu, menaiki Batang Pohon Pisang dengan telapak Kakinya, setelah itu Tiba tiba aku kaya di bawa ke Daerah yang Asing Jack haah.." kata Erick menjelaskan kepadaku.


"ahh kamu suka berhalu Mulu, mana Mungkin di Sore begini ada yang kaya gituan Rick." sahutku sambil melangkah menuju Kursi Kayu milik Erick,


Erick pun ikut menuju Kursi Kayu juga, dan Duduk berhadapan dengan diriku. lalu berkata,


"aku serius Jack tak berhalu, bahkan aku tuh awalnya kesal nungguin kamu yang Rese dan lelet banget datangnya tahu nggak!" serunya sambil berdecak kesal.


"ohh begitu, ya udah aku juga minta maaf... soalnya tadi aku berteduh dulu di pinggir jalan tak jauh dari sini, nah setelah itu aku menghubungi kamu Tiba tiba Jaringannya ngilang. ya jadinya aku belum sempet Ngabarin kamu, gitu Rick." kataku menjelaskan pada Erick,


"oh kaya gitu ya, ya udah aku maafin. nah sekarang kita ngobrolin tentang Bisnis kita... tapi nggak enak kalau nggak sambil Ngopi ya nggak?"tanya dia padaku.


"hehehe.. udah nggak usah bikin Kopi Rick, tapi kalau kamu ya udah kamu aja, karena Aku sebelum ke sini sempet Ngopi dulu di Warung Pinggir jalan." jawabku,


"ohh ya udah mending aku ngambil cemilan dulu di dalam, sambil ngobrol biar Asyik.." kata Erick sambil beranjak berdiri,


lalu melangkah masuk ke dalam Rumahnya untuk mengambil Cemilan yang di sebutkan barusan. lalu aku pun mengambil Ponselku di dalam Saku Celana dalamku,


begitu aku menyalakan layar Ponselku yang awalnya Redup, ternyata banyak pesan Masuk dari Endang Asih tentunya.

__ADS_1


lalu Aku pun membacanya satu persatu,


📱Esih " udah nyampe belum?


"ko nggak ada balesan,"


Banyak lagi Chattannya yang lainnya..


baru saja aku mau membalas salah satu Chattannya Asih, Tiba tiba aku mengurungkannya karena keburu Erick datang membawa Nampan dengan di atasnya ada Air Putih Hangat dan Cemilannya juga.


"nih sok di Cicipi dulu Jack, biar mantaap hehe.." kata Erick sambil menyimpan Cemilan dan Air Putih dalam Gelas di Atas meja.


"waah seger nih.. itu apaan ko item gitu Warnanya Rick," kataku sambil menunjuk dengan telunjukku pada Goreng Pisang yang ke Gosongan.


"oh iya itu tadi aku lupa Jack, jadinya ke Gosongan deh.. itu tadinya Goreng Pisang Krispy, karena aku lagi bales Chattan Ibuku mau melahirkan jadinya Gosong deh.." kata Erick yang agak memelas malu.


"hahaha... kirain aku kamu memasak Goreng Arang, buat Cemilan malam haha..." ejekku pada Erick,


"Haha.. ya sudah aku cuma bercanda ko, oh iya barusan kamu ngomong ibu kamu melahirkan ya?" tanyaku,


"iya Jack, sekarang Ibuku lagi di Bidan di antar sama Bapakku. biasa Hamil tuir Jack," jawabnya sambil meminum Air hangat dalam gelas. yang dia bawa dari dalam barusan.


sedangkan mereka yang Asyik sedang membincangkan tentang Bisnisnya, Tiba tiba suara Mobil Kijang datang memberikan klakson. dari luar Pagar Rumahnya Erick,


tidid... tidid,


suara Klakson Mobil Kijang itu memberi Isyarat pintu minta di Buka, Erick pun segera beranjak berdiri dan melangkah menuju pagar itu. setelah Pintu Pagar di Buka oleh Erick, Mobil Kijang pun memasuki halaman Rumah Erick. dan berhenti suara Mesin Mobil Kijang itu, Tiba tiba turunlah sepasang Suami istri dari dalam Mobil Kijang itu.


yang Laki-laki turun dari Pintu Mobil kanan, sedangkan yang Perempuan keluar dari arah Pintu kiri Mobil Kijang itu. lalu keduanya melangkah bersama menuju Erick yang sedang berdiri tak jauh dari mereka berdua,

__ADS_1


Erick pun memberi salim sama kedua sepasang Suami istri itu, yang ternyata Pak Burhan dan Bu Rossita. kedua Orangtuanya Erick,


lalu mereka pun berjalan menuju teras yang ada Kursi Kayu yang sedang aku Duduki, tak lama kemudian aku pun berdiri menyambut mereka sebagai Tuan Rumah.


"Malam Tante, Om!!" seru sambil memberi Senyuman pada mereka berdua, dan tak lupa bersalim dan mengecup punggung tangan Keduanya.


"malam juga Nak Zaki, sudah lama di sini?" ucap Tante Rossita sambil bertanya padaku.


"lumayan Tante," jawabku pendek.


"mengapa nggak di dalam Rick," kata Pak Burhan sambil melirik Erick yang masih di belakangnya.


"tanggung Pak, udah nyaman di sini.." jawab Erick yang baru naik Teras Rumahnya,


"oh ya sudah kalau kalian mau diam di sini, kita masuk kedalam dulu ya," ucap Tante Rossita. sambil melangkah menggandeng tangan Suaminya.


lalu kami pun meneruskan perbincangan yang barusan tertunda, hingga tak terasa waktu sudah malam... Erick pun sudah mulai menguap karena semakin malam, semakin merasakan ngantuk.


tak lama kemudian aku pun berpamitan pada Erick, dan segera menaiki Motorku. tak lupa aku pun segera menyelah Motorku supaya mesinnya cepat menyala. setelah nyala aku pun segera ngegas Motorku hingga melaju meninggalkan Rumah Erick.


Erick pun segera membereskan bekas Gelas juga cemilannya tadi, ia pun tersenyum saat melihat Goreng Pisang Krispy yang Gosong itu. mengingat ucapan Jack tadi, setelah itu Erick pun masuk kedalam Rumahnya.


Malam pun semakin larut, Angin mendadak kencang.. Pohon Pisang yang tadi Erick lihat ada sesosok perempuan, ternyata benar benar ada. Sosok Perempuan yang Erick lihat Tiba tiba turun dan berdiri di jendela menuju kamar Ibunya.


Sosok itu Tiba tiba seperti Orang yang lapar ketika melihat Ibunya Erick dari jendela kamarnya, yang kebetulan posisi tidur Ibunya Erick terlentang.


Sosok bergaun itu Tiba tiba merubah wujudnya menjadi serangga kecil lalu masuk melalui pentilasi Kamar Bu Rossita. sangat jelas Sosok itu melihat keadaan Ibu Rossi yang sedang tertidur pulas, di Samping Pak Burhan suaminya itu.


Serangga jelmaan Sosok bergaun itu mendekati tubuh Bu Rossita yang masih tertidur pulas. lalu mentap tajam mengarah pada Perutnya Bu Rosita,

__ADS_1


Serangga jelmaan Sosok bergaun itu menyelinap masuk melalui Baju bagian Bawahnya Bue Rossi, hingga melintasi puncak perut buncit Bu Rossita. dan Sosok itu pun masuk kedalam Perutnya Bu Rossi melalui Lubang Pusarnya.


__ADS_2